From: "Dayan" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Definisi "sogok"nya apa dulu kalau itu sebagai bentuk datengin klien,
> >boleh-boleh saja.
>
> Pertama : kami yang mengirimkan surat penawaran

Sebelum itu Dayan, sebelum ngirimin penawaran, dia tahu/kenal Dayan dari
mana? kalau dari si orang itu [yang minta-minta] ya memang kemungkinan dia
bisa dapat precentage. Tapi kalau langsung si pimpinan/bossnya yang nyari
dan ketemu anda, ya memang si orang nggak usah dikasih apa-apa.

> >Selalu dalam segala situasi, dingin saja...
> Heh...heh...heh...seorang dokter sempat heran ketika melihat reaksi saya
> mengenai kemungkinan pembedahan tulang sumsum belakang...

lain,
Kadang kalau kita masuk ke situasinya pikiran bisa sebel juga, perlu sedikit
tarik mundur, endepkan dulu baru mikir, strategi, kalo si orang ini kita
akan ini, kalau orang akan itu kita akan gini. Coba cara pikir yang waktu
anda operasi itu anda terapkan, anda kemungkinan bisa tenang karena anda 1)
siap dengan kemungkinan itu, anda sudah tahu kemungkinan itu ada 2) Anda
tidak punya jalan lain, tidak usah mikir apa-apa, anda sudah yakin sama
dokternya.

Jadi kalau perlu tulisin saja masalahnya apa-apa saja, terus pecahkan.
Setelah tahu apa yang akan kita lakukan sudah, jangan dipikirin lagi, move
on, pikirin yang lain, jangan sampai yang gini-gini ngeganggu konsentrasi
kerjaan lain.

> Disampaikan pada saya bahwa mungkin pembayaran agak lama. Tidak masyalah
> -Bawang Putih !- toh ada penandatangan kontrak institusional. Mau
> dipanjangkan -dijadikanmasalah- mudah. Kami tidak berurusan dengan si A
atau
> si B, tapi institusi.

lama, define "lama"= berapa bulan? 2 bulan, 3 bulan, kapan-kapan? harus siap
Yang institusi, kenyataannya tidak, kebijaksanaan/arah itu tergantung dari
orang perorang.
Misal penawaran anda disetujui gitu ya, blum tentu, pimpinan lainnya
menyetujui juga. Belum tentu pengeluaran yang dibuat sama orang sebelumnya
mau dibayar orang berikutnya, atau paling tidak, belum tentu arahan design
saat ini disetujui oleh boss selanjutnya, anda harus siap juga dengan itu.

> >Saya /arantan studio,
> Bung Saranto, apa peran Anda -sebagai pendiri- dalam perusahaan ini ?

cukup banyak.

> >juga punya niat untuk nyumbang cuman saya nggak mau
> >nyumbang ke pemerintah, ngapain?
>
> Kami melakukan untuk Negeri, bukan Pemerintah. Itu hal yang berbeda.

Anda sudah tahu, kenapa melakukan pekerjaan ke pemerintah dengan pemikiran
nyumbang ke negeri?
Anggap si pemerintah seperti perusahaan swasta saja, yang punya
kondisi-kondisi lain. Bedanya paling modalnya dari rakyat, kalau saya
sendiri sih hal itu tidak membuat saya memperlakukan pemerintah dengan
swasta berbeda. Bukan seperti bekerja untuk lembaga sosial.

>PS: lalu, mau diapakan surat mandat dari pimmpinannya, guna mengurusi
pembuatan .go.id ?

Ada uang muka anda laksanakan, kalau nggak ya sudah setelah kasih
pemberitahuan 1-2 kali, balikin saja suratnya? seperti mesin saja.

sukses Dayan,
Saranto,
Arantan Studio
http://www.arantan.com



>>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<<
Berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]/

Kirim email ke