hmm lamun sim kuring mah, teu nagrti ka dua2 na
syariat islam apa benar dpt dijalankan seperti jaman
Rosul? lebih baik kami diberi contoh kongkrit negara
mana anu nerapkeun syariat islam anu dianggap bener
jeng sesuai dgn kehendak rasul?
jeung deui negara Demokrasi mana anu dianggap paling
baleg anu bisa jadi contoh. ?
tong make misah2keun lah... anu sae di candak anu
goreng ditinggalkeun. dan yang lebih baik
pelaksanaannya.

mangga, abdi tos begadang yeuh jadi hoyong pisan
hees... ooohhh tiduuur datangggg lahhhhhh, hese euy
lamun euweuh pamajikan mah.


--- sony harseno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> tema yang menarik. mudah2an orang yang mengaku
> demokrat atau setidaknya tahu apa itu demokrasi bisa
> urun suara, membela yang menjadi pahamnya. 
> 
> mengutip tuan saprudin, demokrasi hanya komoditas.
> jika di artikan dalam pandangan saya, berarti
> demokrasi bisa menjadi barang dagangan yang bernilai
> lebih. lebih jauh lagi, demokrasi bukanlah sebuah
> tujuan, tapi alat semata (kalo berniat radikal,
> secara
> terang2an seharusnya islam tidak menggunakan cara2
> ini
> bukan?). terlalu simplistikkah? saya mengajak
> saudara
> sekalian memperbincangkannya. di satu sisi, gemuruh
> keras anggapan Samuel Hutington bahwa lawan sistem
> kapitalisme saat ini adalah islam, setidaknya memacu
> cendekiawan islam untuk mempunyai konsepsi kritik
> fundamental terhadap kapitalisme. pada titik ini,
> saya
> ingin mengajak saudara sekalian masuk ke dalam
> perbincangan yang substantif, bukan hanya melihat
> kemirip-miripin suatu sistem terhadap sistem lainnya
> (saya mengajak untuk membedakan antara bentuk dan
> isi). setahu saya perbedaannya jelas, demokrasi dan
> kapitalisme berada pada ranah idealisme rasional
> yang
> melihat individu sebagai centrum (yang punya
> otoritas). sedangkan islam berpijak pada otoritas
> supranatural yang berdasar pada intepretasi para
> "ahli
> teks" yang punya kuasa hegemoni dan dominasi.
> 
> atau kita ingin seperti tuan giddens yang selalu
> menyomot tanpa mengetahui segi-segi fundamental dari
> sebuah paham? celakanya lagi, menggunakan standar
> ganda? mudah2an saudara-saudara sekalian yang
> berpikiran cemerlang ikut berpusing-pusing
> memikirkannya.
> 
> kalo syariat dalam pandangan demokrat piye yo? 
> 
> 
> 
> salam
> 
> 
> --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Assalamualaikum wr. wb.
> > Demokrasi Dalam Pandangan Syariat 
> > Saat ini umat Islam dihadapkan pada kenyataannya
> > bahwa
> > khilafah Islamiyah yang tadinya besar itu telah
> > dipecah-pecah oleh penjajah menjadi negeri
> > kecil-kecil
> > dengan sistem pemerintahan yang sekuler. Namun
> > mayoritas rakyatnya Islam dan banyak yang masih
> > berpegang teguh pada Islam. Sedangkan para
> penguasa
> > dan pemegang keputusan ada di tangan kelompok
> > sekuler
> > dan kafir, sehingga syariat Islam tidak bisa
> > berjalan.
> > Karena mereka menerapkan sistem hukum yang bukan
> > Islam
> > dengan format sekuler dengan mengatasnamakan
> > demokrasi. 
> > Meski prinsip demokrasi itu lahir di barat dan
> > begitu
> > juga dengan trias politikanya, namun tidak selalu
> > semua unsur dalam demokrasi itu bertentangan
> dengan
> > ajaran Islam. Bila kita jujur memilahnya,
> sebenarnya
> > ada beberapa hal yang masih sesuai dengan Islam.
> > Beberapa diantaranya yang dapat kami sebutkan
> antara
> > lain adalah : 
> > • Prinsip syura (musyawarah) yang tetap ada
> dalam
> > demokrasi meski bila deadlock diadakan voting.
> > Voting
> > atau pengambilan suara itu sendiri bukannya sama
> > sekali tidak ada dalam syariat Islam. 
> > • Begitu juga dengan sistem pemilihan wakil
> rakyat
> > yang secara umum memang mirip dengan prinsip ahlus
> > syuro. 
> > • Memberi suara dalam pemilu sama dengan memberi
> > kesaksian atas kelayakan calon. 
> > • Termasuk adanya pembatasan masa jabatan
> > penguasa. 
> > • Sistem pertanggung-jawaban para penguasa itu
> di
> > hadapan wakil-wakil rakyat. 
> > • Adanya banyak partai sama kedudukannya dengan
> > banyak mazhab dalam fiqih.
> > Namun memang ada juga yang jelas-jelas
> bertentangan
> > dengan syariat Islam, yaitu bila pendapat
> mayoritas
> > bertentangan dengan hukum Allah. Juga
> > praktek-praktek
> > penipuan, pemalsuan dan penyelewengan para
> penguasa
> > serta kerjasama mereka dalam kemungkaran
> > bersama-sama
> > dengan wakil rakyat. Dan yang paling penting,
> tidak
> > adanya ikrar bahwa hukum tertinggi yang digunakan
> > adalah hukum Allah SWT. 
> > Namun sebagaimana yang terjadi selama ini di dalam
> > dunia perpolitikan, masing penguasa akan
> > mengatasnamakan demokrasi atas pemerintahannya
> meski
> > pelaksanaannya berbeda-beda atau malah
> bertentangan
> > dengan doktrin dasar demokrasi itu sendiri. 
> > Sebagai contoh, dahulu Soekarno menjalankan
> > pemerintahannya dengan gayanya yang menurut lawan
> > politiknya adalah tiran, namun dengan tenangnya
> dia
> > mengatakan bahwa pemerintahannya itu demokratis
> dan
> > menamakannya dengan demokrasi terpimpin. 
> > Setelah itu ada Soeharto yang oleh lawan
> politiknya
> > dikatakan sebagai rezim yang otoriter, namun dia
> > tetap
> > saja mengatakan bahwa pemerintahannya itu
> demokratis
> > dan menamakannya demokrasi pancasila. Di belahan
> > dunia
> > lain kita mudah menemukan para tiran rejim lainnya
> > yang nyata-nyata berlaku zali dan memubunuh banyak
> > manusia tapi berteriak-teriak sebagai pahlawan
> > demokrasi. Lalu sebenarnya istilah demokrasi itu
> apa
> > ?
> > 
> > Istilah demokrasi pada hari ini tidak lain
> hanyalah
> > sebuah komoditas yang sedang ngetrend digunakan
> oleh
> > para penguasa dunia untuk mendapatkan kesan bahwa
> > pemerintahannya itu baik dan legitimate. Padahal
> > kalau
> > mau jujur, pada kenyataannya hampir-hampir tidak
> ada
> > negara yang benar-benar demokratis sesuai dengan
> > doktrin dasar dari demokrasi itu sendiri. 
> > Lalu apa salahnya ditengah ephoria demokrasi dari
> > masyarakat dunia itu, umat Islam pun mengatakan
> > bahwa
> > pemerintahan mereka pun demokratis, tentu
> demokrasi
> > yang dimaksud sesuai dengan maunya umat Islam itu
> > sendiri. 
> > Kasusnya sama saja dengan istilah reformasi di
> > Indoensia. Hampir semua orang termasuk mereka yang
> > dulunya bergelimang darah rakyat yang dibunuhnya,
> > sama-sama berteriak reformasi. Bahkan dari sekian
> > lusin partai di Indonesia ini, tidak ada satu pun
> > yang
> > tidak berteriak reformasi. Jadi reformasi itu
> tidak
> > lain hanyalah istilah yang laku dipasaran meski
> > -bisa
> > jadi- tak ada satu pun yang menjalankan
> prinsipnya. 
> > Maka tidak ada salahnya pula bila pada kasus-kasus
> > tertentu, para ulama dan tokoh-tokoh Islam
> melakukan
> > analisa tentang pemanfaatan dan pengunaan istilah
> > demokrasi yang ada di negara masing-masing. Lalu
> > mereka pun melakukan evaluasi dan pembahasan
> > mendalam
> > tentang kemungkinan memanfaatkan sistem yang ada
> ini
> > sebagai peluang menyisipkan dan menjalankan
> syariat
> > Islam. 
> > Hal itu mengingat bahwa untuk langsung
> mengharapkan
> > terwujudnya khilafah Islamiyah dengan menggunakan
> > istilah-istilah baku dari syariat Islam mungkin
> > masih
> > banyak yang merasa risih. Begitu juga untuk
> > mengatakan
> > bahwa ini adalah negara Islam yang tujuannya untuk
> > membentuk khilafah, bukanlah sesuatu yang dengan
> > mudah
> > terlaksana. 
> > Jadi tidak mengapa kita sementara waktu meminjam
> > istilah-isitlah yang telanjur lebih akrab di
> telinga
> > masyarakat awam, asal di dalam pelaksanaannya
> tetap
> > mengacu kepada aturan dan koridor syariat Islam.
> > Bahkan sebagian dari ulama pun tidak ragu-ragu
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/WpTY2A/izNLAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke