Kawan semua,
Lengkap sudah rasa malu saya sebagai orang Banten. Tadi pagi saya lihat dua foto besar tentang keadaan sekolahan di Kabupaten Lebak yang dimuat Kompas. Lalu saya membaca lagi berita yang satu ini.
Malu-maluin bener sih.
Pro: Kang Iman, saya gak ngerti dengan paragraf ini: "Tapi setelah jumpa pers usai, Jayeng dengan dibantu Iman Rosadi kembali "menyerang" Marissa. Maka keributan kembali pecah untuk kedua kalinya dengan suasana lebih panas, namun tidak sampai terjadi bentrok fisik menyusul datangnya sejumlah polisi yang kemudian mengamankan ruangan Kabid"
Anda kok "membantu" sih? Apakah Iman Rosadi yang dimaksud ini adalah Anda?
Tabik,
Bonnie
Ragil Kuning <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Updated: Kamis, 15 Desember 2005, 01:39Marissa Haque Cek-cok dengan Ketua DPD PDIP BantenSerang, Rabu
Kirim Teman | Print ArtikelAnggota Komisi IV DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDI-P), yang juga mantan artis Marissa Haque, Rabu terlibat cekcok
adu mulut dengan Ketua DPD PDIP Banten, Jayeng Rana dan jajaran
pengurus lainnya di Kantor DPD PDIP Banten di Serang.
Jayeng tampak berang dan tidak senang melihat Marissa menggunakan
kantor DPD untuk jumpa pers dalam rangka mengekspose kegiatannya
selaku Wakil Ketua DPD PDIP Banten Bidang Kesra dan Pemberdayaan
Perempuan.
Kejadian itu berawal ketika Marissa mengundang wartawan pada pukul
09.00 WIB guna memaparkan kegiatannya menangani demam berdarah di
Banten.
Saat itu Jayeng yang menampakkan diri di pintu ruangan Bidang Kesra
dan Pemberdayaan Perempuan langsung mendamprat Marissa seraya
menudingnya telah menggunakan ruangan tersebut seperti layaknya
ruangan milik pribadi.
"Ruangan ini tidak hanya milik Anda, kami akan memasang meja.
Hentikan kegiatan ini!," ujar Jayeng dengan nada meninggi.
Marissa tetap menggelar jumpa pers dengan gaya lesehan, seraya
menjelaskan programnya untuk membentuk satuan tugas (Satgas) tanggap
darurat guna mengantisipasi berbagai penyakit serta pemberian
kesempatan sekolah gratis pada anak keluarga miskin.
Baru beberapa menit acara berlangsung, Jayeng kembali masuk dan
menuduh Marissa telah membuat tindakan yang menyebabkan perpecahan
di PDIP, termasuk soal pencalonan kepala daerah untuk Pemilihan
Kepala Daerah (Pilkada) Banten tahun 2006.
"Ke mana-mana anda terus menjelek-jelekkan DPD PDIP Banten. Jadi,
cepat sudahi saja dulu acara ini!," tandasnya.
Mendapat dampratan seperti itu Marissa tidak kalah sengit, dan
anggota DPR RI itu langsung melayani Jayeng. "Saya ada di sini
karena memiliki hak sebagai Wakil Ketua Bidang Kesra dan
Pemberdayaan Perempuan sesuai dengan SK DPP PDIP. Ini juga rumahku,
bukan hanya rumah Jayeng," kata Marissa, seraya balik menuding
Jayeng telah membiarkan perahu PDIP digunakan kader partai lain
dalam pencalonan Gubernur Banten hanya demi keuntungan pribadi.
Untuk sementara ketegangan mereda karena Jayeng oleh pengurus lain
digiring masuk ke ruangannya. Tapi setelah jumpa pers usai, Jayeng
dengan dibantu Iman Rosadi kembali "menyerang" Marissa.
Maka keributan kembali pecah untuk kedua kalinya dengan suasana
lebih panas, namun tidak sampai terjadi bentrok fisik menyusul
datangnya sejumlah polisi yang kemudian mengamankan ruangan Kabid
Kesra DPD PDIP Banten.
Marissa bersama timnya kemudian segera pergi dari tempat itu untuk
menyerahkan bantuan buku ke perpustakaan "Rumah Dunia" yang
merupakan perpustakaan milik masyarakat Banten.Sumber: Ant
Penulis: JyBerita Lain15/12/2005, 01:34 wib
BJ Habibie: Melihat Kebesaran Islam di Masjidil Haram
15/12/2005, 00:32 wib
Andien, Pernah Dimaki Penyanyi Senior
14/12/2005, 18:21 wib
PM Jepang Janji Masak untuk PM Malaysi
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Tetap Semangat Mencintai Banten!
SPONSORED LINKS
| Indonesia visa | Indonesia phone card | Indonesia calling card |
| Indonesia travel | Bali indonesia | Indonesia |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
