http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/12/tgl/22/time/163851/idnews/504300/idkanal/10
Jejak Memalukan BURT DPR di
Doha
Eddi Santosa -
detikcom
Den Haag - Badan Urusan Rumah Tangga
(BURT) DPR saling cekcok sendiri setelah dicecar masyarakat RI di Doha. Mereka
mendadak minta diatur ke Al-Jazeera, tapi mereka malah membatalkan secara
sepihak.
Rombongan BURT DPR yang memperpanjang jalan-jalannya ke Doha
(Qatar), ternyata meninggalkan jejak memalukan yang merugikan nama baik
lembaga DPR dan bangsa Indonesia. Setelah di Mesir terbukti studi bandingnya
nonsens dan disepelekan tuan rumah, di Doha tingkah polah rombongan ini juga
tak kalah memalukan.
Sumber detikcom melalui email hari ini
(22/12/2005) mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan masyarakat RI di Doha
rombongan ini mendapat cecaran tajam. "Situasi sempat menegang dan panas.
Masyarakat sudah tahu bahwa mereka hanya jalan-jalan untuk menghabiskan
anggaran saja," ungkap sumber yang meminta tidak dipublikasikan
identitasnya.
Mendapat surprise seperti itu, rombongan akhirnya
saling perang mulut di antara mereka sendiri, masih di depan masyarakat RI
pula! "Rupanya tidak ada kesepakatan di antara mereka dalam hal menjawab
pertanyaan masyarakat. Sebagian ada yang tersinggung, sebagiannya lagi merasa
wajar saja, sehingga terjadi perang mulut di antara anggota dewan di depan
masyarakat," demikian sumber mengungkapkan suasana tatap muka rombongan BURT
dengan masyarakat RI di Doha, di Wisma Duta, 16/12/2005.
Dalam situasi
seperti itu, akhirnya rombongan meminta dialog dihentikan dengan alasan
rombongan akan berkunjung ke
stasiun TV Al-Jazeera.
Bayangkan,
tutur sumber, malam itu juga sekitar jam 20.00 waktu setempat rombongan
mendesak agar diuruskan supaya pihak Al-Jazeera mau menerima mereka pada jam
21.00 atau keesokan pagi, Sabtu (17/12/2005) sebelum rombongan ke bandara.
Padahal rombongan sudah harus berada di bandara jam 10.00. Berarti, kata dia,
kalau mau berkunjung ke Al-Jazeera Sabtu pagi harus sebelum jam 9.00 (antara
jam 8.00-9.00). Sedangkan kantor Al-Jazeera baru buka menerima tamu mulai jam
10.00.
"Tidak tahu aturan. Selain mendadak, cara-cara seperti itu juga
tidak sopan, apalagi di level internasional. Tidak tahu etiket, tidak
menghargai diri sendiri dan nama baik bangsa," kata sumber.
Dengan
berbagai upaya akhirnya pihak Al-Jazeera bisa dimintai pengertiannya oleh KBRI
Doha untuk mau menerima rombongan BURT DPR pada Sabtu jam 9.00. Ternyata apa
yang terjadi?
Setelah appointment mendadak itu berhasil dibuat,
rombongan tiba-tiba berbalik menyatakan sedikit khawatir dan takut untuk
meninjau Al-Jazeera. Alasannya takut diekspos. Akhirnya tanpa alasan apapun
mereka meminta agar appointment yang sudah diupayakan susah payah oleh
Al-Jazeera-KBRI itu dibatalkan saja. Mereka mempersilakan KBRI untuk
membuatkan alasan kepada pihak Al-Jazeera! Oalah. (es)