Hoyong Nimbrung euy...

Assalamualaikum,
Saya teringat betul menjelang beberapa bulan deklarasi Propinsi
Banten...banyak Pers Lokal bermunculan (jauh sebelum Radar Banten dan Fajar
banten terbit), walaup masih bersifat mingguan tapi itu sudah menandakan
bahwa embrio-embrio lahirnya suatu koran daerah akan menggeliat dan dinanti
masyarakat banten waktu itu. seiring perjalanan waktu...malah tabloid
tersebut sudah tidak terdengar lagi keberadaannya..justru yang tetap
bertahan sampai sekarang radar dan fajar.

Banyak peristiwa-peristiwa yang sebelumnya tidak diketahui didaerah sendiri,
setelah beredarnya Pers Lokal kami seperti dibukakan mata...Ohhh ternyata
kondisi daerah kita seperti ini....Dulu kita tidak tahu apa yang terjadi di
DPRD...apa saja yang dilakukan oleh DPRD waktu itu...sekarang semuanya serba
transparan...walaupun tidak sedikit yang masih tersembunyi dibalik kelambu.

Pers Lokal, menurut saya "Ibarat Sarapan Kedua" karena memang berita-berita
hangat akan cepat dapat kita lahap walau kita tidak tahu bagaimana cerita
selanjutnya. Yang jelas kita merasa terhibur dengan permainan-permainan para
pejabat, pengusaha, premanisme, arogansi kekuasaan yang didominasi kelompok
tertentu...walaupun pada akhirnya hanya sekedar untuk dibaca...

Memang untuk menunjukan suatu kebenaran berita, sepeti kata pepatah ibarat
buah simalakama " Dimakan bapak mati tidak dimakan ibu mati" lalu apa makna
dari semuiat itu ?
Ternyata kebenaran yang hakiki itu mahal dan penuh tantangan...bahkan nyawan
akan mejadi taruhannya..tidak sedikit seorang wartawan telah menjadi korban
karena memberitakan kebenaran melalui Pers (Lokal) "Ingat kasus pembunhan
wartawan Bernas-Jogja, yang justru melibatkan aparat".

kasus inipun sebenarnya pernah terjadi di pers lokal kita, Harian Banten
waktu itu (sekrang Radar Banten) mendapatkan teror bahwa kantornya akan
dibakar jika terus memberitakan seputar kasus-kasus Pentolan "Pasar-Rawu"
bahkan teman kita Saudara Abdul Malik (kalau tidak salah sekarang Pemred/Tim
ombusmend radar banten) mendapatkan kalungan golok dileher oleh para
punggawa pasar rawu. Tak heran nyali untuk menyuarakan suatu keberanan yang
terjadi di banten akhirnya nyiut pula, tetapi suatu saat kebenran akan tetap
datang.

Singkat cerita...ini berita terakhir yang saya dapat dari sahabat saya
(teman waktu SMAN1 Serang) bahwa pentolan nomor satu Pasar Rawu sudah
di-KPK-kan, berkas-berkas kasus penyelewengan Karangsari, pembangunan RTC,
dan pembangunan gedung DPRD Banten sudah tinggal menunggu waktu saja..
Tinggal kita menunggu tindak lanjut bagaimana menyikapinya...adakah
keberanian dari seorang Taufikurrahamn berani menyeret pentolan jawara di
Banten ini...yang jelas-jelas sudah terbukti mendzolimi keberadaan propinsi
Banten...?

Semoga Banten cepat dengan segera menemukan sejatinya kebenaran untuk
kemaslahan umat..Mari kita berjuang dengan masing-masing profesi
kita...Saudara Maksus, kang Iman teruslah berjuang dengan Tintamu...mas
Golagong..Toto S Radik terulah bertempur dengan dengan mencetak
jurnalis-jurnalis pemberani berhati nurani...Kang Boni sebagai sejarawan
akan terus membuka wawasan arti sebenarnya seorang Jawara..dan banyak
lagi...

Akhir kata...saya teringat ketika teman kami..seorang wartawan Radar Banten
(Alm. Rahmat Yanto Suharja "RYS") seperti harus bermain petak umpet...
mengatur strategi..untuk memberitakan suatu keberanan sampai ahir hayatnya
perjuangan beliau tetap konsisten menyuarakan kebenaran. Semoga akan
terlahir generasi-generasi RYS yang meramaikan Pers Lokal Kita. Amin.

Wassalam.
Yusron H.Kamal.


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke