Kasihan deh.
Lalu....?
cuma itu saja.
Tidak kah tertarik balik ke Banten?
Apakah tetap hanya kasihan.
cukup kasihan.
dan hanya kasihan.
biar kan saja kasiha.
tuh itu cuma propinsi.
bukan sodara,
bukan adik atau pun kakak.
pa lagi ortu.
cuma propinsi
cukup dengan kata kasihan deh lo propinsi Banten.
--- imam gecko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Numpang nulis unek-unek di milis ini
>
> Saya adalah orang asli Serang, setelah Banten jadi
> propinsi, kami meninggalkan kota kelahiran saya, dan
> mencari sesuap nasi di Jakarta untuk menyambung
> hidup, karena di Serang kami tidak punya kerjaan
> tetap.
>
> Setelah membaca milis ini saya merasa, terharu,
> dan tergugah dan juga merasa berdosa kenapa Banten
> seperti ini. "Semoga Allah SWT mengampuni dosa Kami
> dan rakyat Banten.
>
> Sebelum Banten Jadi propinsi, kami sempat menjadi
> salah satu timwork yang ikut mensukseskan Banten
> jadi propinsi, termasuk konsep pembangunan Banten 10
> tahun kedepan dan juga sejarah Banten. Namun pada
> kenyataannya Banten menjadi hancur dan rusak. saya
> juga kaget.
>
> Waktu itu saya sempat ikuti perjalanan banten
> menuju propinsi ini dengan baik, mulai pembentukan
> Pokja, BKPB sampai pada Bakor Banten pimpinan Tryana
> Sam'un bahkan sampai kepada kesepakatan Nyimas ropoh
> di rumah kediaman Muchtar Mandala, kediaman Tryana
> Sam'un, Fahri Nachril, Taufikurahman Ruki(ketua
> KPK), Ace Suhaedi Madsupi, Hasan Chohib, H Mardini,
> Eky Sharudin(Almh). Abuya Dimyati(alm), Saketi(Kiai
> Bustomi), Kang Nurman(Ujung kulon) bahkan ke
> Cisemeut bertemu Jaro Karis(Alm).
>
> Bahkan sampai pembuatan konsep pembangunan Banten
> di hotel-hotel di Jakarta dan Anyer, bahkan loby
> dengan anggota DPR. Kalau tidak salah (mungkin bisa
> salah, mohon dikoreksi) dana pembentukan Banten jadi
> proponsi itu menelan Rp 10 miliar pada waktu itu.
>
> Setelah jadi provinsi, maka Hakamudin orang
> Makasar jadi PJS Gubernur yang diutus oleh Mendagri.
> pada saat itulah terjadi perombakan dan penyusunan
> kabinet lokal mulai berantakan tanpa ada koordinasi
> yang jelas. Bahkan kaum periangan mendominasi
> struktur di Banten.
>
> Pada saat itupula ketua pendekar Banten Hasan
> Chohib mendeklalrasikan anaknya Atut menjadi nomor
> dua dalam Pilgub, dirumah kediaman Farih
> Nachril(mantan Kahmi) dan banyak tokoh dan pendiri
> Banten hadir dalam acara buka puasa tersebut.
>
> Disatu sisi, tokoh banten dan pendiri Banten
> bingung, mau mencalonkan siapa yang bakal di usung.
> ada empat calon yang direkomendasikan Tryana, Farih
> Nachril dan Ace Suhaedi M serta Taufikurahman Ruki.
> Dalam pertemuan berikutnya di kediaman Tryana S di
> Kemang Jakarta, disepakati duet Farich Nacril dan
> Ace sebagai wakil.
>
> Namun demikian, Farich mundur, karena merasa tidak
> enak dengan tryana tinggal Ace Suhaedi. rupayanya
> juga terjadi konflik internal antara kedua tokoh
> ini, Ace tidak didukung oleh Bakor gara-gara hal
> sepele saat bicara proyek di banten. sehingga
> terjadi perpecahan. walhasil Bakor gagal merebut A I
> dan di ambil dan dimenangkan oleh Joko-Atut.
>
> Kegagalan inilah yang membuat malapetaka banten
> lebih dalam lagi, tokoh dari Pasar Rau itu
> dibesarkan secara politik di Banten. sehingga
> mengelegarlah Banten dengan Jawaranya. padahal
> orangnya tidak sehabat yang dibayangkan orang-orang.
>
> Hal yang wajar jika masyarakat dan tokoh muda
> Banten juga kawatir melihat Balon saat ini. karena
> saya melihat munculnya balonku untuk 2006 ini
> merupakan peta politik balas dendam.
>
>
> Tryana lulusan amrik dengan sifat pengusahaa nya
> yang tak mau rugi (Kami tidak bisa jelaskan secara
> detail. Begitupula dengan Muchtar Mandala, tokoh
> Orba yang dibesarkan oleh Cendana ini juga punya
> angan besar merebut Banten dan juga termasuk
> rivalnya tryana dalam bisnisnya(kami tidak bisa
> sebutkan)
>
> Sedangkan Atut yang saat ini jadi PJS jelas banyak
> bermasalah, baik isu skandal sampai banyak masalah
> soal kebijakannya dan gengnya.(tidak bisa jelaskan
> lebih Jauh)
>
> Apalagi dengan yang lainnya, hanya mencari dan
> mengeruk keuntungan dari keringat dan jerih payah
> urang banten.
>
> Kami juga merasa kecewa, kalau benar Kang Ali
> Fadilah itu jadi tim suksesnya Tryana, padahal kang
> Ali seharunysa lebih Independen, disamping itu dia
> arkeolog nomor 1 dibanten lulusan universitas
> terkenal di Bali dan juga Perancis serta hapal
> Alquran.
>
> Saya setuju kalau Balonku kedepan harus yang
> mengerti dan mau mengenal sejarah, apalgi sampai
> melestarikannya. banyak situs dan benda zaman bahela
> tidak terawan di seantero Banten ini, mulai dari
> situs di Cisemeut, gunung tunggal, rangkas, bayah,
> punden berundak di Baduy, Baros, Pandeglang,
> Ciunjuran, kraton Surosowan, situs di Lampung yang
> masuk wilayah Banten, tempat pertemuan
> Sokearno-Soeharto dan Jaro Karisdi Cisemeut,
> termasuk surat berharga jaro Karis dan masih banyak
> lainnya.
>
> Dan kami juga mendengar Makodim di hancurkan kami
> sangat sedih, kapan lagi kita bisa melihat
> peninggalan masa lalu kita, dan bisa bercerita
> kepada anak cucu nanti.
>
> Kemarin saya pulang ke Serang dan saya lihat
> naskah penulisan tim penyusun buku Sejarah banten
> pimpinan Josef iskandar dari pandeglang masih ada,
> tetapi sudah mulai rusak. karena sudah hampir 2
> tahun saya tidak tengok, kami bingung mau disimpan
> dimana, karena rumah kami tidak terawat.
>
> Terimakasih.
> kalau ada kesalahan mohon dimaaf, hanya sekedar
> info dan unek-unek
>
> Tetap mencintai Banten
>
> Boni Triyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kang GG yang panassss melulu....
>
> Balongub Banten harus sadar sejarah! Banten adalah
> daerah yang sarat akan sejarah. Jadi kalau balonnya
> masih belum juga "ngeh" sama pentingnya sejarah dan
> budaya, artinya Balongub itu cuma kentut doang
> ngomongnya, kagak beda ama pantatnya (saya tidak
> perlu meminta maaf untuk kata-kata ini)!
>
> Siang tadi (3/1) saya menghadiri diskusi
> persembahan HUT 70 tahun Prof Dr Taufik Abdullah di
> LIPI. Ada banyak sejarawan dari berbagai penjuru
> negeri ini datang, juga ada Gus Dur yang dengan -
> seperti biasanya - kocak memberikan sambutan dan ada
> Taufiq Ismail yang mempersembahkan puisinya bagi
> Prof TA, ada Tarmizi Taher yang membacakan doa, dan
> ada Salim Said yang nyorocos mirip petasan
> cabe!...hehehe
>
> Saya menjadi sadar, bahwa negeri ini memiliki
> banyak sejarawan, tapi sayang mereka, termasuk saya
> tentunya, belum berhasil membuat khalayak banyak
> mahfum akan sejarah. Saya kadang frustasi, mengapa
> kita (termasuk saya juga) kok jadi bloon begini.
> Sejarawan hanya berhasil merekonstruksi masa lalu
> tanpa kemudian diikuti dengan kesadaran sejarah yang
> diamini banyak orang.
>
> Di Banten, saya lihat, mulai ada sedikit kesadaran
> akan sejarah. Tapi jangan tanya birokrat tentang hal
> ini. Salah-salah akan keluar pertanyaan dari mereka:
>
> "jeung naon sih sejarah, eta kan jaman baheula
> bae! Mending neang proyek (baca: korupsi)!"
>
> Banyak hal yang harus diperhatikan gubernur baru
> kelak. Makodim sudah rata dengan tanah, sekarang
> tinggal bagaimana kita bersiasat untuk melindungi
> warisan sejarah lainnya.
>
> Ketika saya berkunjung ke situs kesultanan Banten,
> saya prihatin. Banyak orang beol di situs Surosowan,
> ada banyak santri berpeci yang menggebuk-gebuk kotak
> infaq dengan harapan (atau dengan paksaan) agar
> pengunjung memberikan sumbangannya, ada banyak
> pengemis yang dengan segera menyerbu kita kalau
> memberi uang kepada salah satu dari mereka. Intinya
> acak adut, amburadul, ambrak-angkay, pabalatak.
>
> Bagaimana wisatwan mau datang, kalo banyak 'ee'
> bertebaran, juga banyak orang yang gebuk-gebuk kotak
> amal (emangnye Pemda kagak kasih bantuan??).
>
> Padahal kalau dikelola dengan baik, ini akan
> mendatangkan keuntungan yang cukup besar, bukan
> hanya untuk Pemda, juga buat penduduk sekitar.
>
> Saya bingung, kalau saya sebut para birokrat itu
> bego, mereka tentu tidak mau terima. Kalau saya
> sebut mereka itu cerdas, tentu saya yang keberatan.
> Bagaimana dong?
>
> Banten itu serba tanggung! Susah! Capek! Udah
> banyak perompaknya, tambah tidak sadar sejarah pula.
> Mun ngomong asa pang-aing-na bae. Mun dikritik
> langsung nyabut golok. Mun korupsi nomer hiji!
>
> Semoga ada yang tersinggung dengan pernyataan saya
> ini.
=== message truncated ===
Tetap Semangat Mencintai Banten!
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/