Kang Rahmat,
Tentang TS: wah saya mah lebih setuju kalo "jangan terima uangnya, jangan pilih orangnya!" atau sekalian "terima uangnya, pilih orangnya!" Itu lebih jelas, lebih tegas.
Terima kasih atas perhatiannya. Pameran dan seminar itu diselenggarakan setelah beberapa teman bertandang ke rumah ortu saya di Rangkas ketika liburan lebaran lalu tiba. Mereka meminta saya untuk membuat orang Rangkas tahu sejarahnya sendiri. Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya dicapai kata sepakat untuk menyelenggarakan dua kegiatan: seminar dan pameran foto. Kebetulan saya mengoleksi beberapa sumber sejarah, termasuk di antaranya foto-foto Rangkasbitung untuk penulisan tesis.
Kebetulan, kolega saya sesama sejarawan Dr Harry A Poeze berada di Jakarta dan dia bersedia saya "culik" ke Rangkasbitung.
Yang lucu, ketika seminar berlangsung, pada saat saya membuka termin
ketiga, ada seorang pemuda/mahasiswa yang mengaku bernama Joni dari Untirta maju ke depan minta "dengan paksa" diberi kesempatan bicara. Dengan lantang dan dengan tangan yang nunjuk-nunjuk ke ketiga orang di depan (Nina Lubis, Saya dan Poeze) ia mengatakan supaya kami meralat omongan kami tentang rakyat Banten yang pemberontak. Bahkan ia membentak saya untuk meminta maaf atas pernyataan saya yang mengatakan bahwa Banten merupakan daerah yang paling sering memberontak kepada pemerintah kolonial Belanda.
"Kami bukan pemberontak," katanya lantang...
Yang konyol lagi ia marah kepada Dr Poeze dengan mengatakan bahwa bangsa Belanda-lah yang jadi "pemberontak".. ??*&^*&%^*&^ anehhhh kaann...pun dia bilang pada Dr Poeze agar tidak ngomong sembarangan tentang orang Banten...
Sampe acara berakhir dia masih maki-maki Dr Poeze, dan bahkan Ibu Nina juga didamprat... saya benar-benar malu
dibuatnya. Ia tampaknya kesal pada saya karena permintaannya agar saya meminta maaf tidak saya penuhi. Lagipula untuk apa dan kepada siapa saya harus meminta maaf?
Dalam benak ini sebenarnya ingin saya jelaskan bahwa makna "pemberontak" itu tidak selalu bermakna negatif. Orang Banten melakukan pemberontakan karena memang tidak tahan atas penindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial. Kalaupun diganti dengan kata-kata lain, perlawanan misalnya, itu tetap bermakna sama. Dan saya lebih bangga jika dikatakan sebagai pemberontak.
Dan ingin pula saya katakan bahwa inilah sulitnya menjadi sejarawan di Indonesia, terlebih jika harus menulis dengan kata-kata bahasa Indonesia yang telah mengalami reduksi makna, terlebih sejak zaman Orba.
Tapi akhirnya penjelasan itu tidak saya muntahkan, karena saya pikir percuma saja. Salah-salah malah jadi adu tonjok nanti...hehehehe
Demikianlah serba-serbi mengadakan diskusi ilmiah di Rangkasbitung. Sararieun.....loba jawara ngamuk...hehehe
tabik,
Bonnie Triyana (bukan anaknya Sjam'un, apalagi Gola Gong...hehehe)
rahmat harun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
rahmat harun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ass. Wr. Wb,Kang Boni,... ternyata adik kelas nih..., saya juga lulusan SMUNSA Rangkasbitung cuman tahun nya 1981 (wah tua banget yah)... Kemarin bareng anak2 saya juga lihat pameran foto kang boni dan kawan.. bagus..! (cuman acara seminarnya ngga ikut, biasalah sudah kolotmah banyak urusan..sayang memang acara bagus terlewatkan, tapi makalahnya yang kang boni submit, saya sudah baca), sering sering atuh mengadakan acara sejenis.. kalau ada visualnya mah nerangin sama anak agak mudah dan nyambung.. contohna waktu cerita dulu mah masjid agung konstruksi tiang2nya dari kayu ukir jati... kan bisa dilihatin buktinya melalui foto, demikian juga waktu saya cerita sama Ibu (kebetulan beliau ada di Jakarta) langsung budal tuh cerita waktu kunjungan Pak Karno ka Rangkas bagaimana suasana dan bagaimana romansanya (nostalgia meureun).Kembali ka masalah Bapak TS, informasi mengenai sumbangan tersebut langsung didapat dari Kep. Sek. SMUNSA (kebetulan beliau adalah kakak) jadi saya anggap valid lah.. Mengenai masalah riya, menurut saya sih Bapak TS memang sudah diniatin riya, supaya semua orang tau bahwa dia tukang nyumbang, dia ingin meciptakan image demikian... Seperti pada email sebelumnya.. saya katakan saya yakin kita2 (para alumnus SMUNSA) terbebas dari upaya manipulasi demikian.. Uang nya di terima tapi masalah milih mah liat saja nanti..Wassalam,R.HarunBoni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Dear kawan,Saya mau ikut nimbrung perihal yang sedang didiskusikan ini. Terus terang, orang yang nyumbang dengan maksud murni kagak usah di depan orang-orang banyak. Kalau perlu tangan kanan memberi, tangan kiri tak mengetahui. Kalau gembar-gembor nyumbang mah darareukeut kana riya. Moal jadi pahala.Saya sendiri alumnus SMUNSA Rangkasbitung, angkatan 97.Buat Kang Rahmat, coba Anda baca buku yang ditulis oleh Tryana Sjamun yang diterbitkan oleh LP3ES. Buku ini baru saja terbit, saya lupa judulnya. Ada beberapa kejanggalan yang menurut saya sungguh aneh kalau dikemukakan.Saya sendiri ndak kenal siapa Tryana S. Bahkan saya tak tahu kalau dia nyumbang segala. By the why, bagaimana dan dari mana Anda tahu kalau TS itu nyumbang? Dari korankah???thanks,BT
rahmat harun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Saya fikir kalaupun Bapak Triana S cagub A1, melakukan hal teserbut, dia adalah orang yang cerdas dan sangat tahu bagaimana cara merebut simpati. Orang setingkat Pak Triana mahfum dengan menjadi sponsor re-uni SMAN I Rangkasbitung dia telah melakukan pendekatan yang sangat tepat untuk mendapat dukungan.Untuk para alumnus SMAN I Rangkasbitung saya juga yakin sama dengan lulusan SMA lainya adalah target yang sudah dewasa yang sudah 'know who we are, what we like, what we think and how we feel' jadi pendekatannya memang harus begitu tidak bisa pakai power seperti yang biasa dilakukan abah Chasan.Untuk urusan beginian nih antara manipulasi/rekayasa dan merebut simpati/dukungan memang sekulit bawang. Kalau menurut saya sih selama kita merasa tidak dimanipulasi dan ada manfaat buat kita.. yah sah dan akur saja lah....BTW, pada saat reuni tersebut bapak Triana menyumbang untuk SMAN I dan SDN sarana pendidikan kalau tidak salah nih.. @ Rp. 100Jt dan Rp. 150Jt ada manfaatnya kan !?. Punten, saya menulis begini bukan berarti saya mendukung atau orang dekat beliau, saya bukan siapa siapanya dia.. Don't even know him..Wassalam,R. Harun
guna_nieh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Hapunten pisan kasadayana, sanes abdi gagayaeun hayang ngaritik,
iuemah ubar iseng doang,
Reuni akbar Smansa yg baru-baru kemaren dilaksanakan disinyalir ada
unsur tertentu yang ingin memanfaatkan suara undangan pendatang.
disamping untuk mempererat tali silaturahmi ternyata adamaksud2
tertentu loh...!!
yah... yg namanya reunian, siapa sih yang gak mau datang !! tapi
dibalik kegiatan ini banyak sekali FENOMENA ... mungkin semua juga
udah tau kali yah... iya gak ????
kayaknya ada donatur tunggal nih !!
pengen minta doa restu ah....
mudah-mudahan aja doa nya manjur,,,,
kayaknya sih gitu,,,,
tapi gak tau deh, etamah kumaha ceuk para pajabat bae,,,
Assalamualaikum.Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Tetap Semangat Mencintai Banten!
SPONSORED LINKS
Indonesia visa Indonesia phone card Indonesia calling card Indonesia travel Bali indonesia Indonesia
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
- Re: [WongBanten] Azas manfaat Alumni Smansa Rangkasbitung Boni Triyana
Kirim email ke
