Assalamualaikum wr. wb.
BERFIKIR DAN BERSIKAP JERNIH
Untuk Saudara2 ku di Pesisir Pantai Banten Selatan, Cikotok, Cibeber, Cisungsang, Citorek, Cibeduk, Leuwidamar, Kanekes, Cileles, Gunung Kencana, Banjarsari, Cijaku, Malingping, Panggarangan, Bayah dan Cilograng khususnya masyarakat Kab. Lebak dan umumnya masyarakat Banten.
Fenomena belakangan ini yang terjadi di Banten, munculnya aksi keprihatinan yang dilakukan oleh sebagian masyarakta Banten, mengharuskan kita khususnya ummat Islam untuk memiliki kejernihan berpikir. Banyak dari pelbagai peristiwa yang melanda tubuh birokrasi Banten yang menggoda dan merangsang kita untuk ikut serta terlibat.
Keikutsertaan kita akan dikaitkan dengan pemikiran pelbagai kegiatan berbau protes sebagai upaya "ta'muruna bil ma'ruf wa tanhauna anil munkar", menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran.
Secara sepintas, pelbagai kegiatan protes yang dibungkus dengan slogan-slogan perbaikan tidak lebih hanya mewujudkan sikap kekecewaan dari kita yang berada di luar kekuasaan.
Oleh karena itu kita perlu menyusun kerangka pemikiran agar tidak mudah terjerumus kedalam perilaku politik distorsif yang menggejala dewasa ini. Kita berusaha untuk selalu berjuang menegakkan kebenaran. Namun menegakkan kebenaran tidak merusak keadaan yang sudah baik. Dlm menegakkan kebenaran dengan semangat memperbaiki keadaan ke arah yg lebih baik.
Kita khususnya Ummat Islam jangan mudah tergoda oleh
pelbagai ajakan yang belum tentu mencerminkan kebenaran. Jangan mudah percaya terhadap janji-janji perjuangan untuk memperbaiki sesuatu, padahal tidak lebih hanya sekedar perwujudan kekecewaan karena tidak kebagian jatah.
Pada konteks inilah kita khususnya ummat Islam perlu menyusun kriteria, apakah mereka itu layak dijadikan pemimpin atau mereka harus diwaspadai sebagai kekuatan yang akan menjerumuskan Banten kelembah keterbelakangan. Bagaimanapun, ditengah persoalan politik yang makin memanas menjelang pilkada, manuver politik, makin sering terjadi untuk menghimpun kekuatan dengan tujuan kepentingan tertentu.
Ada beberapa hal yang perlu mendapat catatan; Pertama, kita khususnya Ummat Islam Banten harus melakukan semacam check and recheck terhadap pelbagai ajakan, atau pelbagai pemberitaan yang mengajak kita melakukan perjuangan menegakkan kebenaran. Titik tolak sikap ini,
pemanfaatan sarana informasi dan komunikasi (internet, milis wongbanten) untuk mengarahkan opini sangat luar biasa.
Karenanya, sudah menjadi kewajiban kita khususnya ummat Islam Banten untuk tidak mudah larut dalam provokasi, pemberitaan yang dapat menyeret kita kedalam perilaku distorsif. Kita jangan gampang terpengaruh pada ajakan-ajakan yang dibungkus semangat membangun Banten namun ternyata tidak lebih perwujudan rasa kekecewaan .
Saya kutif ayat AL Qur'an dalam surat An Nur : 15 : "Ingatlah di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar".
Kriteria Kedua ; yang harus dijadikan titik tolak oleh kita untuk terlibat dalam upaya perjuangan
menegakkan kebenaran adalah adanya penjelasan tujuan dan methode. Artinya, tujuan perjuangan dan cara perjuangan itu benar-benar sesuai dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya dan tidak hanya slogan-slogan yang berisi kebohongan.
Saya nukil lagi ayat Al Qur'an dalam surat An Nisa : 65 : "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya".
Semangat kita dalam berjuang membangun Banten yang lebih baik haruslah menjadi dasar berpijak dan menjadi tujuan dari perjuangan itu sendiri. Kebenaran yang diperjuangkan haruslah dengan kerangka semangat mencintai Banten seutuhnya atas dasar kepentingan seluruh masyarakat Banten bukan atas dasar kepentingan kelompok apalagi atas dasar
rasa sakit hati.
Ditengah arus informasi dan komunikasi yang semakin deras, yang mengarahkan manusia pada tujuan dan kepentingan tertentu, tak pelak kita harus mawas diri. Banyak belakangan ini, pemberitaan, isyu, rumor politik yang tanpa kita sadari menyeret kita terlibat dalam aksi hujatan, cacian atau bersikap keras terhadap kekuasaan, padahal tidak ada alasan yang cukup jelas.
Kita perlu memperbaiki pelbagai kekurangan yang ada sekarang ini. Tetapi janganlah perbaikan yang kita lakukan merusak tatanan yang sudah ada.
Sikap seperti itu penting ditegaskan mengingat sekarang ini ada suasana baru yang terlihat pada pemegang kekuasaan. Karenanya, bukan hal istimewa bila ketidakpuasan sekarang ini banyak muncul ditengah masyarakat Banten. Karena itulah kita
perlu bersikap berimbang. Memang disadari masih banyak kekurangan yang ada. Karenanya harus senantiasa mengingatkan mereka-mereka yang mau menjadi Balon Gubernur Banten untuk memperbaiki diri dulu, agar sesuai dengan keinginan masyarakat Banten. Mereka diingatkan layaknya mengingatkan sanak famili dan keluarga terdekat dan bukan dengan cara-cara merusak keadaan yang sudah lumayan baik, walaupun perlu lebih diperbaiki, agar Banten dapat bersolek menata diri. Jangan sampai Banten dikatakan kuper karena image masyarakat di luar Banten selalu mengenal Daerah Banten dengan Ilmu Teluh (Hitam), Debus dan Jawaranya. Marilah kita rubah image buruk tersebut dengan semangat mencintai Banten kearah yang lebih baik. Banten yang berkilau bagaikan mas (walaupun masnya sudah habis). Banten yang beriman, bertaqwa, dan berilmu pengetahuan.
Wallahu alam.
Wassalamualaikum wr. wb.
SPS, Jkt, 6 Jan 06 M / 6 Dzulhijah 1426 H
didin hasanudin <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
kawan semua..!Keperihatinan itu sangat beralasan dan bagimana perubahan dalam sistem demi kearah perbaikan bisa terwujud.sebagaimana kang GG bersemangatnya..!:"Ayo, kita gbung? Nggak usah bikin partai, tapi bikin tekanan kepada para calon gubernurBanten. Dengan cara apa? Saya nggak tahu. Bikin forum milis wongbanten?
Kita bikin beberapa butir kesepakatan. Kalo tidak, revolusi social.,..heeheh... jawabannya? Saya sih nggak berani."Milis ini mungkin bisa dijadikan komunikasi dalam menyalurkan pemikiran-pemikiran itu sehingga ada kontribusi yang nyata.Saya yakin dimilis ini banyak temen2 yang berotak cemerlang.Gagasan "Kontrak Politik" dengan balon2 Gub. sebagai kontrak moral para pemimpin.Kalu itu jalannya..ok lah..!tapi kita perlu mempertimbangkan segala asfek dan kajian2 baik segi penyusunan substansi isi ataupun pada pelaksanan (teknisnya).Pertimbangan substansi itu saya kira sama dengan kang Ahmad sampaikan secara garis besar cuman sedikit mau nambahkan "Pendidikan dan Kesehatan".(boleh teu?)Mungkin temen2 ada ide bagus..?please..dan saya ikut mendukung..!Ada yang lain?.....SalamDidin
Ahmad Mukhlis Yusuf <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Kang Edi,Multiply-nya kok kosong ya, saya klik dari signature anda, tapi kosong.Saya setuju dengan Kang edi soal Kontrak dengan calon2 Gubernur, barangkali kita bisa mulai dengan KONTRAK POLITIK yg juga bisa memasukan beberapa klausul, seperti usul Nur Iswan (Ottawa), diantaranya:1. Siap mengikuti proses PILKADA yang Jujur dan Tanpa Suap Terhadap Pemilih.2. Siap mempublikasikan kekayaannya sehari setelah dilantik bila terpilih jadi Gubernur3. Siap membuat surat edaran yang melarang anak, isterinya/suaminya, keluarganya menggunakan jabatan untuk kemudahan2 dalam berbisnis di Banten.4. Siap melawan dan memberantas korupsi sampai ke akar2nya di Banten.5. Siap mundur bila isi kontrak ini dilanggar.Mungkin Nur Iswan bisa bantu menyusun draftnya, saya akan ikut daftar dalam pengsusung kontrak ini.Salam,Mukhlis YusufStrategy Consulting (www.strategi.co.id)
"we speak value creation"Timah Building, Suite 201
Jln. Iskandarsyah I/4, Jakarta 10260, Indonesia
Phone +62-21-7247430, Facs +62-21-7245321
email: [EMAIL PROTECTED]----- Original Message -----From: [edi hudiata]Sent: Thursday, January 05, 2006 4:57 AMSubject: [WongBanten] Kontrak Sosial & Politik perlu juga tuh
> Iswan dan teman2 semua,
> Mengapa tidak kita minta semua calon gubernur yg
> kini telah beredar utk membuat kontrak politik,
> sebagai komitmennya yg akan terus menerus kita
> tagih, kecuali kita semua telah kehilangan harapan
> sama sekali, membiarkan uang rakyat, yang sekali
> lagi berasal dari pajak dan utang rakyat, diserahkan
> pada para perampok... (Ahmad Mukhlis Yusuf)Salam,Temen-temen miliser wongbanten yang baek. Rupanya diskusi tentang Bakal Calon Gubernur Banten mulai rame di milis ini. Saya dan temen2 Banten yang kebetulan berada jauh dari Tanah Daerah, merasa sangat terbantu informasi berkenaan dengan perkembangan Banten saat ini (di samping nggak ada media lokal yang mengekspos melalui internet, seperti yang kita maklumi).
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less
Saprudin__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
Tetap Semangat Mencintai Banten!
SPONSORED LINKS
Indonesia visa Indonesia phone card Indonesia calling card Indonesia travel Bali indonesia Indonesia
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "wongbanten" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
- Balasan: Re: [WongBanten] Kontrak Sosial & Politik perlu j... SP Saprudin
Kirim email ke
