--- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Khotbah Dhani di "Laskar Cinta" Laskar Cinta (Chapter One) Wahai, jiwa-jiwa yang tenang Berhati-hatilah dirimu Kepada hati hati yang penuh dengan kebencian yang dalam Karena, sesungguhnya iblis ada dan bersemayam Di hati yang penuh dengan benci Di hati yang penuh dengan prasangka Laskar Cinta Sebarkanlah Benih Benih Cinta Musnahkanlah Virus Virus Benci Virus Yang Bisa Rusakkan Jiwa Dan Busukkan Hati Laskar Cinta Ajarkanlah Ilmu Tentang Cinta Karena Cinta Adalah Hakikat Dan Jalan yang Terang Bagi Semua Umat Manusia Jika kebencian meracunimu Kepada manusia lainnya Maka sesungguhnya iblis sudah berkuasa atas dirimu Maka jangan pernah berharap AKU akan mengasihi menyayangi manusia-manusia yang penuh benci seperti kamu Laskar Cinta (Chapter Two) Wahai jiwa-jiwa yang tenang janganlah sekali-kali kamu Mencoba jadi Tuhan dengan mengadili dan menghakimi Bahwasannya kamu memang tak punya daya dan upaya Serta kekuatan untuk menentukan kebenaran yang sejati Bukankah kita memang tercipta laki-laki dan wanita Dan menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa yang pasti berbeda Bukankah kita memang harus saling mengenal dan menghormati Bukan untuk saling bercerai-berai dan berperang angkat senjata. Mendengar lagu dan mencermati lyric diatas, ditambah dengan musik yang sangat bagus sekali (dasyat man!) dengan irama "twisted padang- pasir" dan gebukan drums dan string arransemen yang cantik di album DEWA19 terbaru ini, sungguh merupakan lagu yang membawa misi. Dhani telah berdakwah dengan lagunya, dan lyric yang ditulisnya cukup membuat kita berkaca, apakah kita termasuk orang-orang degil yang dikritik dalam lagu tsb. Orang yang beragama, bahkan tokoh agama sering menjadi paradoks dari pesan luhur agama. Begitu banyak kita melihat gerombolan orang-orang beragama melakukan banyak hal yang bertujuan jelas untuk membela imannya, tetapi justru yang mereka lakukan hanyalah merupakan benih- benih racun yang menghancurkan agama itu sendiri. Agama-agama di dunia ini, apapun agamanya, selalu mengajarkan hal- hal yang suci, yang menyejukkan, yang indah dan damai, dan memancarkan rahmat bagi siapa pun, baik dari para pengikutnya sendiri maupun orang-orang lain. Agama dalam segala "keindahannya" seringkali dikamuflasekan dalam "religiositas" didalam tingkah-laku secara kasat mata saja, namun dengan hati yang masih dalam kekuasaan si jahat. Dan tidak mustahil ada orang-orang beragama, berlaku sok- saleh, atau menjadi tokoh agama, berdakwah bagi ribuan orang, tanpa ia sendiri mengenal Tuhannya. Ini akan menjadi sumber kemunafikan, dan kemunafikan adalah sarang dari semua benih kamuflase. Seorang yang sungguh mengenal Allah, tentu bisa mencerminkan kesejukan, dan bukan memperlihatlan kebengisan dan kedegilan yang berasal dari hati yang jahat. Jiwa manusia begitu korup, sehingga seringkali tanpa sadar seorang yang kelihatannya saleh pun terlibat dengan penipuan terhadap Allah, sesama, dan diri sendiri. Agama adalah manifestasi dari natur manusia yang "homo religiousus". Namun yang ada agama hanyalah usaha manusia untuk membenarkan dirinya sendiri. Padahal, jika seseorang sudah terlampau merasa paling benar, maka yang muncul ialah pemutlakan sikap dan sikap absolutisme. Kita melihat banyak orang dengan atas nama agama telah mendudukkan diri sebagai "tuhan" dan hakim akidah dan hakim dari hukum-agama, berdasarkan keyakinan dan paham yang dianutnya sendiri dan dengan kebenarannya sendiri untuk mengadili orang lain sebagai "pendosa". Tetapi mereka tidak mampu membuktikan pada dirinya sendiri kebenaran tingkah-lakunya itu, sebab orang lain justru lebih melihat wajah-wajah iblis ketimbang citra Allah sendiri yang didengung-dengungkan dalam kegiatannya. Tak seorangpun boleh membenarkan apa yang mereka perjuangkan dalam membela agamanya adalah "yang otentik" Allah, jikalau apa yang dilakukan mereka justru melanggar hak-hak asasi orang lain, menzalimi orang lain, dan memaksakan kehendak bagi orang yang beragama lain melakukan hal yang sama dalam agama kita. Betulkah apa yang kita lakukan dalam usaha-usaha "membela iman" ini adalah seturut kehendak Allah? Inilah yang seringkali dilupakan dan kita abaikan demi ego. Jadilah laskar-laskar cinta Yang menyebarkan benih-benih cinta Kita musnahkan virus-virus benci. Amin. Blessings, BP March 8, 2006 Additional note: Salut to you Dhani Juga Once dengan suara khasnya, Juga Andra, saya selalu suka sound gitarmu DEWA19 masih super-group no. 1 di Indonesia. http://www.dewa19.com/ [Non-text portions of this message have been removed] --- End forwarded message --- Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
