Saya ketinggalan berapa ronde yah, soalnya postingan wongbanten ke email saya mendadak macet. gak terima sama sekali..namanya juga numpang, mungkin sama IT dibatasin, mungkin juga setting di yahoogroups nya berubah.
yah, sehari saja gak dapat email dari milis ini rasanya garing buka email.
 
Buka mata,  Buka kuping, Buka hati
untuk Banten 1.
 
 
Howgh !
JK
 
.....
-----Original Message-----
From: SP Saprudin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, December 16, 2005 9:14 AM
To: [email protected]
Subject: Balasan: RE: [WongBanten] SMS Ria, Gundik Mataram dan Sejarah Kita (Pro: Encik Saprudin)

Assalamualaikum wr. wb.
 
Bung Boni Triyana, sekali lagi saya mohon maaf. Refleksi kebablasan saya di milis wongbanten ini justru mempersulit diri saya sendiri. Awal mulanya ketersinggungan diri saya tentang ada batasan penggunaan bahasa daerah (sunda) oleh salah seorang anggota milis wongbanten.
Saya pikir, dalam rangka memperkaya khasanah keragaman budaya, bahasa bahkan agama, diharapkan milis wongbanten menjadi lebih elegan, sinergi, harmonis, sebagai bagian dari komunitas bangsa yang bhineka tunggal ika. Disamping itu sebagai wahana sharing informasi sesama warga Banten.
 
Dilain pihak, saya selaku warga Banten, sangat mengharapkan ada angin perubahan yang signifikan dengan terbentuknya Banten menjadi Propinsi. Hal ini bagi saya merupakan salah satu solusi untuk dapat mengangkat harkat dan martabat Banten yang selalu berkonotasi dengan kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan.
Namun apa lacur yang terjadi dalam tubuh birokrasi Banten, bukanya angin perubahan yang terjadi, malahan angin ketamakan, kerakusan dan aji mumpung (korupsi yang merajalela).
Ini diakibatkan moral dan agama yang merupakan dua unsur yang menopang kehidupan manusia tidak diaplikasikan dengan baik. Pada dasrnya kehidupan manusia dalam struktur kehidupannya dibangun berdasarkan ahlaq, moralitas serta spritualitas agama.
Apa yang telah dilakukan oleh para pejabat Banten adalah akibat problema akhlq semakin jauhnya nilai-nilai ajaran Islam dan tersingkirnya tarbiyah akhlaq dalam kehidupan sehari-hari.
Walah......jadi ngomong ngelantur..........
 
Demikian bung Bony, terima kasih atas segala atensi dan koreksinya.
 
Wassalamualaikum wr. wb.
 


Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Kawan semua,
 
Yang pertama saya ingin lakukan ketika membaca posting mail Kang GG adalah tertawa: hahahaha... Kang, Anda berhasil membuat syaraf saya kendor... hahahaha bener juga kata Anda: apakah saya cukup ganteng utuk jadi "gigolo padjadjaran"?.
 
Bung Saprudin, Prabu Pucuk Umun (bukan Pucuk Umum) itu memimpin Banten Girang (beragama Hindu kuno), dan Banten yang kemudian dipimpin Sultan Hasanudin itu adalah Banten Islam yang berhasil menyingkirkan sisa-sisa Padjadjaran yang mendirikan kerajaan di Banten Girang. Kemudian gara-gara kalah perang, pengikut Padjadjaran yang mukim di Banten Girang itu lari dan sekarang menjadi sebuah komunitas yang kita kenal sebagai Baduy yang memiliki kepercayaan Sunda Wiwitan. Untuk lebih lengkap baca saja sebuah buku yang cukup bagus karya Claude Guilot dan Hasan Muarif Anbary "The Sultanate of Banten." (terbitan Gramedia, saya lupa tahunnya).
 
Soal ilmu sejarah yang Anda terangkan kepada saya, saya setuju dengan Bung Sony, seharusnya Anda menyebutkan sumber tulisan itu (http://www.ums.edu.my/sss/bm/prog_sejarah/aj2143/01.htm) jangan asal copy paste saja atuh, kan itu tidak elegan..... Masih untung Anda tidak mengutipnya ke dalam buku, ini namanya plagiarism/ plagiat. Kalau Anda berkarir di bidang akademis bisa hancur karir Anda. 
 
Tapi tak apa lah, paling tidak banyak anggota milis yang membaca artikel dari Universitas Malaysia Sabah (UMS) itu.
 
Saya tidak menantang, bukan pula ngetes (seperti Kang GG bilang), saya hanya ingin agar setiap pernyataan dapat dipertanggungjawabkan. Dan bagi Bung Saprudin, jangan terlalu emosional sampe-sampe memindahkan artikel sejarah dari website UMS sebagai "penjelasan Anda" kepada saya. Ketika membacanya saya sempat bingung, Anda ini orang Bayah atau orang Sabah? hehehehehe Untung saya baca posting Sony, kalau tidak rasanya pasti saya mengira Anda keponakan Badawi yang lahir di Bayah....hehehehe Bukan begitu bukan, Encik Saprudin?
 
Terus terang, mungkin ada setitik arogansi dalam diri kita. Dan kadang arogansi itu sampe menutup hati kita sehingga apapun dilakukan demi menjaga gengsi.
 
Ohya, beberapa bulan yang lalu, mungkin Encik Saprudin belum mengikutinya, Kang GG memposting kemarahannya tentang bangunan Makodim sampe-sampe - secara tidak sadar - menulis "orang Banten goblok sejak lahir" (kalimat ini memang belum titik, masih terus. Tapi sempat membuat rame). Kemudian Kang GG dan Saya berdebat dengannya sampe ancur-ancuran...tapi akhirnya Kang GG mengakui kesalahannya dan meminta maaf, begitu pula saya. Ini baru namanya asoy geboy....
 
Encik Saprudin, Anda sudah memperkenalkan diri Anda. Dan kini giliran Saya mengenalkan diri saya kepada Anda: saya Bonnie Triyana, lahir di Rangkasbitung (emak Menes, bapak Serang/Rangkas, kang GG asli gak nih ke-Bantenan saya? hehe). Kini saya bekerja sebagai research asistant untuk Dr Asvi Warman Adam di LIPI. Tinggal di Pondok Mertua Indah di Depok. Selamat berkenalan yah Encik...
 
Baiklah, sekian saja dari saya. Mohon maaf kalau ada salah-salah kata. Okay Encik Saprudin... peace...peace... man....
 
tabik,
 
Bonnie Triyana

Heri Hendrayana H <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hhaha..
Saya nggak pernah ngajak2, bahkan anak2 rumahdunia, sekalipun.
Di Rumah Dunia, pernah ada debat cagub, tapi, saya nggak menyuruh anak2
RD,
Atau siapa pun milih seseorang.

Ttg cagub Marisa, saya seprofesi dengan Marisa.
Orang film. Jauh sebelum dia cagub Banten..

Dia datang ke RD, pingin rehat,
Makan pecel sambil baca puisi.
Seperti biasa, Rumah Dunia selalu menyuguhi menu puisi kritikan.
Cukup pedas. Marisa tampak serius saat mendengar puisi "Rakyat" karya
Toto ST Radik, yg dibacakan Piter Tamba, tutor teater Rumah Dunia.

Juga dia nyumbang buku; buku2 dar mizan dan ensiklopedi.
Siapa saja boleh datang ke RD nyumbang buku.
Dan nggak boleh kampanye.
Kemaren, Marisa cukup punya etika.
Memang sih, di akhir acara,
Beberapa orang partainya nyelonong masuk.
Tapi mereka cukup santun. Nggak ngomong apa2.
Kami membahasnya setelah usai.
Semua bilang, oke. Kalau ada vagub lain dating,
Pingin nyumbang buku, nggak apa-apa.

dan saya nggak ngedukung dia.
Juga nggak nyuruh orang2 milih dia.

Saya to the point ke Marisa..
Sebaiknya A2 dulu.
Malah ditulisan ttg "Jaban",
Jika hak politik saya digunakan,
Saya memilih Wahidin halim (ketik k) lewat sms..

Pas pilkadal nanti..
Entahlah.. saya milih siapa...
lihat perkembangan...

So, jangan takut dengan pilkadal...
Boleh milih, boleh nggak....

Soal "gundik mataram"..
Hehehe.., mungkin saprudin terlalu emosional.
Saking cintanya pada Banten. Sampe2 kebablasan pake istilah.
Gundik kan wanita simpanan.
Mataram itu identik dengan kerajaan di Jawa Tengah (Yogya)
Djoko Munandar orang Solo - deketlah sama YK.
Mungkin ini kosa kata baru ketika jadi "gundik mataram". Ada nilai2
baru. tapi kayaknya analoginya kurang tepat.
Tapi, nggak apa-apalah.... namanya juga kita sedang belajar, ya...

Saat debat BEM Untitra-IAIN di Rumah Dunia tahun lalu,
BEM IAIN bilang, "Djoko itu sebagai orang Solo sudah menjajah orang
Banten. Sebaiknya pergi saja."

Ini menarik.

Boni, hehhe... dia itu emang tukang ngetes orang.
Mungkin Boni dan LSM-nya mulai mendata, bikin statistic,
Para pejabat yang korup di Banten, secara geografis,
Dia lahir di Bantenkah, lalu disebut wong Banten?
Gimana Boni?

Misalnya, Boni asli lahir di Pandeglang, jadi Kadis Disbudpar Banten,
korupsi 2M, lalu kita sebut "gigolo Padjajaran", hahaha....
Gola Gong, Gub Banten, korupsi 100M. karena lahir di Purwakarta, mari
kita sebut "mucikari parahiyangan"...

Nah, Saprudin, Kadis Dindik Banten, korupsi 10M, kita sbut "germo
Rawayan", hahaha...

Sorry, ini biar nggak tegang.
Jangan ada yang kesinggung, ya.
Saya becanda, kok...


Tetap semangat ya
Terus berdebat dan berdiskusi dengan santun.

gg




-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of hasan
Sent: Thursday, December 15, 2005 11:11 AM
To: [email protected]
Subject: [WongBanten] SMS Ria

SMS Ria
Istilah ICT (information and communication technology)
sebagai alat (tool) untuk mendukung komunikasi
antarmanusia, ternyata saat ini sudah menjamur ke
pelosok-pelosok-bukti peningkatan pengetahuan
masyarakat-.bagimana tidak sopir andong (di yogya) dengan
asiknya ber SMSan dengan teman-temanya.Dan para EO
pertelevisian memanfaatkan dengan audisi vis SMS.

Dan saya belum pernah membayangkan, seorang presiden
secara sangat spontan memberikan nomor telepon seluler
pribadinya kepada rakyat! Ini merupakan simbol kepekaan
yang luar biasa! Tapi seorang pengamat   mengatakan bahwa
ini hanya sensasi khas selebriti alihkan masalah. Jangan
kejebak deh. Memangnya presiden ada waktu membaca ribuan
SMS?heeeeeee&#8230;! dan setelah itu langsung
tulalit..luar biasa..!
Wah apa perlu ini pemilihan Wagub A1 via sms..heeee&#8230;
  trus pemilu model apa tuh (bebas langsung rahasia)..?IT
Center pasti banyak untung dari providernya.
Tuh Mbak icha (calon wagub A1) ada yang ngancam via SMS. N
kemarin ke Rumahdunia nyumbang buku (kampanye apa
hibah,?)kang GG jangan ajak2 kami milih dia yah.heeeee
Salam
========================================================================
================
Ikuti Kuis Ramadhan bersama TelkomNet Instan dari 12 Oktober s.d 2
Nopember 2005 di
http://www.plasa.com/jatim
dan dapatkan hadiah setiap minggunya ! (khusus Jawa Timur)
========================================================================
================



Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links







Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Tetap Semangat Mencintai Banten!



YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke