Mungkin itu pengalaman hanya pada saat itu, mohon jangan digeneralisir. JAdi jangan kapok dateng ke Banten, masih banyak koq orang-orang yg ramah. Gak usah berprasangka buruk dulu, ajak ngobrol donk ...
Coba dateng en ajak lagi wisatawan lokal or manca... nah khan udah kenal kang Saprudin di milis neh ... kalo dikerubutin lagi bilang aja kawannya kang Sap... bener gak ? --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mas Bayu itu salah interpretasi atau salah > intermediasi? Akh, saya ini orang Bayah asli, dan > saya tahu persis masyarakat Desa Sawarna. Apa yang > dialami oleh Mas Bayu, jelas sangat ironis dengan > kenyataan sebenarnya tentang masyarakat Desa > Sawarna. > Yang namanya orang kampung, biasanya kalau lihat > orang kota bertandang ke kampungnya merupakan suatu > kebanggaan, karena kampungnya bisa dikunjungi oleh > orang dari kota. Masalah langsung didekati oleh > tukang ojeg atau masyarakat, hal itu masalah wajar, > lha wong tukang ojeg nawarin jasa ojegnya. Saya > tidak sependapat dengan Mas Bayu tentang kerurigaan > masyarakat kampung Sawarna terhadap orang dari kota. > Apalagi alasan yang dikemukakan oleh mas Bayu > dikaitkan dengan masalah trauma karena masalah > agama. > > Adapun masyarakat Desa Sawarna jika kedatangan orang > dari kota langsung pada nimbrung, barangkali heran > dan aneh lihat tingkah orang kota yang belagu dan > sok keren. (Jangan diinterpretasikan sorot mata > orang kampung itu dgn pandangan penuh curiga). > > Mas Bayu, masyarakat kampung Sawarna itu 100% > beragama Islam. Jadi tidak betul apa yang > dikemukakan oleh mas Bayu itu bahwa msyarakat Desa > Sawarna trauma karena takut di Islamkan. Memangnya > masyarakat desa Sawarna itu beragama apa > sekarang?????????? > Piye mas sampeyan itu. > Tanya aku, lha wong aku orang Banten Selatan dari > Bayah. Desa Sawarna adalah termasuk salah satu desa > administratif kecamatan Bayah.Jaraknya dari Bayah ke > Desa Sawarna kurang lebih 9 KM. > > Piiiis akh... > > SP Saprudin > > > > ----- Pesan Asli ---- > Dari: Mayra <[EMAIL PROTECTED]> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Rabu, 21 Febuari, 2007 1:17:09 > Topik: Re: Hal: [WongBanten] KEKAYAAN WISATA PANTAI > BANTEN SELATAN > > Pemahaman saya tentang sejarah Banten masih sedikit. > Tapi yang saya tahu Islam adalah agama yang Rahmatan > lil Alamin, yang tidak memaksa orang untuk memeluk > agama ini. > > Kalau memang kejadian ini memang ada, sebaiknya > disertakan dengan bukti2, agar pembaca lain yang > kurang paham sejarah banten bisa menilai dengan > bijaksana. > > From: bayu sukma > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > Sent: Wednesday, February 21, 2007 12:05 AM > Subject: Re: Hal: [WongBanten] KEKAYAAN WISATA > PANTAI BANTEN SELATAN > > Saya pernah membawa wisatawan lokal ke banten > selatan yakni pantai sawarna dan sekitarnya. Ketika > sampai disana sejumlah motor menghampiri rombongan > kami, entah itu ojek atau warga tempatan mereka > meminta uang. Untung saya pandai lobi bisa bahasa > sunda sana kasar-kasar dikit, He...he.. jadi mereka > langsung pergi. Pertanyaan saya kenapa orang sana > jadi begitu yach.Setiap ada orang asing bukan asli > tempatan.Atau mereka trauma mungkin karena pada > zaman dulu yang pada mau diislamkan pada lari ke > sana.Jadi kalu ada orang asing selalu dicurigain. > Seolah-olah mau mempengaruhi mereka agar masuk islam > ya.Disini perlu ada sosialisasi pentingnya jaminan > keamanan masyarakat. Sehingga pariwisata Banten > selatan maju dapat dipromosikan wisata dalam > kenyamanan.. > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > > > > > > > ________________________________________________________ > > Sekarang dengan penyimpanan 1GB > http://id.mail.yahoo.com/ > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > ____________________________________________________________________________________ Have a burning question? Go to www.Answers.yahoo.com and get answers from real people who know.
