Kawan,
Sekarang kita mendapat pelajaran berharga dari milis wongbanten. Bahwa ada miliser yang beberapa kali ketahuan mencatut sumber lalu mengklaimnya sebagai pernyataan pribadi. Jelas ini perlu diperhatikan dengan saksama. Bahwa dalam etik berdiskusi, terutama dalam milis, penyebutan sumber menjadi penting karena diskusi dituangkan dalam bentuk tulisan. Kalo lisan mungkin "sah-sah" saja mencatut pendapat orang tanpa menyebutkan sumbernya. Tapi kalo sampai mengcopy-paste, saya rasa ini tidak elegan. Ini jelas budaya "berburu dan meramu."
Saya mengusulkan kepada moderator (Bang Iip) untuk mengatur lalu lintas posting secara lebih selektif lagi. Sesuaikan dengan isu-isu yang sedang berkembang di Banten. Semisal, moderator di milis Pantau telah melakukan seleksi terhadap postingan email secara selektif. Ia mengatur jalannya diskusi dengan baik.
Saya gembira dengan
iklim diskusi di milis wongbanten yang makin ramai saja. Tentu keramaian tersebut harus disertai dengan etika dan moralitas intelektual yang dapat dipertanggungjawabkan. Asbun boleh, asal jangan rasis! Saya percaya semua miliser makan sekolahan di tingkat universitas. Dan saya percaya semua miliser adalah orang-orang terpilih dan ahli di bidangnya masing-masing. Semua itu tentu semakin baik jika disertai dengan etika diskusi yang santun dan bertanggungjawab.
Bung Sony, tampaknya Anda browser dan surfer yang tekun. Anda bisa menemukan dari mana pendapat yang dicopy-paste. Jika Anda setuju, saya mengusulkan Anda supaya jadi moderator. Bagaimana Kang Iip, Kang GG?
Saya tidak ingin mendiskreditkan siapapun. Saya menghargai pendapat siapapun, selama pendapat itu bisa dipertanggungjawabkan. Yang saya inginkan: milis wongbanten ini adalah media bertukar pikiran dengan cara yang elegan dan jauh dari budaya plagiatisme.
Bagi saya pribadi, tidak merasa keberatan digunakannya bahasa daerah di milis ini, selama bahasa daerah itu dapat dimengerti dan menjembatani komunikasi sesama miliser wongbanten.
Demikian dari saya, maaf jika ada salah kata.
tabik,
Bonnie Triyana
> Assalamualaikum wr. wb.
>
> Baiklah tuan Sony, berkaitan kiriman artikel
> "Demokrasi dalam pandangan syariat Islam" dan
> artikel Perbandingan yang saya sampaikan terduhulu.
> Saya mencoba untuk menjernihkan perkara-perkara ini
> dan menjelaskan apa yang harus dijalani serta
> bertolak darinya, maka saya harus men-tarbiyah benih
> yang tumbuh di atas sumber ilmu yang benar ini.
> Pendidikan demokrasi inilah yang akan membuahkan
> masyarakat Islam yang murni, dan selanjutnya
> tegaklah Daulah Islamiyyah di negeri kita.
>
> Saya kutif ucapan Asy-Syaikh Albani âTegakkanlah
> Daulah Islam dalam hati kalian, niscaya akan
> ditegakkan Daulah Islam di negara kalian.â (lihat
> At-Tashfiyah wat-Tarbiyah hal. 33, transkrip ceramah
> Asy-Syaikh Al-Albani)
>
> Bagi saya merupakan suatu keharusan untuk mengguar
> pendidikan demokrasi yang baru tumbuh dan berkembang
> di negeri ini dan konteksnya dengan kehidupan kaum
> muslimin berdasarkan pancaran substansi dari
> Al-Kitab dan As Sunnah. Jangan kita diwarisi berupa
> berbagai pemahaman yang keliru, yang bikin pusing
> kepala dan sebagiannya.
>
> Namun dari kedua tulisan itu ada sesuatu yang
> sangat penting yang merupakan hal inti dalam
> membenarkan pemahaman. Yaitu beramal, sebab ilmu
> adalah jalan untuk beramal. Maka apabila seseorang
> telah belajar dan ilmu yang dipelajarinya bersih
> lagi suci (dari kesesatan), apabila dia tidak
> mengamalkannya maka sangat jelas sekali bahwa ilmu
> yang ada padanya tidak menghasilkan buah hanya
> sekedar tulisan panjang yang tidak bermakna.
>
> Oleh karena itu, membaca tulisan yang telah saya
> sampaikan kepada Tuan Sony Harsono terdahulu, maka
> tanpa dua pembukaan, yaitu: Ilmu yang benar dan
> Pendidikan yang benar yang dibangun di atas ilmu
> yang benar tersebut, mustahil menurut keyakinan saya
> untuk bisa ditegakkan hukum Islam di negeri kita
> tercinta ini.
>
> Demikian komentar saya.
>
> Wassalamuaalikum wr. wb.
>
>
>
> sony harseno <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> saya menghargai balasan imel ini, jika ini memang
> argumentasi anda. sayangnya saya juga menemukan
> pendapat serupa di
>
http://72.14.203.104/search?q=cache:ZmGE3EaG4DIJ:www.irib.ir/worldservice/melayuRADIO/POLITIK/masyarakat_isbar.htm+%22Ayatullah+Subhani+%22&hl=id.
>
> tuan SP SAPRUDIN, saya tidak bermaksud
> mendiskreditkan
> anda dengan ulah copy paste, hargailah karya orang
> lain dengan mencantumkan nama penulisnya. cukup
> mudah
> dan fair kan? kita sedang sama-sama belajar, bukan?
>
> masukan dian saya pikir bagus, memakai contoh kasus
> melaksanaan sistem2 politik yang eksis dimuka bumi
> ini. kalo ada rekan2 yang meneliti ttg aceh pasca
> syariat dijalankan,mungkin akan menambah wawasan
> kita.
> gimana,ada yang berani memulai?
>
>
> --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Assalamualaikum wr. wb.
> >
> > Sony Harsono Wrote : "kalo syariat dalam
> pandangan
> > demokrat piye yo?"
> >
> > Tuan Harsono, saya tidak ingin bicara lebih jauh
> > kesubstansi yang telah saya sampaikan terdahulu.
> > Saya hanya bicara bagaimana sih syariat Islam
> dalam
> > menyikapi demokrasi itu ? Ending pointnya adalah
> > mencari perbandingan. Maaf saya bukan politis
> > ataupun ilmuwan ataupun penggagas terhadap iklim
> > perubahan system demokratisasi di negeri ini.
> >
> > Kalau ngaguar kepada masalah penggagas, pengikut
> > ideologi, para pemimpin dan teoretikus berbagai
> > sistem politik, khususnya pada zaman ini semuanya
> > mengklaim diri sebagai pihak yang memperjuangkan
> > kebaikan dan kebahagiaan bagi masyakarat. Oleh
> sebab
> > itu, untuk mengetahui hakikat sebenarnya dari
> > masalah ini, kita perlu meneliti kedudukan dan
> peran
> > masyarakat dalam sebuah pemerintahan. Saat ini,
> > selepas keruntuhan ideologi komunisme, kita dapat
> > melihat dua sistem politik yang berbeda di dunia
> > yang mengaku menjunjung tinggi peran masyarakat,
> > yaitu sistem politik Islam dan Barat. Dengan
> > meneliti secara cermat, kita akan dapat
> menyimpulkan
> > sistem politik dan ajaran mana yang jujur dalam
> > klaim mereka yang memang benar-benar
> mencita-citakan
> > kebahagiaan dan kesejahteraan manusia.
> > Dalam kedua sistem pemerintahan Islam dan Barat,
> > disinggung mengenai kekuasaan masyakarat untuk
> > menentukan nasib mereka. Secara realitanya rakyat
> > mempunyai hak untuk menentukan pemerintahan mereka
> > atau jika terjadi penyimpangan, rakyat berhak
> untuk
> > meminta penguasa mundur. Tetapi dalam Islam selain
> > dasar kekuasaan rakyat, dasar penting lain ialah
> > masalah kebahagiaan dan kebaikan umat manusia.
> > Dengan kekuasaannya untuk menentukan nasib
> sendiri,
> > umat manusia tidak akan mencapai kebahagiaan.
> Sebab,
> > bisa saja mereka melakukan kesalahan ketika
> > menentukan jalan kebaikannya atau mungkin orang
> lain
> > menyeret mereka ke jalan penyimpangan. Karenanya,
> > dalam pemikiran Islam setiap pemerintahan hanya
> bisa
> > diterima jika membuka jalan bagi peningkatan dan
> > perbaikan masyarakat demi mencapai kebahagiaan
> yang
> > sebenarnya.
> > Ayatullah JaâÂÂfar Subhani, penulis, peneliti
> dan
> > ustad besar di Hauzah Ilmiah Qum, dalam hal ini
> > mengatakan: Poin yang memisahkan teori kedaulatan
> > rakyat di Barat dengan kedaulatan rakyat di Islam,
> > ialah bahwa Barat menyerahkan kekuasaan
> pemerintahan
> > kepada rakyat tanpa syarat apapun yang mengikat
> > mereka. Sementara itu, menurut Islam, pemerintahan
> > ada di tangan Tuhan. Tetapi manusia bisa
> menentukan
> > nasib mereka dalam kerangka undang-undang seperti
> > yang telah ditetapkan oleh Allah Swt..
> > Oleh karena itu, tujuan sistem pemerintahan
> Islam
> > ialah kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu
> > dalam ajarannya, Islam menunjukkan jalan benar
> untuk
> > mencapai kebahagiaan. Dengan kata lain, berbeda
> > dengan Barat, meskipun menjunjung tinggi slogan
> > demokrasi dan kedaulatan rakyat, Islam tidak
> > melepaskan masyarakat begitu saja, tetapi tetap
> > menekankan supaya mereka menjalani kehidupan yang
> > baik. Sementara itu, demokrasi ala Barat yang
> > menyingkirkan agama dari kehidupan masyarakat,
> telah
> > membuka jalan bagi meningkatnya kebobrokan moral,
> > diskriminasi politik, ekonomi dan sosial. Karena
> > dalam sistem ini, yang mendasari sebuah
> pemerintahan
> > adalah keinginan mayoritas manusia, meskipun
> mereka
> > mengambil keputusan yang bertentangan dengan
> > kepentingan dan kemaslahatan umat manusia sendiri.
> > Kesimpulan umum yang dapat kita ambil adalah
> bahwa
> > pemerintahan Islam merupakan perpaduan
> pemerintahan
> > yang bersumber dari Tuhan dan kedaulatan rakyat
> > untuk mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan
> manusia.
> > Berbeda dengan sistem politik Barat, pemerintahan
> > Islam berlandaskan kepada aturan yang telah
> > ditetapkan dan dalam kerangka undang-undang yang
> > Islami. Sistem pemerintahan Islam disebut Ilahi
> > sebab mengajak masyarakat untuk bergerak dalam
> > kerangka hukum-hukum Tuhan. Dan di sisi lain,
> sistem
> > pemerintahan ini demokratis sebab memperhatikan
> > tuntutan dan kepentingan rakyat. Dengan cara ini,
> > dalam sistem Islam tidak ada pertentangan antara
> > agama dan kedaulatan rakyat, malah bisa dikata
> > saling melengkapi. Ayatullah Subhani dalam
> > menjelaskan perkara ini menyinggung bahwa Tuhan
> > telah menciptakan segala sesuatu termasuk manusia.
> > Karena itu, Dialah yang berhak dan berkuasa atas
> > ciptaan-Nya. Namun, Tuhan menyerahkan hak
> menentukan
> > nasib kepada manusia dalam kerangka yang telah Dia
> > tetapkan.
> > Poin lain ialah pemerintah Islam tidak
> memaksakan
> > islamisasi ke atas rakyat, tetapi dengan kebebasan
> > untuk membuat pilihan seperti yang telah
> > dikaruniakan Allah Swt, mereka menentukan sistem
> > pemerintahan dalam kerangka hukum Illahi. Demikian
> > juga jika di sebuah negara di mana rakyat tidak
> > menginginkan pemerintahan Islam, maka pemerintahan
> > tersebut tidak akan terbentuk.
>
=== message truncated ===
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
YAHOO! GROUPS LINKS
> Assalamualaikum wr. wb.
>
> Baiklah tuan Sony, berkaitan kiriman artikel
> "Demokrasi dalam pandangan syariat Islam" dan
> artikel Perbandingan yang saya sampaikan terduhulu.
> Saya mencoba untuk menjernihkan perkara-perkara ini
> dan menjelaskan apa yang harus dijalani serta
> bertolak darinya, maka saya harus men-tarbiyah benih
> yang tumbuh di atas sumber ilmu yang benar ini.
> Pendidikan demokrasi inilah yang akan membuahkan
> masyarakat Islam yang murni, dan selanjutnya
> tegaklah Daulah Islamiyyah di negeri kita.
>
> Saya kutif ucapan Asy-Syaikh Albani âTegakkanlah
> Daulah Islam dalam hati kalian, niscaya akan
> ditegakkan Daulah Islam di negara kalian.â (lihat
> At-Tashfiyah wat-Tarbiyah hal. 33, transkrip ceramah
> Asy-Syaikh Al-Albani)
>
> Bagi saya merupakan suatu keharusan untuk mengguar
> pendidikan demokrasi yang baru tumbuh dan berkembang
> di negeri ini dan konteksnya dengan kehidupan kaum
> muslimin berdasarkan pancaran substansi dari
> Al-Kitab dan As Sunnah. Jangan kita diwarisi berupa
> berbagai pemahaman yang keliru, yang bikin pusing
> kepala dan sebagiannya.
>
> Namun dari kedua tulisan itu ada sesuatu yang
> sangat penting yang merupakan hal inti dalam
> membenarkan pemahaman. Yaitu beramal, sebab ilmu
> adalah jalan untuk beramal. Maka apabila seseorang
> telah belajar dan ilmu yang dipelajarinya bersih
> lagi suci (dari kesesatan), apabila dia tidak
> mengamalkannya maka sangat jelas sekali bahwa ilmu
> yang ada padanya tidak menghasilkan buah hanya
> sekedar tulisan panjang yang tidak bermakna.
>
> Oleh karena itu, membaca tulisan yang telah saya
> sampaikan kepada Tuan Sony Harsono terdahulu, maka
> tanpa dua pembukaan, yaitu: Ilmu yang benar dan
> Pendidikan yang benar yang dibangun di atas ilmu
> yang benar tersebut, mustahil menurut keyakinan saya
> untuk bisa ditegakkan hukum Islam di negeri kita
> tercinta ini.
>
> Demikian komentar saya.
>
> Wassalamuaalikum wr. wb.
>
>
>
> sony harseno <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> saya menghargai balasan imel ini, jika ini memang
> argumentasi anda. sayangnya saya juga menemukan
> pendapat serupa di
>
http://72.14.203.104/search?q=cache:ZmGE3EaG4DIJ:www.irib.ir/worldservice/melayuRADIO/POLITIK/masyarakat_isbar.htm+%22Ayatullah+Subhani+%22&hl=id.
>
> tuan SP SAPRUDIN, saya tidak bermaksud
> mendiskreditkan
> anda dengan ulah copy paste, hargailah karya orang
> lain dengan mencantumkan nama penulisnya. cukup
> mudah
> dan fair kan? kita sedang sama-sama belajar, bukan?
>
> masukan dian saya pikir bagus, memakai contoh kasus
> melaksanaan sistem2 politik yang eksis dimuka bumi
> ini. kalo ada rekan2 yang meneliti ttg aceh pasca
> syariat dijalankan,mungkin akan menambah wawasan
> kita.
> gimana,ada yang berani memulai?
>
>
> --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Assalamualaikum wr. wb.
> >
> > Sony Harsono Wrote : "kalo syariat dalam
> pandangan
> > demokrat piye yo?"
> >
> > Tuan Harsono, saya tidak ingin bicara lebih jauh
> > kesubstansi yang telah saya sampaikan terdahulu.
> > Saya hanya bicara bagaimana sih syariat Islam
> dalam
> > menyikapi demokrasi itu ? Ending pointnya adalah
> > mencari perbandingan. Maaf saya bukan politis
> > ataupun ilmuwan ataupun penggagas terhadap iklim
> > perubahan system demokratisasi di negeri ini.
> >
> > Kalau ngaguar kepada masalah penggagas, pengikut
> > ideologi, para pemimpin dan teoretikus berbagai
> > sistem politik, khususnya pada zaman ini semuanya
> > mengklaim diri sebagai pihak yang memperjuangkan
> > kebaikan dan kebahagiaan bagi masyakarat. Oleh
> sebab
> > itu, untuk mengetahui hakikat sebenarnya dari
> > masalah ini, kita perlu meneliti kedudukan dan
> peran
> > masyarakat dalam sebuah pemerintahan. Saat ini,
> > selepas keruntuhan ideologi komunisme, kita dapat
> > melihat dua sistem politik yang berbeda di dunia
> > yang mengaku menjunjung tinggi peran masyarakat,
> > yaitu sistem politik Islam dan Barat. Dengan
> > meneliti secara cermat, kita akan dapat
> menyimpulkan
> > sistem politik dan ajaran mana yang jujur dalam
> > klaim mereka yang memang benar-benar
> mencita-citakan
> > kebahagiaan dan kesejahteraan manusia.
> > Dalam kedua sistem pemerintahan Islam dan Barat,
> > disinggung mengenai kekuasaan masyakarat untuk
> > menentukan nasib mereka. Secara realitanya rakyat
> > mempunyai hak untuk menentukan pemerintahan mereka
> > atau jika terjadi penyimpangan, rakyat berhak
> untuk
> > meminta penguasa mundur. Tetapi dalam Islam selain
> > dasar kekuasaan rakyat, dasar penting lain ialah
> > masalah kebahagiaan dan kebaikan umat manusia.
> > Dengan kekuasaannya untuk menentukan nasib
> sendiri,
> > umat manusia tidak akan mencapai kebahagiaan.
> Sebab,
> > bisa saja mereka melakukan kesalahan ketika
> > menentukan jalan kebaikannya atau mungkin orang
> lain
> > menyeret mereka ke jalan penyimpangan. Karenanya,
> > dalam pemikiran Islam setiap pemerintahan hanya
> bisa
> > diterima jika membuka jalan bagi peningkatan dan
> > perbaikan masyarakat demi mencapai kebahagiaan
> yang
> > sebenarnya.
> > Ayatullah JaâÂÂfar Subhani, penulis, peneliti
> dan
> > ustad besar di Hauzah Ilmiah Qum, dalam hal ini
> > mengatakan: Poin yang memisahkan teori kedaulatan
> > rakyat di Barat dengan kedaulatan rakyat di Islam,
> > ialah bahwa Barat menyerahkan kekuasaan
> pemerintahan
> > kepada rakyat tanpa syarat apapun yang mengikat
> > mereka. Sementara itu, menurut Islam, pemerintahan
> > ada di tangan Tuhan. Tetapi manusia bisa
> menentukan
> > nasib mereka dalam kerangka undang-undang seperti
> > yang telah ditetapkan oleh Allah Swt..
> > Oleh karena itu, tujuan sistem pemerintahan
> Islam
> > ialah kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu
> > dalam ajarannya, Islam menunjukkan jalan benar
> untuk
> > mencapai kebahagiaan. Dengan kata lain, berbeda
> > dengan Barat, meskipun menjunjung tinggi slogan
> > demokrasi dan kedaulatan rakyat, Islam tidak
> > melepaskan masyarakat begitu saja, tetapi tetap
> > menekankan supaya mereka menjalani kehidupan yang
> > baik. Sementara itu, demokrasi ala Barat yang
> > menyingkirkan agama dari kehidupan masyarakat,
> telah
> > membuka jalan bagi meningkatnya kebobrokan moral,
> > diskriminasi politik, ekonomi dan sosial. Karena
> > dalam sistem ini, yang mendasari sebuah
> pemerintahan
> > adalah keinginan mayoritas manusia, meskipun
> mereka
> > mengambil keputusan yang bertentangan dengan
> > kepentingan dan kemaslahatan umat manusia sendiri.
> > Kesimpulan umum yang dapat kita ambil adalah
> bahwa
> > pemerintahan Islam merupakan perpaduan
> pemerintahan
> > yang bersumber dari Tuhan dan kedaulatan rakyat
> > untuk mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan
> manusia.
> > Berbeda dengan sistem politik Barat, pemerintahan
> > Islam berlandaskan kepada aturan yang telah
> > ditetapkan dan dalam kerangka undang-undang yang
> > Islami. Sistem pemerintahan Islam disebut Ilahi
> > sebab mengajak masyarakat untuk bergerak dalam
> > kerangka hukum-hukum Tuhan. Dan di sisi lain,
> sistem
> > pemerintahan ini demokratis sebab memperhatikan
> > tuntutan dan kepentingan rakyat. Dengan cara ini,
> > dalam sistem Islam tidak ada pertentangan antara
> > agama dan kedaulatan rakyat, malah bisa dikata
> > saling melengkapi. Ayatullah Subhani dalam
> > menjelaskan perkara ini menyinggung bahwa Tuhan
> > telah menciptakan segala sesuatu termasuk manusia.
> > Karena itu, Dialah yang berhak dan berkuasa atas
> > ciptaan-Nya. Namun, Tuhan menyerahkan hak
> menentukan
> > nasib kepada manusia dalam kerangka yang telah Dia
> > tetapkan.
> > Poin lain ialah pemerintah Islam tidak
> memaksakan
> > islamisasi ke atas rakyat, tetapi dengan kebebasan
> > untuk membuat pilihan seperti yang telah
> > dikaruniakan Allah Swt, mereka menentukan sistem
> > pemerintahan dalam kerangka hukum Illahi. Demikian
> > juga jika di sebuah negara di mana rakyat tidak
> > menginginkan pemerintahan Islam, maka pemerintahan
> > tersebut tidak akan terbentuk.
>
=== message truncated ===
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Tetap Semangat Mencintai Banten!
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
- [WongBanten] Dilarang Keras Plagiat di Milis Wongbante... Boni Triyana
- Re: [WongBanten] Dilarang Keras Plagiat di Milis ... kang yayan
- Re: [WongBanten] Dilarang Keras Plagiat di Milis ... Iip Umar Rifai
- Re: [WongBanten] Dilarang Keras Plagiat di Mi... Ahmad Mukhlis Yusuf
- Re: [WongBanten] Dilarang Keras Plagiat d... dian agusdiana
- Balasan: Re: [WongBanten] Dilarang Ke... SP Saprudin
