Assalamualaikum wr. wb.

Terorisme dan Faham Khawarij

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada yang
tidak ada nabi setelahnya... waba'du.

Allah Tabaraka wa Ta'ala telah memuliakan kita dengan
kemuliaan yang agung berupa pengutusan nabinya
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga Allah
keluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya, Allah
muliakan kita setelah kehinaan dan Allah satukan kita
setelah perpecahan, bahkan Allah jadikan kita
bersaudara, berkasih sayang dan bersatu padu, tak ada
kelebihan bagi seseorang atas yang lainnya kecuali
taqwa. Allah berfirman, "Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang
yang paling bertaqwa diantara kamu.Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." [Al-Hujuraat:
13].
Allah juga berfirman, "Dan berpeganglah kamu semuanya
kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai
berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika
kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka
Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu
karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan
kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk." [Ali 'Imran: 103].

Kaum muslimin hidup dalam kenikmatan yang agung dan
merekapun berbahagia dengannya pada masa Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sampai munculnya
benih-benih perselisihan, yaitu ketika Abdullah bin
Saba dan para pengikutnya merongrong pemerintahan
'Utsman radhiyallahu 'anhu (inilah ciri khas kelompok
khawarij sepanjang sejarah, yakni menentang
pemerintahan yang sah, -pent.).

Cikal bakal munculnya khowarij pun telah ada
sebelumnya saat penentangan yang dilakukan Dzul
Khuwaisiroh At-Tamimiy atas pembagian ghanimah yang
dilakukan oleh nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
pada hari perang Hunain, dimana Dzul Khuwaisiroh
berkata, "Adillah hai Muhammad, karena engkau belum
adil", dia juga mengatakan bahwa pembagian itu tidak
di atas keridhoan Allah. Kemudian nabi menjawab,
"Celaka! Siapa yang akan berbuat 'adil jika Aku tidak
'adil, tidakkah kalian percaya kepadaku, sedang Aku
dipercaya oleh yang di langit."
Tatkala Umar hendak membunuhnya, nabi melarangnya
seraya berkata, "Tahan! Sungguh akan keluar dari
turunannya orang ini suatu kaum yang kalian merasa
shalat kalian itu rendah bila dibanding shalatnya
mereka, demikian pula shaum kalian bila dibanding
shaum mereka, mereka kaum yang senantiasa membaca
Al-Qur`an namun tidak sampai tenggorokannya, mereka
keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari
bagian tubuh hewan buruan yang telah dibidik bagian
tubuh lainnya."

Arus perselisihan kian memanas dengan semaraknya hizb
(kelompok) pembangkang yang menghembuskan gelombang
fitnah, perpecahan dan tikaman terhadap Islam pun
semakin tajam. Khawarij itulah biang keladinya, mereka
memerangi sahabat 'Ali radhiyallahu 'anhu,
menghalalkan darah kaum muslimin dan hartanya dan
menyamarkan jalan yang lurus serta memerangi Allah dan
RosulNya.
Maka Ali radhiyallahu 'anhu segera membungkam
fitnahnya, memerangi mereka bahkan Dzul Khuwaisiroh
pun terbunuh, kemudian mereka merencanakan untuk
membunuh sejumlah para sahabat hingga Ali radhiyallahu
'anhu pun berhasil mereka bunuh.

Fitnahnya (Khawarij) terus membara, kadang
terang-terangan kadang juga sembunyi-sembunyi sampai
hari ini dan sampai yang paling akhirnya akan keluar
bersamaan dengan Dajjal, seperti yang diberitakan oleh
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Akhir-akhir ini muncul kembali suara-suara,
artikel-artikel dan seruan-seruan dari orang-orang
yang picik akalnya, mengajak kepada perpecahan di
dalam tubuh umat, mengajak keluar dari kesatuan yang
hakiki dan masuk ke dalam jama'ah yang terkotak-kotak,
menyeru kepada sikap ekstrim dan berlebih-lebihan
dengan slogan-slogan yang menyilaukan, hingga
mencerai-beraikan barisan umat, memprovokasi para
pemuda dengan segala macam cara melalui
doktrin-doktrin pemikiran khawarij.
Orang-orang yang berpemikiran khawarij ini,
menyebarkan kebatilannya dengan menempuh beberapa
cara, diantaranya:
1. Meremehkan dakwah kepada Tauhid, dengan alasan
urusan Aqidah telah diketahui banyak orang dan mungkin
dapat memahaminya dalam jangka sepuluh menit. Lebih
dari itu, merekapun enggan untuk mendakwahkan aqidah
yang benar dengan sangkaan akan memecah belah umat.
2. Mencela ulama umat, merendahkan ilmunya dan
memalingkan pendengarannya dari para ulama dengan
dalih mereka tidak faham kondisi dan bukan ahlinya
untuk menyelesaikan problema umat dan mengemban
urusan-urusannya. (sering sekali mereka mengatakan
ulama tidak paham trik-trik politik atau ulama hanya
sibuk dengan tumpukan-tumpukan kitab, -pent)
3. Menjauhkan para pemuda dari ilmu yang syar'i yang
berlandaskan Kitab dan Sunnah serta menyibukan mereka
dengan nasyid-nasyid provokasi yang disebar
disana-sini lewat media elektronik yang dibaca,
dilihat ataupun didengar.
4. Meremehkan keberadaan wulatul umur / pemerintah dan
menjelaskan 'aib-aibnya di atas mimbar atau lewat
tindakan-tindakan yang meresahkan serta mentakwil
nash-nash yang ditujukan untuk ta'at terhadap waliyyul
amri / pemerintah, bahwa nash-nash tersebut untuk
imamul a'dhom yakni khalifah kaum muslimin seluruhnya.

(Mereka lupa atau pura-pura lupa dengan apa yang telah
menjadi konsensus ulama bahwa dalam keadaan
berbilangnya wilayah-wilayah Islam, maka setiap
wilayah itu punya hak dan kewajiban-kewajibannya
terhadap penguasanya, karena itu wajib untuk ta'at
dalam hal yang ma'ruf dan haram untuk memeberontaknya
selama menegakkan hukum-hukum Allah di tengah-tengah
umat).
5. Menghadirkan para pemikir yang berpemahaman
khawarij lalu mengumpulkan para pemuda dalam satu
halaqah, mencuci otak mereka dalam pertemuan tertutup,
menjauhkan para pemuda dari ulamanya dan dari
pemerintahnya serta mengikatkan mereka dengan
tokoh-tokoh yang mana pemberontakan dan pengkafiran
menjadi jalan pikirannya.
6. Mengajak untuk berjihad, yang dalam pandangan
mereka adalah menghalalkan darah kaum muslimin dan
hartanya, memprovokasi untuk membuat pengrusakan dan
pengeboman (di sejumlah tempat) dengan anggapan bahwa
negeri muslimin adalah negeri kafir (alasan mereka
mengklaim demikian karena, hukum pemerintahan yang
diberlakukannya bukan hukum Islam). (Ini jelas
pemahaman yang keliru dan membahayakan, -pent.) karena
itu menurut mereka negeri muslimin yang demikian
keadaannya adalah negeri jihad, negeri perang.
Mereka tanamkan pemikirannya ini lewat sebagian
nasyid-nasyid, bahkan sampai pada tahap melatih para
pemuda menggunakan segala macam jenis senjata di
tempat-tempat yang jauh dari penglihatan, baik di
dalam negeri maupun di luar negeri. (Benarlah sabda
nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan,
kalau mereka itu memerangi ahlil islam dan membiarkan
ahlil autsaan / musyrikin. HR. Muslim 4/389 no. 1064.
Ibnu Umar berkata, "Mereka bertolak dari ayat-ayat
yang diturunkan untuk orang-orang kafir lalu
diterapkan pada orang-orang mukmin." HR. Bukhari
14/282, -pent)
7. Menyebarkan buku-buku, selebaran-selebaran dan
berkas-berkas serta kaset-kaset yang mengajak pada
pemikiran khawarij, pengkafiran kaum muslimin
lebih-lebih ulama dan pemerintah, diantara buku-buku
tersebut adalah:
a. Karya-karya Sayyid Qutb. Buku yang paling
berbahayanya, yang di dalamnya terdapat pengkafiran
umat dan celaan terhadap sahabat bahkan terhadap para
nabi ialah seperti Fi Zhilalil Qur`an, Kutub wa
Syakhsiyat, Al-Adalah Al-Ijtima'iyyah, Ma'alim fi
Thariq.
b. Buku-buku Abul A'la Al-Maududy, buku-buku Hasan
Al-Banna, Said Hawa, 'Isham Al-'Atthar, Abu Al-Fathi
Al-Bayanuni, Muhammad Ali As-Shabuniy, Muhammad Hasan
Hanbakah Al-Maidani, Hasan At-Turaby, Al-Hadiby,
At-Tilmisani, Ahmad Muhammad Rosyid, Isham Al-Basyir,
(juga buku-buku DR. Abdullah Azzam Al-Mubarok, Fathi
Yakan, dan buku "Aku Melawan Teroris" Imam Samudra,
-pent.)
c. Buku-buku dan kaset-kaset Muhammad Surur bin Nayif
Zaenal Abidin pendiri / pimpinan Yayasan Al-Muntada
-London- (dulu di indonesia pun ada yayasan yang
bernama Al-Muntada -Jakarta-, namun kini telah berubah
nama menjadi Al-Sofwa -Jakarta-).
Buku-buku seperti ini bila dibaca oleh pemuda yang
belum matang pemikirannya dan tidak punya kemampuan
ilmu, akan dapat merusak akalnya. Ia akan berjalan di
belakang angan-angan, siap untuk menjalankan
tuntutan-tuntutannya walaupun harus membunuh dirinya,
atau lainnya dari kaum muslimin, atau membunuh
orang-orang yang mendapat jaminan keamanan, demi untuk
mencapai tujuan SYAHID DI JALAN ALLAH dan SURGA,
seperti yang digambarkan oleh para tokoh-tokohnya
bahwa inilah jalan yang benar, siapa yang menempuhnya
ia akan mendapatkan cita-citanya dan sukses meraih
ridlo Allah.
Maka pengkafiran, pengeboman, pengrusakan di negeri
kaum muslimin dan keluar dari manhaj salafusshalih
adalah jalan petunjuk. (walaupun banyak dari mereka
saat ini mengaku pengikut manhaj salaf, namun itu
semua hanya kedustaan semata, dan usianya pun takkan
lama, -pent).

Untuk menyelamatkan diri dari pemikiran takfir
(khawarij) ini sudah sepatutnya bagi masing-masing
pribadi atau keseluruhannya mengambil langkah-langkah
berikut ini:
a. Menyeru para pemuda agar berpegang teguh kepada
kitab dan sunnah serta kembali pada keduanya dalam
setiap urusan, karena keduanya adalah pagar yang
dengannya Allah akan menjaga dari kebinasaan.
b. Mengokohkan pemahaman terhadap kitab dan sunnah
sesuai dengan manhaj salafussholeh, namun ini tidak
akan dapat terwujud kecuali bila kaum muslimin
bertafaqquh kepada para ulama robbani yang menjaga
Kitabullah dan Sunnah rosulNya dari penyelewengan dan
kebatilan serta ta'wilnya orang-orang jahil. Allah
berfirman, "Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang
yang berilmu jika kamu tiada mengetahui." [Al-Anbiya:
7]. Allah juga berfirman, "Dan apabila datang kepada
mereka suatu berita tentang keamanan ataupun
ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka
menyerahkannya kepada Rosul dan ulil amri (ulama)
diantara mereka, tentulah orang-orang yang ingin
mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya
dari mereka (Rosul dan ulul amri)." [An-Nisaa: 83].
Dan menutup jalan orang-orang yang membuat kerusakan
di muka bumi yang memunculkan fatwa-fatwa tanpa ilmu,
dan memalingkan pendengarannya dari para ulama serta
menyifati para ulama dengan sesuatu yang sebetulnya
justru layak ada pada mereka sendiri.
Maka berkumpulnya para pemuda di sekitar para ahli
waris nabi yang mendalam bidang keilmuannya adalah
proteksi dengan ijin Allah dari para perampok yang
menyebarkan kebatilan-kebatilan dimana mereka mengira
bahwa tidak ada rujukan yang dapat mengikat para
pemuda.
c. Menjauh dari sumber-sumber fitnah, menghindar dari
kejelekan-kejelekannya dan akibat negatifnya. Allah
berfirman, "Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang
tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja
diantara kamu." [Al-Anfaal: 25]
d. Berkomitmen dengan kesatuan kaum muslimin dan
penguasanya serta menancapkan pemahaman yang benar
dalam hal keta'atan terhadap pemeritah (yakni dalam
hal yang ma'ruf). Allah berfirman, "Hai orang-orang
yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah RosulNya
dan ulil amri diantara kamu." [An-Nisaa`: 59].
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Siapa saja yang melihat sesuatu yang tidak disenangi
dari penguasanya, maka hendaknya bersabar, karena
siapa yang memisahkan diri dari kesatuan walau
sejengkal kemudian mati, maka mati dalam keadaan
jahiliyah."
Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya hadits yang
panjang dari sahabat Hudzaifah. (Dalam hadits itu ia
berkata,) "Apa yang harus kulakukan bila menjumpai hal
itu?" Rosul menjawab, "Engkau tetap komitmen dengan
jamaah muslimin dan penguasanya / imamnya". "Bila
tidak ada jamaah dan imamnya," lanjut Hudzaifah. Rasul
menjawab, "Engkau jauhi semua firqoh-firqoh walau
harus menggigit akar pohon sampai engkau mati engkau
tetap seperti itu."
e. Bersungguh-sungguh untuk mencermati segala perkara
dengan benar, memahaminya dan menelitinya serta
mengukur bahayanya. Seorang mukmin tidak boleh tertipu
dengan perkara-perkara yang transparan, tetapi ia
harus mawas diri dan waspada terhadap segala yang
tengah berlangsung di sekitarnya, disertai dengan
keteguhan dan tidak goyah dari manhaj yang benar,
tidak boleh pula terburu-buru mengeluarkan vonis /
hukum atau berkecimpung dalam masalah-masalah syar'i
tanpa ilmu.
f. Mengembalikan istilah-istilah iman, din, vonis
kafir atau fasiq atau bid'ah kepada rambu-rambu syar'i
yang didukung kitab dan sunnah, serta berhati-hati
dalam menjatuhkan hukum terhadap muslimin tanpa
ketentuan yang valid, karena yang demikian itu sangat
berbahaya, seorang muslim haram untuk mengkafirkan
saudaranya yang muslim secara khusus walaupun ia
melakukan hal-hal yang menyebabkan kekufuran, kecuali
bila terpenuhi syarat-syaratnya dan hilang
perkara-perkara yang mencegahnya dari vonis kafir.

Inilah sebagian perkara yang harus diperhatikan oleh
seorang muslim ketika timbul fitnah yang memilukan,
karena itu wajib bagi semua pihak, baik pemerintah
ataupun rakyat, ulama ataupun pelajar agar
bersungguh-sungguh menghadang fitnah ini dan mencabut
dari akar-akarnya terlebih apa yang terjadi di
hari-hari ini berupa fitnah takfir (Paham Khawarij).
Fitnah ini sudah menjalar sampai pada tahap
menghalalkan darah kaum muslimin dan hartanya serta
merusak fasilitas-fasilitasnya dengan menggunakan bom
dan alat perusak lainnya.

Orang-orang yang picik akalnya lagi muda usianya
diprovokasi oleh tandzim-tandzim yang menipu,
tulisan-tulisan yang tidak bertanggung jawab dan
fatwa-fatwa yang menyesatkan sehingga menyulap mereka
menjadi para perusak, memerangi kaum muslimin dan
merampas hartanya dan membunuh orang-orang yang
mendapat jaminan keamanan serta merampas hartanya.
Mereka namakan yang demikian itu dengan nama JIHAD.

Diambil dari ceramah, Fadhilatus-Syaikh Dr. Sholeh bin
Sa'ad As-Suhaimi Al-Harbi yang berjudul "Al-Irhab
Asbabuhu wa 'Ilajuhu wa Mauqiful Muslim minal Fitan".
(Diringkas dan ditranskrip oleh Abu Hamzah Al-Atsary)

(Dikutip dari bulletin Al Wala' wal Bara' Bandung,
Edisi ke-38 Tahun ke-3 / 26 Agustus 2005 M / 21 Rajab
1426 H, url sumber
http://fdawj.atspace.org/awwb/th3/38.htm)


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke