halo bung sp saprudin selamat melaksanakan ibadah puasa, bung tolong saya 
informasikan mengenai pelaksanaan pilgub dan proses pengadaan logistik oleh 
kpud prov banten yang saya baca sekilas pada waktu pulang kampung adanya 
indikasi yang nggak beres dalam pelaksanaan tender. 
karna saya tau banget karekteristik dan moral ketua kpud prov banten yang 
menurut saya tidak begitu baik  wong seusia sudah ujur punya bini abg dan tidak 
mengurus anak - anak nya dengan baik dan dilingkungan masyarakat dia merasa 
besar kepala 
SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  

nouva menulis: Secara tidak sengaja saya mendapatkan kisah ini :

Diriwayatkan dari Mu'ads bin Jabal ra., dari Ibnu Abbas ra yang
berkisah : Kami bersama Rasulullah saw di rumah salah seorang sahabat
Anshar, dimana saat itu kami di tengah-tengah jamaah. Lalu ada suara
orang memanggil dari luar, "Wahai para penghuni rumah, apakah kalian
mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku."

Rasulullah bertanya kepada para jamaah, "Apakah kalian tahu, siapa
yang memanggil dari luar itu ?"

Mereka menjawab, "Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."

Lalu Rasulullah saw menjelaskan, "Ini adalah iblis terkutuk semoga
Allah senantiasa melaknatnya. "

Kemudian Umar ra meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, "Ya
Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku unuk membunuhnya ?"

Beliau menjawab, "Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu
bahwa ia termasuk mahluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu
yang telah diketahui (hari Kiamat) ? Akan tetapi sekarang silahkan
kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintah untuk datang ke
sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengarkan apa yang akan
ia ceritakan pada kalian."

Ibnu Abbas berkata : Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di
tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka
dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang
panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah ke
atas (tidak kesamping). Sedangkan kepalanya seperti kepala gajah yang
sangat besar, gigi taringnya memanjang seperti taring babi. Sementara
kedua bibirnya seperti bibir kerbau. Ia datang sembari memberi
salam, "Assalamu'alaika ya Muhammad, Assalamu'alaikum ya jamaa'atal-
muslimiin,' kata iblis.

Nabi menjawab, "Assalamu lillah ya la'iin (keselamtan hanya milik
Allah, wahai mahluk yang terkutuk). Saya mendengar engkau punya
keperluan kepada kami. Apa keperluan tersebut wahai iblis ?"

"Wahai Muhammad, saya datang ke sini bukan karena kemauanku sendiri,
tapi saya datang ke sini karena terpaksa," tutur iblis.

"Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini wahai makhluk
terkutuk ?" tanya Rasulullah.

Iblis menjawab, "Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus
Tuhan Maha Agung dimana utusan itu berkata, `Sesungguhnya Allah swt
memerintahmu untuk datang kepada Muhammad saw, sementara engkau
adalah mahluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberitahu
kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak cucu Adam,
bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Lalu engkau harus
menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad dengan jujur. Maka demi
Kebesaran dan Keagungan Allah, jika engkau menjawab dengan bohong,
sekalipun hanya sekali, sunguh Allah akan akan menjadikan engkau debu
yang bakal dihempaskan angin, dan musuh-musuhmu akan senang.' Wahai
Muhammad, maka sekarang saya datang untuk menjawab apa yang engkau
tanyakan dengan jujur."

Rasulullah mulai melempar pertanyaan kepada iblis, "Jika engkau bisa
menjawab dengan jujur, maka coba seritakan kepadaku, siapa orang yang
paling engkau benci ?"

Iblis menjawab dengan jujur, "Engkau, wahai Muhammad, adalah orang
yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti
agamamu."

"Lalu siapa lagi yang paling engkau benci ?" tanya Rasulullah.

"Seorang pemuda yang bertakwa dimana ia mencurahkan dirinya hanya
kepada Allah swt," jawab iblis.

"Siapa lagi ?' tanya Rasulullah.

"Orang alim yang wara' (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar," jawab
iblis.

"Siapa lagi ?" tanya Rasulullah.

"Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran
(hadats besar dan kecil serta najis)," tutur iblis.

"Siapa lagi ?" tanya Rasulullah.

"Orang fakir yang senantiasa bersabar, tidak pernah menuturkan
kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluh
penderitaan yang dialaminya," jawab iblis.

"Lalu darimana engkau tahu kalau ia bersabar ?" tanya Rasulullah.

"Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya
kepada mahluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah tidak
akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang sabar,"
jelas iblis.

"Lalu siapa lagi wahai iblis ?" tanya Rasulullah.

"Orang kaya yang bersyukur"

"Lalu apa yang bisa memberi tahu kepadamu, bahwa ia bersyukur ?"

"Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa saja yang
dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya,"

"Bagaimana kondisimu bila ummatku menjalankan shalat ?"

"Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar"

"Mengapa wahai mahluk terkutuk ?"

"Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah sekali
sujud, maka Allah akan mengangkat satu derajat kemuliaan. Apabila
mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali.
Apabila mereka menunaikan manasik haji, maka saya jadi gila. Apabila
membaca Al Qur`an, maka saya akan meleleh seperti timah yang
dipanaskan. Apabila bersedekah maka seakan-akan orang yang bersedekah
itu mengambil kampak lalu memotong saya menjadi dua"

"Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis) ?"

"Sebab dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan :
dengan sedekah itu Allah akan menurunkan keberkahan dalam hartanya,
menjadikan ia disenangi dikalangan mahluk-Nya, dengan sedekah itu
pula Allah menjadikan suatu penghalang antara dia dengan neraka dan
akan menghindarkan segala bentuk bencana dan penyakit"

"Lalu bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar ?"

"Ia sewaktu jahiliyyah saja tidak pernah taat kepadaku, apalagi
sewaktu dalam Islam"

"Bagaimana dengan Umar bin Khaththab ?"

"Demi Allah, setiap kali saya bertemu dengannya, mesti akan lari
darinya"

"Bagaimana dengan Utsman ?"

"Saya merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja malu
kepadanya"

"Lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib ?"

"Saya berharap pada Allah untuk tak akan pernah dipertemukan olehnya"

"Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan ummatku berbahagia dan
mencelakakanmu sampai batas waktu yang telah ditentukan"

"Tidak dan tidak mungkin, dimana ummatmu bisa bahagia sementara saya
senantiasa hidup dan tidak akan mati sampai batas waktu yang telah
ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa berbahagia terhadap ummatmu,
sementara saya bisa masuk kapan saja melalui aliran darah dan daging,
sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan, sungguh saya akan
menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang
awam maupun yang bisa membaca Al Qur`an, yang nakal maupun yang rajin
beribadah, kecuali hamba-hamba Allah yang mukhlis (murni)"

"Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah yang mukhlis ?"

Iblis menjawab dengan panjang lebar, "Apakah engkau tidak tahu wahai
Muhammad, bahwa orang yang masih suka harta dan suka dipuji maka ia
belum murni karena Allah. Sesungguhnya seorang hamba selagi masih
suka harta dan pujian, sementara hatinya selalu bergantung pada
kesenangan dunia, maka ia lebih taat kepadaku. Apakah engkau tidak
tahu wahai Muhammad, bahwa cinta harta itu termasuk dosa yang paling
besar ? kemudian cinta kedudukan adalah dosa besar juga. Saya
mempunyai tujuh puluh ribu anak, sedangkan tiap anak dari jumlah itu
memiliki tujuhpuluh ribu setan. Diantara mereka ada yang saya
tugaskan untuk menggoda ulama, menggoda para pemuda, menggoda orang
tua. Anak-anak muda bagi kami tidak masalah, sedangkan anak kecil
lebih mudah kami permainkan sekehendak saya. Diantara mereka juga ada
yang saya tugaskan untuk menggoda orang yang tekun beribadah,
menggoda orang yang zuhud. Mereka keluar masuk dari kondisi yang
berbeda, dari satu pintu ke pintu lainnya, sehingga mereka berhasil
dengan menggunakan cara apapun. Saya ambil dari mereka nilai
keikhlasan dalam hatinya, sehinga mereka beribadah tidak karena
Allah, sementara mereka tidak merasakan itu. Apakah engkau lupa wahai
Muhammad kisah seorang rahib yang berbuat ikhlas selama tujuhpuluh
tahun, sehingga dengan do'anya ia bisa menyembuhkan penyakit ? Akan
tetapi saya tak pernah putus asa menggodanya sampai ia sempat berbuat
zina dan membunuhnya dan akhirnya ia mati dalam keadaan kafir. Itu
semua berkat saya Muhammad.

Kebohongan itu berasal dari saya, saya adalah mahluk yang berbohong
pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku. Barangsiapa yang
bersumpah atas nama Allah dengan berbohong maka ia kekasihku.
Menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku.
Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku. Barangsiapa bersumpah dengan
menceraikan istrinya (talak) maka hampir tidak akan bisa selamat,
sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang
membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, istrinya adalah
haram baginya. Kemudian dari pasangan itu menghasilkan keturunan
haram. Sehingga semuanya masuk neraka gara-gara satu ucapan.

Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara ummatmu ada orang yang menunda-
nunda shalatnya. Ketika ia hendak menjalankan shalat maka saya selalu
berada padanya dan menganggunya, "masih ada waktu, teruskan engkau
sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan.' Sehingga ia
menunda shalatnya, dan kemudian shalat diluar waktunya. Akibatnya ia
akan memikul dosanya kelak. Kalau saya kalah, maka saya akan mengirim
kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan
menyibukkannya. Kalau saya masih kalah juga, maka saya diamkan sampai
ia melakukan shalat. Ketika dalam shalatnya saya berkata `meliriklah
ke kanan dan ke kiri', akhirnya ia melirik. Maka pada saat itu
wajahnya saya usap dengan tangan saya.

Wahai Muhammad engkau tahu kalau seseorang banyak melirik dalam
shalatnya akan menanggung dosanya. Kalau dalam shalat ia mampu
mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka saya akan buat
ia tergesa-gesa. Ia seperti ayam yang sedang makan, begitu tergesa-
gesa. Kalau dalam shalat berjamaah, ia akan saya buat mendahului imam
karena kepalanya saya tarik. Jika saya masih kalah juga, maka saya
perintahkan meremas jemarinya sehingga bersuara, sesungguhnya ia
termasuk orang yang bertasbih kepadaku. Kalau ia masih mempan juga,
maka saya tiup hidungnya sehingga dia menguap. Saat itulah anak-anak
saya masuk, dan ia makin rakus akan dunia dan berbagai perangkapnya.

Bagaimana ummatmu bisa bahagia wahai Muhammad, sedangkan saya
memerintahkan orang miskin untuk tidak shalat, dan saya berkata
padanya `shalat hanya kewajiban orang yang diberi nikmat'. Kemudian
untuk orang sakit, akan saya buat ia terlena dengan salah satu ayat
Allah, "………..dan tidak apa-apa bagi seorang yang sakit" (An Nur:61)",
padahal tidak apa-apa disini menyangkut tata cara normalnya, bukan
tidak apa-apa untuk meninggalkan shalat. Sehingga ia merasa aman
ketika meninggalkan shalat, padahal jika ia mati saat itu juga, ia
termasuk orang yang kafir dan Allah sunguh akan memurkainya

Bagaimana engkau merasa bahagia atas ummatmu wahai Muhammad,
sedangkan saya bisa memurtadkan seperenam ummatmu ?"

Kemudian Rasulullah meneruskan pertanyaan, "Wahai mahluk terkutuk,
siapa teman dudukmu ?"

"Orang yang suka makan riba"

"Lalu siapa teman dekatmu ?"

"Orang yang berzina"

"Siapa teman tidurmu ?"

"Orang yang mabuk"

"Siapa tamumu ?"

"Pencuri"

"Siapa utusanmu ?"

"Dukun, tukang sihir"

"Apa yang menyenangkan pandangan matamu ?"

"Orang yang bersumpah dengan talak"

"Siapa kekasihmu ?"

"Orang yang meninggalkan shalat Jum`at"

"Wahai mahluk terkutuk, apa yang menyebabkan punggungmu patah ?"

"Suara ringkik kuda untuk berperang di jalan Allah"

"Apa yang menjadikan tubuhmu meleleh ?"

"Tobatnya orang yang bertobat"

"Apa yang membuat hatimu panas ?"

"Orang yang beristigfar kepada Allah, baik siang maupun malam"

"Apa yang membuatmu merasa malu dan hina ?"

"Sedekah secara rahasia"

"Apa yang menyebabkan matamu buta ?"

"Shalat sunnah sebelum subuh"

"Apa yang dapat membuat pecah kepalamu ?"

"Shalat berjamaah"

"Siapa orang yang bisa membahagiakanmu ?"

"Orang yang meninggalkan shalat"

"Siapa orang yang celaka menurut engkau ?"

"Orang yang dermawan atas nama Allah"

"Apa yang menyita pekerjaanmu ?"

"Majelis Ta`lim"

"Bagaimana engkau makan ?"

"Dengan tangan kiri dan jemariku"

"Dimana engkau berteduh ketika panas ?"

"Di bawah kuku manusia"

"Berapa kebutuhan yang pernah engkau minta kepada Allah ?"

"Sepuluh macam"

"Apa saja itu wahai mahluk terkutuk ?"

"Saya meminta agar saya bisa berserikat dengan anak cucu Adam dalam
harta dan kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Allah mengizinkanku
berserikat dalam kelompok mereka. "Dan berserikatlah dengan mereka
pada harta dan anak-anak dan berilah janji mereka. Dan tidak ada yang
dijanjikan kepada mereka melainkan tipuan belaka" (Al Isra' : 64).

Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya akan ikut
memakannya. Saya juga ikut memakan makanan yang bercampur riba dan
haram serta segala macam harta yang tidak dimohonkan perlindungan
kepada Allah dari saya yang terkutuk. Setiap orang yang tidak memohon
perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan
istrinya, maka saya akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak
yang mendengarkan dan taat kepada saya. Begitu pula orang yang naik
kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan,
maka saya adalah temannya. "Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan
berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki" (Al Isra' : 64)

Saya mohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka kamar mandi adalah
rumahku. Saya mohon agar saya punya mesjid, akhirnya pasar adalah
mesjidku. Saya mohon agar saya punya Al Qur`an, maka syair adalah
Qur`anku. Saya mohon agar saya punya adzan, maka terompet adalah
adzanku. Saya mohon agar punya tempat tidur, maka orang mabuk adalah
tempat tidurku. Saya mohon agar diberi teman-teman dekat, maka orang
yang menginfakkan hartanya untuk kemaksiatan adalah teman
dekatku. "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara setan dan
setan itu adalah yang sangat ingkar kepada Tuhannya" (Al Isra' : 27).

Rasulullah saw berkata kepada iblis, "Andaikan tidak setiap apa yang
engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari kitab Allah tentu aku
tidak akan membenarkanmu"

Lalu Iblis berkata lagi, "Wahai Muhammad, saya memohon agar saya bisa
melihat anak cucu Adam tetapi mereka tidak melihatku. Kemudian Allah
menjadikanku bisa mengalir melalui aliran darah mereka. Diriku bisa
berjalan sesuai kehendakku kemana saja dengan cara apapun.
Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak dari orang yang
mengikutimu.

Saya memiliki anak bernama Atamah (semoga Allah melaknatnya) . Ia akan
kencing di mata ummatmu sehingga mereka tertidur dan akhirnya
meninggalkan shalat Isya'. Andaikan tidak karenanya tentu manusia
tidak akan tidur lebih dahulu sebelum shalat Isya'. Saya juga punya
anak bernama Mutaqadhi (semoga Allah mengutuknya) , tugasnya
membangkitkan keinginan umatmu untuk memamerkan harta dan
kelebihannya, sehingga Allah akan memabatalkan 99 dari 100 pahala.
Kemudian anak saya yang lain Kuhyal (semoga Allah mencelakakannya)
dimana ia bertugas mengusapi celak mata ummatmu ketika berada di
majlis Ta'lim dan ketika shalat Jum'at, sehingga dia tertidur dan
tidak mendengarkan khathib sehingga hilanglah pahalanya.

Setiap kali ada perempuan yang keluar rumah, sesungguhnya ada ribuan
pasukanku yang mengikutinya. Mereka ada yang duduk dipinggulnya, di
buah dadanya, di bibirnya, di kukunya, dan dilain tempat yang membuat
perempuan itu menarik secara dunia. Sehingga dia menabur maksiat yang
siap disantap oleh para pemuda. Lain halnya dengan ummatmu yang
berjilbab, tentu saya menggodanya tidak lewat cara itu, karena
tubuhnya tertutup sangat sulit buat saya kalau masih menerapkan cara
itu.

Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak bisa menyesatkan sedikitpun.
Akan tetapi saya hanya bisa menganggu dan menghiasi, mengotori
pikirannya dan menjanjikan janji-janji palsu. Seandainya saya
memiliki kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tak akan membiarkan
segelintir manusia di muka bumi ini masih sempat mengucapkan
syahadat. Tidak ada lagi orang yang shalat dan puasa.

Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak memberikan hidayah
sedikitpun kepada siapapun. Akan tetapi tugasmu sama dengan tugasku
yaitu mengajak. Engkau adalah utusan dan penyampai amanat dari Allah.
Andaikan engkau mempunyai kemampuan untuk memberi hidayah, tentu
engkau tidak akan membiarkan segelintir kafir pun di muka bumi ini.
Engkau hanyalah sebagaimana argumentasi (hujjah) Allah terhadap
mahluk-Nya. Sementara saya hanyalah menjadi sebab celakanya orang."

Lantas Rasulullah berkata kepada iblis, "wahai Abu Murrah (iblis),
apakah engkau masih ingin bertobat dan kembali kepada Allah,
sementara saya akan menjaminmu masuk surga."

Iblis menjawab, "Wahai Rasulullah, ketentuan adanya aku adalah untuk
mempertegas adanya engkau, begitu juga sebaliknya. Itulah hukum yang
ditetapkan Allah dan aku menikmatinya. Ketentuan telah memutuskan dan
qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga
hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Allah yang telah menjadikan engkau
sebagai tuan para Nabi dan khathib para penduduk surga. Sementara
diriku dijadikan tuan orang-orang yang celaka dan khathib para
penduduk neraka. Saya adalah mahluk celaka dan terusir. Ini adalah
akhir dari apa yang saya beritahukan kepada engkau, dan saya
mengatakan sejujurnya."


Semoga Kisah ini lebih membuka mata hati kita akan musuh kita.
Allah maha mengetahui.

---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 




SP Saprudin

---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links











                
---------------------------------
Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com.  Check it out. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke