from karta pustaka <[EMAIL PROTECTED]

 

karta pustaka" <[EMAIL PROTECTED]>karta pustaka" 
<[EMAIL PROTECTED]>Bottom of Form

Yth. Gola Gong dkk.,

 

Perkenalkan nama saya Anggi Minarni. Saya aktivis di Jogja Heritage 

Society (JHS), organisasi yang berupaya untuk melestarikan pusaka 
(heritage) Yogyakarta. Saya membaca laporan anda mengenai roadshow film 
di milis Publikseni. Di Yogya, kami juga menghadapi persoalan yang sama. 

 

Pesanggrahan Ambarrukmo, yang dulu merupakan rumah tinggal Sri Sultan 
Hamengku Buwono VII di luar istana, dan tempat Bung Karno "melarikan 
diri" sejenak dari tugas-tugas kepresidenan sambil mengumpulkan ide-ide 
baru, juga dihancurkan sebagian bangunannya untuk pembangunan Plaza 
Ambarrukmo (fungsinya mal juga). Dulu, setiap utusan dari Kraton 
Surakarta akan berkunjung ke kraton Yogyakarta, mereka beristirahat 
sejenak di pesanggrahan Ambarrukmo, berganti busana, lalu menuju ke 
kraton Yogyakarta. Di situ ada kebun raya yang snagat indah. Di 
pesanggrahan ini pulalah Sultan HB VII meninggal dunia.

 

Kebun raya pun dibabat, diganti dengan beton raya. Aparat Badan 

Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) yang menjadi konsultan untuk 
pembangunan mal tsb. mengijinkan bangunan bersejarah tsb. dirusak. Lebih 
celaka lagi,Sultan Hamengku Buwono X pun mengijinkan atas nama 
modernisasi dan ekonomi karena keluarga Kraton ikut punya saham di Plaza 
Ambarrukmo tsb. Ironis memang! Jogja Heritage Society berjuang keras 
untuk menyelamatkan bangunan tsb. Mulai dari memberi masukan alternatif 
desain untuk mal, sampai menulis surat ke Menbudpar dengan tembusan 
kepada Gubernur DIY, DPRD, Bupati, semuanya mental karena satu hal saja, 
yaitu Sultan HB X sudah mengijinkan! 

 

JHS dalam semua upayanya untuk menyelamatkan bangunan tsb. banyak 

dibantu oleh pemberitaan di Kompas edisi Yogya dan Tempo. Koran-koran 
lokal tidak ada yang berani menulis tentang kasus ini karena sudah 
disuap oleh investor mal. Upaya JHS untuk bertemu dengan Asisten deputi 
bidang kepurbakalaan dari kemnetrian Budpar yang sedang ke Yogya waktu 
itu, dihalang-halangi oleh Kepala BP3. Bahkan staf BP3 yang mengingatkan 
atasannya bahwa status bangunan itu adalah BCB justru dimutasi.

 

JHS akhirnya menulis surat kepada Duta Besar Perancis sebab tenant 

utama di Plaza Ambarrukmo adalah Carrefour. Namun nasi sudah menjadi 
bubur, bagian barat bangunan pusaka itu sudah terlanjur hancur. Sekarang 
manajemen Carrefour ingin ikut berpartisipasi mengkonservasi salah satu 
heritage Di Yogyakarta, nampaknya sebagai penebus dosa! Ini sungguh 
memalukan bagi warga Yogyakarta.

 

Laporan anda mengenai gedung Makodim saya forward ke Jaringan 

Pelestarian Pusaka Indonesia (jaringan organisasi pelestarian pusaka) 
agar semua  teman aktivis pelestarian juga tahu akan perjuangan Rumah 
Dunia dalam menjaga aset pusaka Serang. Di bawah ini adalah respon salah 
satu anggota jaringan.

 

Pelestarian pusaka di Indonesia masih di tangga pertama dari rangkaian 
panjang upaya penyelamatan identitas budaya bangsa kita. Mari bersama 
kita upayakan terus pelestarian pusaka kita sebelum semua habis dijarah 
atas nama ekonomi, politik atau pun yang berkedok penelitian ilmiah yang 
sering dilakukan ahli-ahli asing namun ujung-ujungnya justru sering 
diklaim sebagai milik mereka. Kitalah pemilik kebudayaan bangsa kita.

 

Salam,

anggi minarni

 

 

 From: [EMAIL PROTECTED]

 To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]

 Subject: Re: [jppi] Fw: [publikseni] Roadshow film dok. Makodim"BWS 

turut

berdukacita"

 Date: Monday, October 03, 2005 5:17 PM

 

 Kepada saudara-saudariku di kota Serang dan kab. Banten,

 

 Atas nama  anggota, sukarelawan Badan Warisan Sumatra yg juga muda-muda 
seperti  kalian, saya menyatakan sangat prihatin dan turut berduka cita 
yg  sedalam2x nya atas apa yg terjadi dgn Gedung Makodim Serang. 
Membaca  laporan Roadshow film dok. Makodim, saya dan juga rekan2x di 
BWS bisa  turut merasakan kekecewaan, kepedihan, kegalauan yg begitu 
dalam.

 

 Kami  di Medan juga pernah merasakan hal yg sama saat gedung2x 
bersejarah di  kota kami dihancurkan. 

 

 Berikut ini adalah saran saya:

 1. Karena bobot 

 nilai pendidikan yg sgt tinggi, baik bagi pembentukan karakter 

 genberasi muda bangsa yg tidak permisif dan peningkatan kesadaran ttg  
pentingnya pelestarian pusaka, mohon kiranya film dokumenter tsb bisa  
juga disebarluaskan ke kota-kota lain (Road show) melalui 

 organisasi/perkumpulan yg tergabung dlm JPPI.

 

 2. Mohon dipikirkan utk 

 melakukan gugatan hukum (class action, atau apa pun namanya sesuai 

 input dari ahli hukum) terhadap Zakaria Kasimin dan bupati Serang 

serta  pejabat 2x lainnya yg terkait dgn penghacuran Gedung Makodim. UU 
Cagar  Budaya thn 1995 bisa jadi acuan, walaupun mungkin mereka akhirnya 
cuma  dihukum ringan. Tapi yg penting mereka bisa diberi pelajaran 
(pelajaran  utk semua pejabat di Indonesia) bahwa sbg penguasa mereka 
tidak bisa  semena 2x, apalagi melecehlkan  sejarah sebuah kota, bahkan 
bangsa.

 

 Salam tangis,

 

 Soehardi Hartono

 Badan Warisan Sumatra

 Medan



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke