Menarik dan cukup terhibur saya mengikuti perbincangan seputar berita 
Marissa Haque yang dikabarkan terlibat cek-cok dengan pengurus DPD PDIP 
Banten. Namun, wacana yang berkembang dan sering dibahas dalam milis ini, 
justru, soal kekeliruan penulisan nama Iwan Rosadi. No problem dengan 
pemilihan wacana itu.

Saya ingin mengklarifikasi apa yang ditulis Kang Gola Gong dan Kang Iman 
Rosadi dalam milis ini. Kang Gola Gong maupun Kang Iman Rosadi sama-sama 
menyebutkan, berita itu muncul di Kompas. Kang Gola Gong, misalnya, 
menulis,"Hehehe,k say bca di Kompas, ditulis Iman Rosadi." Sementara Kang 
Iman menulis,"Cilakanya, itu dikutip oleh KOMPAS, suratkabar yang kini 
masih menjadi pemimpin di bidang media. Tak apalah semuanya dimaafkan 
saja. Semoga punya hikmah tersendiri."

Harian Kompas (edisi cetak) tidak mengutip berita soal Marissa Haque 
tersebut. Berita itu muncul di Kompas Cyber Media (KCM), yang mengutip 
laporan Kantor Berita Antara. (Berita itu saya lampirkan di bawah tulisan 
ini) KCM adalah lini atau jaringan Kelompok Kompas Gramedia (KKG) yang 
mengelola berita-berita di internet melalui website www.kompas.com atau 
www.kompas.co.id. 

Tidak semua berita di KCM dimuat pada Kompas edisi cetak. Berita 
konsultasi seksologi, misalnya, tidak mungkin bisa ditemukan di Kompas 
edisi cetak. Tapi, sebaliknya, berita Kompas edisi cetak hampir bisa 
dipastikan bisa diakses di situs KCM. Dari segi pengelolaan, manajemen 
redaksi KCM berbeda dengan manajemen redaksi Kompas edisi cetak. Masing-
masing mempunyai jalur koordinasi sendiri-sendiri meski masih satu payung 
dalam jaringan KKG.     

Soal Iwan Rosadi, selama dua tahun bertugas di wilayah Banten, saya 
mengenalnya saat dia menjadi Ketua Komisi A DPRD Banten periode 2001-
2004. Seperti kata Kang Iman, Iwan terpilih lagi menjadi anggota DPRD 
Banten 2004-2009 pada Fraksi PDIP. Ia pernah mengeluarkan pernyataan 
kontroversial, yang dikutip media lokal, bahwa berita seputar dana 
perumahan anggota DPRD Banten adalah berita sampah. 

Tak lama setelah pernyataan kontroversial itu muncul, Kejati Banten 
mengusut kasus tersebut hingga menyeret tiga mantan pimpinan DPRD Banten, 
yang notabene juga bekas koleganya di DPRD Jabar, ke penjara dan 
menjadikan Gubernur Banten sebagai tersangka korupsi. Jauh sebelumnya, 
Iwan juga menjadi juru bicara F-PDIP yang menjanjikan pengembalian dana 
perumahan bagi seluruh anggota F-PDIP. Namun, seperti kita tahu, janji 
itu tidak ditepati.

Menggarisbawahi apa yang telah disampaikan Kang Iman, dalam kesaksiannya 
di persidangan untuk terdakwa Gubernur Banten Djoko Munandar di 
Pengadilan Negeri Serang, awal bulan Juli 2005, Sekda Pemprov Banten 
Chaeron Muchsin menyebutkan, Iwan Rosadi bersama Tuti S Indra mendesak 
agar dana perumahan segera dicairkan untuk 75 anggota DPRD Banten. 
Seperti kita tahu, Tuti sudah divonis pengadilan. 

Tuti menjadi satu-satunya anggota DPRD Banten 2001-2004 di luar unsur 
pimpinan yang sudah merasakan suasana sel penjara. Adapun 71 anggota DPRD 
Banten 2001-2004 lainnya, termasuk Iwan Rosadi, belum diutak-utik aparat 
hukum, apalagi mencicipi jeruji besi.

Demikian tambahan soal wacana kelirumologi penulisan nama Iwan Rosadi, 
sekaligus perkenalan awal saya di milis ini.

Wassalam,
Mh Samsul Hadi      
=========================== 
Marissa Haque Cek-cok dengan Ketua DPD PDIP Banten

Serang, Rabu 
Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-
P), yang juga mantan artis Marissa Haque, Rabu terlibat cekcok adu mulut 
dengan Ketua DPD PDIP Banten, Jayeng Rana dan jajaran pengurus lainnya di 
Kantor DPD PDIP Banten di Serang.
Jayeng tampak berang dan tidak senang melihat Marissa menggunakan kantor 
DPD untuk jumpa pers dalam rangka mengekspose kegiatannya selaku Wakil 
Ketua DPD PDIP Banten Bidang Kesra dan Pemberdayaan Perempuan.
Kejadian itu berawal ketika Marissa mengundang wartawan pada pukul 09.00 
WIB guna memaparkan kegiatannya menangani demam berdarah di Banten.
Saat itu Jayeng yang menampakkan diri di pintu ruangan Bidang Kesra dan 
Pemberdayaan Perempuan langsung mendamprat Marissa seraya menudingnya 
telah menggunakan ruangan tersebut seperti layaknya ruangan milik pribadi.
"Ruangan ini tidak hanya milik Anda, kami akan memasang meja. Hentikan 
kegiatan ini!," ujar Jayeng dengan nada meninggi.
Marissa tetap menggelar jumpa pers dengan gaya lesehan, seraya 
menjelaskan programnya untuk membentuk satuan tugas (Satgas) tanggap 
darurat guna mengantisipasi berbagai penyakit serta pemberian kesempatan 
sekolah gratis pada anak keluarga miskin.
Baru beberapa menit acara berlangsung, Jayeng kembali masuk dan menuduh 
Marissa telah membuat tindakan yang menyebabkan perpecahan di PDIP, 
termasuk soal pencalonan kepala daerah untuk Pemilihan Kepala Daerah 
(Pilkada) Banten tahun 2006.
"Ke mana-mana anda terus menjelek-jelekkan DPD PDIP Banten. Jadi, cepat 
sudahi saja dulu acara ini!," tandasnya.
Mendapat dampratan seperti itu Marissa tidak kalah sengit, dan anggota 
DPR RI itu langsung melayani Jayeng. "Saya ada di sini karena memiliki 
hak sebagai Wakil Ketua Bidang Kesra dan Pemberdayaan Perempuan sesuai 
dengan SK DPP PDIP. Ini juga rumahku, bukan hanya rumah Jayeng," kata 
Marissa, seraya balik menuding Jayeng telah membiarkan perahu PDIP 
digunakan kader partai lain dalam pencalonan Gubernur Banten hanya demi 
keuntungan pribadi.
Untuk sementara ketegangan mereda karena Jayeng oleh pengurus lain 
digiring masuk ke ruangannya. Tapi setelah jumpa pers usai, Jayeng dengan 
dibantu Iman Rosadi kembali "menyerang" Marissa.
Maka keributan kembali pecah untuk kedua kalinya dengan suasana lebih 
panas, namun tidak sampai terjadi bentrok fisik menyusul datangnya 
sejumlah polisi yang kemudian mengamankan ruangan Kabid Kesra DPD PDIP 
Banten.
Marissa bersama timnya kemudian segera pergi dari tempat itu untuk 
menyerahkan bantuan buku ke perpustakaan "Rumah Dunia" yang merupakan 
perpustakaan milik masyarakat Banten.
Sumber: Ant     
Penulis:        Jy      




-----Original Message-----
From: Iman Rosyadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Date: Tue, 27 Dec 2005 00:48:37 -0800 (PST)
Subject: [WongBanten] Buat Kang GG tentang IWAN ROSADI

> 
>   Kang GG,
>   
>   IWAN ROSADI yang akang tanyakan adalah anggota DPRD Banten dari
> Fraksi  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dua sudah 2
> periode  menjadi anggota dewan. Pertama, periode 2001-2004, dia
> merupakan  droping anggota dewan dari Provinsi Jawa Barat. Dalam Pemilu
> 2004, dia  juga ikut terpilih lagi menjadi anggota periode 2004-2009. 
>   
>   Semoga ini tidak berniat menjelekan. Nama IWAN ROSADI disebut-sebut 
> dalam kasus korupsi dana tunjangan rumah dinas dan kegiatan penunjang 
> penyusunan APBD yang totalnya Rp 14 miliar. Dalam salah satu sidang 
> dengan terdakwa Djoko Munandar teruangkap Iwan bersama sejumlah anggota
>  lainnya melakukan penekanan agar uang yang diambil dari dana tidak 
> tersangka (TT) itu segera dicairkan. 
>   
>   Nama Iwan Rosadi kembali mencuat ke permukaan ketika Badan Pengawas 
> Daerah (Bawasda) Banten melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan APBD
>  tahun 2004. Pemeriksaan terhadap anggaran Setwan ditemukan Rp 3,7 
> miliar yang bisa menyebabkan kerugian negara. Dalam nota dinas Kepala 
> Bawasda Banten, M Ritonga ke Gubernur Banten tanggal 26 Juli 2005 
> disebutkan, kerugian negara itu antara lain untuk kegiatan penyusunan 
> perda dan nonperda yang dinilai fiktif senilai Rp Rp 1,5 miliar. Uang 
> itu diterima oleh Iwan Rosadi dan Nandang S dan berasal dari Anggaran 
> Setwan Banten dengan kode rekening 2.01.04.2.2.02.01.1. Secara rinci 
> disebutkan, Iwan Rosadi menerima Rp 711 juta dan Nandang Suryana Rp 85 
> juta. Sisanya, Rp 77,49 juta untuk pajak. 
>   
>   Saya dengar Iwan Rosadi juga bersiap-siap untuk mencalon diri 
> mendampingi Atut Chosiyah, Plt Gubernur Banten. Artinya, dia bersiap 
> untuk "menyalip" Jayeng Rana yang sejak awal sudah mengumandangkan diri
>  akan mendampingi si putri terkasihnya Chasan Sochib.
>   
>   Begitulah Kang  GG tentang IWAN ROSADI yang akang tanyakan. semoga
> bermanfaat.
>   
>   salam,
>   Iman Nur Rosyadi
>   
> 
> "Heri Hendrayana H (Golagong)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:        
>                              Hehehe,k say bca di Kompas, ditulis Iman
> Rosadi.
>     Saya tadinya mau kontak Iman, tapi kelupaan…  
>     Kelindas waktu… pekerjaan yang mnumpuk  setelah sakit…
>     Lumayan, Man, buat ngurangin dosa…
>     Nggak nyagnka itu Iwan Rosadi… Dia itu  Sekwan DPRD Seragn
> atau DPRD Banten, sih?
>     Waduh… Banten kini jadi rebutan, ya…
>     (Mantan) Pengusaha dan preman jadi gubernur  Banten?
>     Apa yang harus kita lakukan?
>      
>     Tetap semangat
>     Gola Gong
>     (nggak ada hubungannya sama Ivone Goolagong,  petenis Australia.
>     Apalagi dengan Gong Xie Fa Tjay dan musing  tradisional gong)
>      
>      
>      
>     -----Original Message-----
>   From: [email protected]  [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> On Behalf  Of Boni Triyana
>   Sent: Monday, December 26, 2005  10:29 PM
>   To: [email protected]
>   Subject: Re: [WongBanten] Bukan  Imam tapi IWAN ROSADI (Saya Iman Nur
> Rosyadi)
>      
>         Kang Iman,
>     
>          
>     
>         Hahaha memang susah jadi orang ngetop yaa....hehehe  Saya juga
> puyeng waktu banyak orang mengira saya anaknya Tryana 
> Sjam'un...batinggg...batingg.... Saya mah kagak ngimpi jadi anak calon 
> gubernur... hehehe
>     
>          
>     
>         oke deh... satu sama deh...
>     
>          
>     
>         tabik,
>     
>          
>     
>         Bonnie (kagak pake Tryana Sjam'un)
>   
>   Iman Rosyadi  <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>     
>             
>   Kawan-kawan Wong Banten,
>   
>   Walah, begitulah nasib awak. Sudah "dikejar-kejar" kaki tangan 
> kelompok dominan di Banten, kini dituding membantu Jayeng Rana mengusir
> Marissa  Haque di Kantor DPD PDIP Banten. Hanya karena kesalahan Antara
> menulis nama  IWAN ROSADI menjadi IMAM ROSADI. Saya juga tidak ada
> hubungan saudara apa pun  dengan yang namanya IWAN ROSADI. Cilakanya,
> itu dikutip oleh KOMPAS, suratkabar  yang kini masih menjadi pemimpin
> di bidang media. Tak apalah semuanya dimaafkan  saja. Semoga punya
> hikmah tersendiri. 
>   
>   Sekadar untuk diketahui, ketika peristiwa itu terjadi saya sendiri
> hadir  sebagai wartawan Sinar Harapan, jadi persis menyaksikan
> bagaimana urutan  peristiwa itu. Bagaimana gaya dan marah Jayeng Rana,
> kemudian sejumlah wartawan  yang akan masuk ke jumpa pers itu juga
> dihalang-halangi oleh kawan-kawan Jayeng  Rana. Harap diketahui juga,
> pada hari itu, rencananya Atut Chosiyah akan hadir  di DPD PDIP Banten
> yang berencana akan mengumumkan "pemecatan"  Marissa dari anggota PDIP.
> Tapi Marissa lebih gesit, sehingga acara itu menjadi  bubar dengan
> didahului keributan itu. 
>   
>   Juga untuk diketahui, saya bernama Iman Nur Rosyadi, bukan Imam
> Rosadi. Saya  tidak pernah ikut partai politik mana pun, entah partai
> yang membungkus dirinya  dengan agama, terutama Agama Islam atau partai
> yang mencitrakan sebagai partai  nasionalis. So sudah dipastikan, Saya
> tidak pernah tercatat sebagai anggota  PDIP. 
>   
>   Bahkan, setelah SMA, saya tidak pernah lagi ikut Pemilihan Umum
> (Pemilu). Di  masa Orba, saya berdalih; percuma suara itu disumbangkan.
> Di era pemilihan  langsung, saya juga ogah memberikan suara karena
> melihat calon-calon pemimpin  yang muncul. SBY-JK yang diagung-agung
> sebagian besar warga (dengan bukti  menang dalam Presiden) kini baru
> diketahui bahwa kebijakannya tidak pernah  mengatasi inti persoalannya,
> hanya sekadar pemanis alias permukaannya saja.  Bahkan, kebijakan
> menaikan harga BBM 120 persen justru menjadi penderitaan  panjang bagi
> sebagian besar warga NKRI. 
>   
>   Salam,
>   
>   Iman Nur Rosyadi, bukan Imam Rosadi, apalagi Iwan Rosadi
>   
>   
>   [EMAIL PROTECTED]  wrote: 
>     Bukan  Imam tapi IWAN ROSADI membantu Jayengrana mengusir Marissa
> Haque
>   dari ruang kerja Marissa -- aneh kan???
>   
>   > Kawan semua,
>   >
>   >   Lengkap sudah rasa malu saya  sebagai orang Banten. Tadi pagi
> saya lihat
>   > dua foto besar tentang keadaan sekolahan di  Kabupaten Lebak yang
> dimuat
>   > Kompas. Lalu saya membaca lagi berita yang  satu ini.
>   >
>   >   Malu-maluin bener sih.
>   >
>   >   Pro: Kang Iman, saya gak ngerti  dengan paragraf ini: "Tapi
> setelah jumpa
>   > pers usai, Jayeng dengan dibantu Iman Rosadi  kembali "menyerang"
>   > Marissa.   Maka keributan kembali  pecah untuk kedua kalinya dengan
>   > suasana lebih panas, namun tidak sampai  terjadi bentrok fisik
> menyusul
>   > datangnya sejumlah polisi yang kemudian  mengamankan ruangan Kabid"
>   >
>   >   Anda kok "membantu"  sih? Apakah Iman Rosadi yang dimaksud ini
> adalah
>   > Anda?
>   >
>   >   Tabik,
>   >
>   >   Bonnie
>   >
>   > Ragil Kuning <[EMAIL PROTECTED]>  wrote:
>   >            Updated: Kamis, 15 Desember 2005, 01:39
>   >
>   >    Marissa Haque Cek-cok  dengan Ketua DPD PDIP Banten
>   >
>   >      Serang, Rabu
>   >            Kirim Teman | Print Artikel
>   >
>   >     http://www.kompas.com/gayahidup/news/0512/15/014038.htm
>   >
>   >      Anggota Komisi  IV DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia
> Perjuangan
>   >    (PDI-P), yang juga mantan  artis Marissa Haque, Rabu terlibat
> cekcok
>   >    adu mulut dengan Ketua DPD  PDIP Banten, Jayeng Rana dan jajaran
>   >    pengurus lainnya di Kantor  DPD PDIP Banten di Serang.
>   >    Jayeng tampak berang dan  tidak senang melihat Marissa 
> menggunakan
>   >    kantor DPD untuk jumpa pers  dalam rangka mengekspose
> kegiatannya
>   >    selaku Wakil Ketua DPD PDIP  Banten Bidang Kesra dan
> Pemberdayaan
>   >    Perempuan.
>   >    Kejadian itu berawal ketika  Marissa mengundang wartawan pada
> pukul
>   >    09.00 WIB guna memaparkan  kegiatannya menangani demam berdarah
> di
>   >    Banten.
>   >    Saat itu Jayeng yang  menampakkan diri di pintu ruangan Bidang
> Kesra
>   >    dan Pemberdayaan Perempuan  langsung mendamprat Marissa seraya
>   >    menudingnya telah  menggunakan ruangan tersebut seperti layaknya
>   >    ruangan milik pribadi.
>   >    "Ruangan ini tidak  hanya milik Anda, kami akan memasang meja.
>   >    Hentikan kegiatan  ini!," ujar Jayeng dengan nada meninggi.
>   >    Marissa tetap menggelar  jumpa pers dengan gaya lesehan, seraya
>   >    menjelaskan programnya  untuk membentuk satuan tugas (Satgas)
> tanggap
>   >    darurat guna mengantisipasi  berbagai penyakit serta pemberian
>   >    kesempatan sekolah gratis  pada anak keluarga miskin.
>   >    Baru beberapa menit acara  berlangsung, Jayeng kembali masuk dan
>   >    menuduh Marissa telah  membuat tindakan yang menyebabkan
> perpecahan
>   >    di PDIP, termasuk soal  pencalonan kepala daerah untuk Pemilihan
>   >    Kepala Daerah (Pilkada)  Banten tahun 2006.
>   >    "Ke mana-mana anda  terus menjelek-jelekkan DPD PDIP Banten.
> Jadi,
>   >    cepat sudahi saja dulu  acara ini!," tandasnya.
>   >    Mendapat dampratan seperti  itu Marissa tidak kalah sengit, dan
>   >    anggota DPR RI itu langsung  melayani Jayeng. "Saya ada di sini
>   >    karena memiliki hak sebagai  Wakil Ketua Bidang Kesra dan
>   >    Pemberdayaan Perempuan  sesuai dengan SK DPP PDIP. Ini juga
> rumahku,
>   >    bukan hanya rumah  Jayeng," kata Marissa, seraya balik menuding
>   >    Jayeng telah membiarkan  perahu PDIP digunakan kader partai lain
>   >    dalam pencalonan Gubernur  Banten hanya demi keuntungan pribadi.
>   >    Untuk sementara ketegangan  mereda karena Jayeng oleh pengurus
> lain
>   >    digiring masuk ke  ruangannya. Tapi setelah jumpa pers usai,
> Jayeng
>   >    dengan dibantu Iman Rosadi  kembali "menyerang" Marissa.
>   >    Maka keributan kembali  pecah untuk kedua kalinya dengan suasana
>   >    lebih panas, namun tidak  sampai terjadi bentrok fisik menyusul
>   >    datangnya sejumlah polisi  yang kemudian mengamankan ruangan
> Kabid
>   >    Kesra DPD PDIP Banten.
>   >    Marissa bersama timnya  kemudian segera pergi dari tempat itu
> untuk
>   >    menyerahkan bantuan buku ke  perpustakaan "Rumah Dunia" yang
>   >    merupakan perpustakaan  milik masyarakat Banten.
>   >
>   >             Sumber: Ant
>   >           Penulis: Jy
>   >
>   >          Berita Lain
>   >
>   >          15/12/2005, 01:34 wib
>   >       •  BJ Habibie: Melihat Kebesaran Islam di Masjidil
> Haram
>   >        15/12/2005, 00:32 wib
>   >       •  Andien, Pernah Dimaki Penyanyi Senior
>   >        14/12/2005, 18:21 wib
>   >       •  PM Jepang Janji Masak untuk PM Malaysi
>   >
>   >
>   > Tetap Semangat Mencintai Banten!
>   >
>   >
>   >
>   > ---------------------------------
>   >   YAHOO! GROUPS LINKS
>   >
>   >
>   >     Visit your group  "wongbanten" on the web.
>   >
>   >     To unsubscribe from  this group, send an email to:
>   >  [EMAIL PROTECTED]
>   >
>   >     Your use of Yahoo!  Groups is subject to the Yahoo! Terms of
> Service.
>   >
>   >
>   > ---------------------------------
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   > Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com
>   
>   
>   
>      
>     
>             
> ---------------------------------
>     
>     Yahoo!  DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less 
>     
>          
>     
>     Send instant messages to  your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 
>             
> 
>     Tetap Semangat Mencintai Banten!  
> 
>                     
>         
> ---------------------------------
>     YAHOO! GROUPS LINKS  
>   
>       
>     Visit your group "wongbanten" on the web.
>      
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>      
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
> Service.  
>   
>       
> ---------------------------------
>   
>   
>           
> 
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Yahoo! Photos
>  Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events,
> holidays, whatever.



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke