Dalam konteks ini saya hanya berfikir bahwa dia (reporter) akan melakukan apapun demi rating stasiun TVnya tanpa mempertimbangkan norma dan aturan yang ada. Plus sebagai orok banten juga merasa dilecehkan dengan ungkapan demikian. Pada saat itu saya adalah yang ditunjuk warga Baduy untuk menyelesaikan masalah.
Pagi ini saya baru bertemu dengan tokoh masyarakat Baduy dan masih menginginkan persoalan ini dituntaskan. Jika memang masih diabaikan, kemungkinan akan ditempuh jalur hukum. --- didin hasanudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pro :[EMAIL PROTECTED] :" "Saya seorang > reporter. Jika mungkin Tuhanpun saya wawancarai". > Sepenggal kalimat yang membuat saya > terhenyak. Sejauh itukah yang ada dikepala reporter > pada masa reformasi ini?" > > weleh-weleh apa bener kang Jaya (OWNER) sejauh itu > paradigma berfikir tentang konsep tuhan salah satu > reporter Tran TV? > > Cuman Tuhan yang mana (versi baduy)? > > Membaca ini saya teringat seorang atheis orang > indonesia yang tinggal lama di LA. > "Bagi saya, agama hanyalah hiburan untuk > melengkapi kebahagian manusia baik yang percaya > maupun yang tidak percaya. Saya menolak semua > ajaranagama yang hanya memberi dan menjanjikan > kebahagiaan hanya kepada mereka yang percaya, dan > menghukum dengan bencana maupun neraka kepada mereka > yang tidak percaya." > > "Bagi saya Tuhan tidak pernah menghukum siapapun > yang tidak percaya kepadanya, sama seperti juga saya > yang tidak pernah menghukum maupun membenci siapapun > yang tidak percaya kepada saya. Saya bisa > membuktikan Nabi Muhammad cuma beristri satu yaitu > Khadijah. Saya bisa membuktikan bahwa Khadijah > keturunan Yahudi. Saya bisa membuktikan bahwa Waraqa > adalah Rabbi Yahudi bukan Kristen. Saya bisa > membuktikan bahwa Aisyah bukan isteri nabi Muhammad. > Saya bisa membuktikan bahwa Nabi Muhammad > dibunuh Abu Bakar." > > Pada acara tayang Jelajah di TransTV saya sempat > melihat dengan jelas tayangan itu. Saya ngobrol2 > lewat tlp dengan teman asal Leuwi Damar-ciboleger > dia sempat bengong "Kok Bisa Yah".(dimanakah > konservasi n revitalisasi kawasan2 budaya? . > > JIKA pembangunan mensyarat kan adanya perubahan > nilai-nilai budaya dan perilaku warganya, seperti > teori Everett E Hagen dalam On the Theory of Social > Change: How Economic Growth Begins, secara teoretis > seharusnya tidak sulit melaksanakan pembangunan di > kawasan Baduy. Ini karena, meski aturan-aturan adat > berusaha dipertahankan, nilai budaya dan perilaku > sebagian warga Baduy telah berubah > (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0409/22/otonomi/1279433.htm) > > Namun perubahan2 itu akankah > menurunkan/menghilangkan nilai sakral dan aura magic > dan dimanfaatkan orang2 yang haus dan menjadikan > nilai uang. > Aing mah teu wasa ari kudu milu aturan dia > (baduy.red) > > Salam > > didin > > > > > > > > > > wong banten <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ketika Tuhan Diwawancarai > > "Saya seorang reporter. Jika mungkin Tuhanpun saya > wawancarai". Sepenggal kalimat yang membuat saya > terhenyak. Sejauh itukah yang ada dikepala reporter > pada masa reformasi ini? > > Sepenggal kalimat dari pembicaraan penyelesaian > masalah antara warga Baduy dengan Trans TV itu > sempat > membuat saya gelisah. Perasaan bercampur aduk antara > terkejut dan kecewa. Karena pada saat itu dalam > kurun > waktu kurang dari satu minggu saya berusaha > menengahi > kedua belah pihak dengan mempertimbangkan kehormatan > keduanya dan dengan cara yang sangat mudah. > > Ketika mendapat banyak kontak dari rekan reporter > baik > reporter media cetak maupun elektronik yang ingin > meliput masalah ini, saya mempertimbangkan untuk > tidak > di blow-up dahulu hingga ada titik temu. > > Sebenarnya tidak mungkin jika ada seseorang yang > hendak berkunjung, tidak mengetahui adanya hukum > atau > peraturan adat di Baduy. Malah dari pembicaraan > tergambar bahwa mereka mengetahui Baduy dengan > "terlalu baik" sehingga yang tergambar bahwa di > Baduy > tidak boleh sembarangan karena banyak larangan dan > masih sangat mistis dan penuh dengan "magic". > Apalagi > jika yang akan berkunjung itu adalah reporter yang > pasti sudah mengumpulkan data secara lebih baik. > > Seperti tidak memperbolehkan mengambil gambar di > area > larangan (Baduy Dalam) dan tamu tidak diperbolehkan > memasuki Baduy lewat pintu lain selain Ciboleger > adalah contoh kecil peraturan adat yang memang tidak > tertulis. "Mengapa tidak dipasang plang tanda > peringatan itu, jika memang tidak boleh masuk", > protes > salah satu orang yang mengklaim dirinya sudah > ratusan > kali dirinya ke Baduy sejak tahun 1970. > > Baduy memang bukan Singapore walau di Singapore juga > mengenakan sangsi atau denda yang tidak sedikit bagi > yang melanggar larangan. Di Singapura juga tidak > berbicara apakah orang yang terkena denda harus > mengetahui larangan tersebut. Tahu atau tidak, sudah > pasti kena sangsi. Jika berpatokan pada prinsip > dimana > bumi dipijak, disitulah langit dijunjung niscaya > masalah itu tidak akan datang. > > Tapi jika masalah belum selesai kemudian melakukan > kesalahan lagi tentunya bukan hanya membuat gusar > warga Baduy. Mereka sudah pada tingkatan marah pada > saat ini. Untuk kedua kalinya rombongan dari Jakarta > menempuh pintu alternatif untuk melakukan permohonan > maaf di Cikeusik dan kembali mengambil foto acara > itu > hanya untuk sekedar bukti pada pimpinannya bahwa > mereka telah melakukan tugasnya dengan sempurna. > > Betapa tidak jika masalah ini juga menyeret tokoh > Baduy Dalam yang juga terkena getahnya karena > membuat > upacara perdamaian tanpa setahu kokolot yang lain. > Kemungkinan besar ia juga akan terkena hukum adat > dari > warga Baduy. Ini menunjukan bahwa persoalan ini > bukan > persoalan ringan jika akhirnya seorang tokoh Baduy > Dalam turut menanggung hukuman. > > Bukan hanya sampai di situ saja persoalan ini karena > warga di luar Baduypun akan terkena imbasnya jika > tokoh Baduy menutup sementara daerah wisata Baduy > sehingga persoalan ini tuntas. Seperti juga mengapa > tamu tidak diperbolehkan menggunakan jalur > alternatif > lain selain Ciboleger pastinya ini masalah ekonomi. > Ditutup sementara atau tamu memutar jalan, yang > pasti > warga Ciboleger akan mengalami penurunan pendapatan > dari sektor penjualan cendera mata, makanan dan > minuman, jasa porter dan juga jasa parkir. > > Sebenarnya sudah ada langkah yang sangat mudah dalam > penyelesaian masalah ini jika ada pihak yang > menyingkirkan keangkuhannya. Tidak ada yang sulit > dan > berat dalam syarat yang diajukan warga Baduy. > Persoalan berat bagi warga Baduy ini mungkin tidak > ada > apa-apanya bagi orang lain. Hanya kearifan dan > kebesaran hati yang akan membuat persoalan ini lebih > ringan untuk diselesaikan. > > Dan Tuhanpun akan berkata,"Sudahkah kau mengerti Aku > serta menjalankan yang Aku anjurkan dan menjauhi > laranganKu?" Jika iya, "Aku akan mendekat padamu dan > bertanyalah padaKu." *** > > > > __________________________________________ > Yahoo! DSL Something to write home about. > Just $16.99/mo. or less. > dsl.yahoo.com > > > > Tetap Semangat Mencintai Banten! > > > > --------------------------------- > YAHOO! GROUPS LINKS > > > Visit your group "wongbanten" on the web. > > To unsubscribe from this group, send an email > to: > === message truncated === __________________________________________ Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less. dsl.yahoo.com Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
