> -----Original Message-----
> From: Ronny Haryanto [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, June 08, 2001 10:25 PM
> To: Webauthor
> Subject: Re: [webauthor] GNU Perl & PHP editor
>
>
> On 08-Jun-2001, utomo wrote:
> > Ada yang tahu nggak Perl editor yang GNU GPL license, beserta URLnya
> > - Crossplatform (Linux dan Windows hanya satu versi)
>
> Maksudnya "satu versi" gimana? Kalo maksudnya dari binary yg sama
> impossible
> kecuali Java-based (dan sejenisnya). Kalo maksudnya "look &
> feel"-nya sama,
> baca di bawah.
>
Betul kalau bisa Java based
> > - Full server simulation (lebih bagus)
>
> Ini apa lagi maksudnya?
>
Sorry banyak membingungkan. Maksudnya kita tanpa perlu install perl/upload
ke server bisa lihat output dari script tersebut semacam punya
www.dzsoft.com , atau tahu kalau ada error dan lain sebagainya semacama perl
builder
> > Kalau support PHP, dan yang lain2 lebih bagus lagi
>
> Supportnya dalam arti apa? Syntax (tepatnya lexical) highlighting aja?
>
Yup betul highlighting (kayaknya sih banyak yang sudah support), tapi bisa
dihidup matikan. jadi saat perlu untuk perl phpnya tidak perlu dihighlight.
dan sebaliknya. Dan juga bisa detect kesalahan syntax
> Saya utk keperluan editing (perl, php, html, email, java,
> whatever..) selalu
> pake vim. http://www.vim.org/
>
> Kalo anda butuh lexical highlightingnya, itu dari versi 5.7 ke 5.8 aja ada
> 50-an file syntax yg baru, termasuk PHP4.
>
> Vim gratis(*), ada sourcenya, ada precompiled binaries utk
> Windows (termasuk
> latest stable), support banyak features, punya optional built-in perl
> interpreter (di samping bbrp optional interpreter lain seperti python),
> selain syntax/lexical highlighting juga support auto indenting,
> dst, yg enak
> utk nulis program. Kalo sudah terbiasa pake Vim, anda juga akan sering
> menemui bahwa anda bisa "mendaki gunung" hanya dg beberapa langkah.
>
> Ganjelannya cuma membiasakan menggunakannya butuh komitmen, jika rajin
> digunakan akan terbiasa dlm 2-4 minggu. Belajarnya sih nggak susah, malah
> ada tutorial dan reference cardnya. Setelah terbiasa, saya jamin
> nggak akan
> mau pindah ke yg lain.
>
> (*) Dari ':help uganda': "Vim is Charityware. You can use and copy it as
> much as you like, but you are encouraged to make a donation to orphans in
> Uganda. [...dst...]"
>
Yup, saya juga sudah lihat vim juga. dan baca komentar orang2 tentang vim.
tapi saya belum sempat download dan coba. soalnya lihat satu screenshotnya
kok kayaknya kurang mudah dipakai ya ?, sorry kalau salah. habisnya belum
coba sih :). Kepingin coba juga sih, tapi mau dengar komentar teman2 dulu
Sebetulnya sih Jext bukan editor seperti yang saya inginkan.
> Kok jadi promosi yah? :)
>
Nggak apa2 promosiin barang gratisan atau Charityware. dapat amal baik juga
:)
> Ronny
>
Thanks
Utomo
* Forum Diskusi Hosting: http://groups.yahoo.com/group/diskusihosting
* IndoWebForum Discussion http://www.indowebforum.com/
-----------
Berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]/