Huh,
Malu saya sudah berlipat-lipat. Ada banyak tambahan materi untuk saya muntahkan dalam seminar sejarah besok 18 Desember di Rangkasbitung.
Paraahhh...
Tabik,
Bonnie
Note: forwarded message attached.
Note: forwarded message attached.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Tetap Semangat Mencintai Banten!
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
--- Begin Message ---Pak Susilo dan Pak Jusuf Kalla yang mulia,penduduk Lebak ini hidup di awal abad ke 21 di Republik Indonesia atau masih sebagai kawula Belanda seperti dalamroman Max Havelaar tulisan Multatuli, Eduard Douwes Dekker diujung abad 19? Mengenaskan, kan jauhnya hanyabeberapa puluh kilomter dari Istana Negara dan kantor Pak Wapres?Mungkin tak cukup hanya dibangun lumbung disejumlah desa seperti di Yokohama eh Yahukimo.Selamat dapat Dr HC di Siam Pak. Namun mungkin baik sekali, PakSusilo, kalau pengetahuan dari IPB sekait perekonomian agraria dalam desertasinya dipakai memperbaiki ekonominasional Janganlah terlalu takut pada IMF, Pak.FFSUARA PEMBARUAN DAILY
2.035 Balita di Lebak Menderita Gizi Buruk
LEBAK - Sebanyak 2.035 anak berusia di bawah lima tahun (balita) di Lebak, Provinsi Banten dinyatakan menderita gizi buruk. Lima belas balita kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Adjidarmo, Rangkasbitung, Lebak. Di antara mereka yang menjalani perawatan intensif, dua balita kini dalam kondisi sangat kritis.Demikian Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Lebak, dr Budhy Djadja Suhardja, kepada Pembaruan, Kamis (15/12) di Lebak.Menurut Budhy, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis di RSUD Adjidarmo, dua balita yang kondisinya sangat kritis memerlukan perhatian dan perawatan intensif.Disebutkan, bayi-bayi yang sedang dirawat di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung itu, berasal dari empat kecamatan yakni Kecamatan Rangkasbitung, Sobang, Sajira dan Malingping.Diungkapkan ke 15 bayi, masing-masing bernama Eha (1,6), Habib (1,9) Sulastri (4) Saeni (3) Farissa (2) Jaja (1,3) Minarti (1,5) Sutarni (3) Tia (1,5), Suman (4) Uswah (52) Yahya (1,5) Kumalasari (1,5) Hamdan(8 bulan) dan Yanti (1,7).Dikatakan selain penderita gizi buruk, ada juga anak balita yang menderita kekurangan gizi sebanyak 15.137 orang. Sebagian besar penderita gizi buruk dan gizi kurang berasal dari keluarga miskin. Mereka tinggal di daerah pedalaman.Djadja mengungkapkan untuk menanggulangi masalah ini, pihaknya melakukan berbagai langkah konkret berupa pemberian makanan pendamping yang didanai oleh pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Banten maupun Pemerintah Pusat.Dia mengungkapkan, pemulihan gizi bagi anak penderita gizi buruk itu tampaknya tidak dapat dituntaskan hanya dengan bantuan makanan. Perlu pemerintah melakukan perbaikan ekonomi keluarga."Jika kondisi ekonomi masyarakat tidak dibantu dan diperbaiki, maka upaya untuk mengatasi masalah gizi buruk dengan program makanan pendamping akan sia-sia. Karena itu, dalam memberantas penyakit gizi buruk harus melibatkan semua sektor terkait sehingga pelaksanaan program pengobatan sejalan dengan program perbaikan ekonomi masyarakat miskin," jelasnya. (149)
Last modified: 15/12/05__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--- End Message ---
