Sawarna sebenarnya sangat terkenal bagi yang mengikuti
perkembangan Provinsi Banten. Pertama kali Gubernur
Djoko Munandar (ketika itu) mencanangkan Desa Wisata
yaitu di Sawarna. Ketika itu Djoko mengendarai ojek
motor untuk sampai ke pantai Sawarna.

Sawarna memang lebih dekat diakses lewat pelabuhan
ratu sukabumi. Selain jalan yang mulus,
pemandangannyapun memang indah. Yang penting lagi
penginapan dan restoran atau kedai makan sangat banyak
bila lewat jalur sukabumi.

Jika kita lewat Saketi, malimping, Bayah,.... luar
biasa perjuangannya. Benar-benar harus punya niat
wisata adventure jika lewat jalur ini. Dari serang,..
bisa 4 jam perjalanan. Apalagi ketika jalan saketi
hancur oleh dump truk pasir yang bekerja siang-malam.
Seorang investor sampai-sampai berucap gak lagi-lagi
ke Sawarna.

Desa ini dikenal luas karena sejarahnya perkebunan
kelapa yang dikelola Balanda justru berpusat disini.
Sampai sampai ada makam saudaranya Vincen Van Goch,
pelukis yang terkenal itu. 

Jaman rodi ya kembali Jepang membawa orang-orang Jawa
Timur masuk Sawarna lewat Tanjung Layar. Hingga ada
rel kereta menuju Cikotok. Sekarang masih ada Tugu
Romusha disana. Jadi jangan heran jika disana dijumpai
seni reog Ponorogo. Maklum bawaan Jaman Jepang.

Pada era sekarang Sawarna diperkenalkan oleh seorang
pemuda Perancis. Ia justru membuat website tentang
sawarna sebagai surga surfer. Namun sang pemuda
perancis ini lebih banyak tinggal di Pelabuhan ratu
ketimbang di Sawarna.

Di awarna juga terdapat industri biola handmade serta
gitar handmade. Uli sigar, Iwan Fals pernah membeli
gitar disini. Pelakunya juga mantan Kades Sawarna.

Sawarna punya keberanian politik untuk menentukan dan
membuat dengan mengambil beberapa seni tradisi dari
daerah lain yang senada dengan daerah Sawarna.
Sejatinya disana hanya ada pesta laut kecil-kecilan,
tradisi sebuah desa nelayan.

Kini menghadapi turisme yang datang, maka terfikir
untuk menghadirkan sebuah, duabuah pentas tradisi.
Jakarta juga pinjam pepetan wewe Kemang Serang tahun
'60 kemudian didandani, dibuatkan perda,... jadilah
Ondel-ondel.

Saat ini Sawarna membutuhkan investor yang mau
membuatkan jembatan penghubung antara desa Sawarna
dengan pantai Sawarna. Karenma memang dibatasi sungai.
Jembatan gantung yang ada tidak memadai untuk menuju
pantai.

Kabarnya jika ada yang mendanai jembatabn, maka tukar
pakai dengan lahan di pantai selama 5 - 10 tahun.
Hmmmmm...

Sawarna juga menang jadi juara satu lomba desa tingkat
nasional lho,....

Sepertinya dua tahun lalu pemprov Banten bekerjasama
dengan rekan wartawan mengadakan even juga di
Sawarna,.... kalau amburadul yah bukan salah bunda
mengandung Ahuehauheuhauhue,......

Sttttt,.... Sawarna juga ramai dikunjungi oleh pemburu
harta karun. Beberapa gua disana diyakini ada
peninggalan jepang. jadi,..... rame deh.





--- ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kang, entah saya yg kuper atau kurang gaul yah. Atau
> penulisnya yg baru tau sawarna. 
> Kalo lagi surfing pariwisata d internet, yg namanya
> sawarna itu sudah cukup banget di kenal ma
> masyarakat
> internasional, dibandingkan banten sendiri (dlm
> bidang
> wisata loh). Lucunya, sawarna sering dsebut masuk ke
> jawa barat (sukabumi). 
> Temen2 saya yg dluar juga banyak mengenal sawarna
> sebagai tempat baru, seperti pantai2 di ntt dan ntb.
> Begitu pula dengan kawan2 di betawi, sawarna sudah
> jadi alternatif pengganti liburan pantai ke
> pelabuhan
> ratu. 
> Yang menyedihkan, warga Banten (palagi yg namanya
> warga Pemprov Banten), kayaknya banyak yg ga tau
> tuh.
> Jadi tulisan ini, lebih ironis lagi ketika dibilang
> gaung sawarna kurang terkenal di luar Banten.
> (justru
> di Banten ga da gaungnya).
> So, da pa dg tulisan ini?
> biasa, ngendorong trussssss,.....
> 
> --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > KADES SAWARNA (KEC. BAYAH - LEBAK) GARAP FILM
> > DOKUMENTER BUDAYA DAN PARIWISATA
> > 
> > 
> > 
> > (26 Maret 2007)
> > 
> > RANGKASBITUNG - Kepala Desa Sawarna, Kecamatan
> Bayah
> > Erwin Komara, kini sedang sibuk melakukan
> pembuatan
> > film dokumenter tentang budaya dan pariwisata di
> > desanya. Hal itu dia lakukan untuk mempromosikan
> ke
> > masyarakat di luar Banten.
> > 
> > “Desa Sawarna terkenal dengan pantainya yang
> indah.
> > Begitu pula dengan kebudayaan tradisonal
> > masyarakatnya cukup unik dan harus dilestarikan.
> > Oleh karenanya agar kedua sektor di desa kami ini
> > dapat dikunjungi masyarakat di luar Banten, maka
> > kini saya sedang berupaya mempromosikannya melalui
> > film dokumenternya yang sedang kami garap
> sekarang,”
> > ujar Erwin kepada Radar Banten.
> > 
> > Ditambahkannya, meski pihaknya siap untuk
> melakukan
> > promosi budaya dan wisata di desanya, namun tetap
> > programnya tersebut akan dilaporkan atau
> > diberitahukan ke bupati dan gubernur Banten. Sebab
> > meski hal ini dilakukan sendiri, namun dirinya
> tetap
> > memohon dukungan resmi dari gubernur dan bupati.
> > 
> > “Mudah-mudahan harapan saya ini dapat tercapai
> > dengan baik. Sebab apabila promosi ini berhasil,
> > maka masyarakat dan Pemkab Lebak pun akan
> merasakan
> > dampak keuntungannya,” kata Erwin.
> > Selain sedang berupaya menggarap film dokumenter
> > budaya dan pariwisata di desanya, Erwin pun sedang
> > membenahi perkampungan nelayan tradisional di desa
> > setempat, agar perkampungan itu tetap terlihat
> indah
> > dan bersih serta dapat pula dijadikan obyek wisata
> > tambahan di Sawarna.
> > 
> > “Kami yakin, masyarakat di luar Banten masih
> banyak
> > yang belum tahu indahnya wisata di Sawarna. Sebab
> > kalau sudah tau, tentu banyak wisatawan lokal
> maupun
> > luar negeri yang berbondong-bondong ingin
> berkunjung
> > ke desa kami,” ujarnya.
> > Di tempat terpisah terpisah Ari Pramudia, salah
> > seorang pemerhati budaya dan pariwisata di Lebak
> > mengakui bahwa Sawarna merupakan salah satu aset
> > budaya dan wisata di Lebak yang cukup menarik.
> Namun
> > karena kurangnya promosi dari berbagai pihak, maka
> > hingga kini gaung nama desa Sawarna belum banyak
> > dikenal masyarakat di luar Banten.
> > 
> > “Namun setelah ada upaya kepala desa setempat
> > melakukan promosi melalui film dokumenternya, saya
> > pribadi yakin Sawarna akan cepat dikenal,” kata
> Ari.
> > 
> > URL
> >
>
http://www.radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=9470)
> > 
> > 
> >             
> >
>
________________________________________________________
> > 
> > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> 
> > http://id.yahoo.com/
> > 
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> > 
> > 
> > 
> > Tetap Semangat Mencintai Banten! 
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
> 



       
____________________________________________________________________________________Luggage?
 GPS? Comic books? 
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz

Kirim email ke