Kang Ris2 bisa aja,
Tapi saya salut sama bpk2/ibu2 kita yang di pasar Rau, pasar lama, dll
Dibulan suci Ramadhan ini, tdk harus mengurangi kegiatan usahanya karena
puasa. Tetap semangat tanpa meninggalkan ibadah, melayani orang-2 yang
berpuasa dengan sabar, bahkan terkadang di omel-2in pelanggan.
Bapak/ibu yang di Pasar Rau, Pasar Lama, dan pasar-2 lainnya,
Tiap siang dibawak terik matahari, engkau selalu sibuk melayani persiapan
orang-2 yang akan berbuka puasa. Semoga dibulan yg penuh Berkah ini mendapat
rahmat yang berlimpah dari NYA. Dan niatmu yg kuat utk melaksanakan ibadah Haji
dg berbisnis ini bisa terkabul ditahun-2 berikut.
jangan terlalu serius...di Aminkan aja.
Risyaf Ristiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Oh ngomong masalah duit pribadi ya? Eh kumaha manehna be,
duit-duitna, rek pake naon oge terserah manehna. He..he...he...maksudnya entong
itu gimana untuk mengelola keuangan pribadi ya? Ya kalau penghasilannya
memungkinkan untuk menyisihkan sekian persen dari pendapatan itu bagus, nabung
namanya.
Jangan sampe ada istilah besar Kabel dari pada Tiang, bisa rubuh tong !!
Semua orang pasti punya pikiran ke arah masa depan. Berbagai macam tujuan orang
menyisihkan uang penghasilan untuk ditabung. Ada yang bertujuan jika
tabungannya sudah mencukup akan pergi haji, ada yang bertujuan demi
kelangsungan pendidkan anak-anak, ada yang bertujuan jaga-jaga jika suatu hari
ada kebutuhan yang mendesak dan lain sebagainya. Jika bicara modal untuk
melakukan suatu usaha, maka harus ada tekad kuat, punya skill, punya knowledge,
punya jiwa usaha dan kesungguhan. tanpa itu semua maka modal yang akan
digulirkan untuk berbisnis akan mengalir tanpa arah, bukan untung malah
buntung.
Jika anda atau siapapun yang mau terjun ke dunia usaha (usaha kecil), maka
harus tekun, berani mengambil resiko, tidak putus asa, terampil, dan jangan
lupa berdo'a.
Akh uing mah ngumpulkeun duit rek meuli mostor, karena kalo kredot rada-rada
engap. ya itu juga bagus. bagi yg masih bujang mo ngumpulin duit buat modal
kawin, bagus itu, gak ngerepotin orang tua. Bagi yang sudah punya bini, akh gue
mah mo ngumpulin duit, buat kawin lagi, ya itu belegug namanya.
He..he...he...Jangan terlalu serius euy!!
----- Original Message ----
From: Riszaldi . <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, September 11, 2007 8:01:32 AM
Subject: Re: [WongBanten] Tujuan Keuangan Pribadi
Betul Om,
Dalam hidup ini akan indah bila kita tau apa tujuan hidup kita.
Begitu juga dengan keuangan pribadi.
Kalau ngak jelas tujuannya memperbanyak uang, atau hanya sekedar dapat uang
banyak saja, akan habis begitu saja , bahkan bisa bikin yang aneh-2...atau
poya-2....
Ujung-2nya kalau badan udh mulai capek, ngak bisa kelola keuangan lagi,
tidak ada pemasukan , ludes semua,
Untuk jadi pengusaha , jangan tunggu modal gede dulu,
mulailah dari yg terkecil, jangan malu.
Prinsipnya semua bisnis bagus, asal focus dan konsisten.
yang penting melakukan usaha yang halal.
Sebelumnya atur cashflow rumah tangga (jangan besar pasak dari tiang).
Kurangi teori, perbanyak latihan bisnis dilapangan.
Siapapun dia, kalau tdk terbiasa berbisnis, perlu pengetahuan dan jam terbang
dilapangan.
Dalam memilih modal, makin besar modalnya , resiko makin besar,
tapi gainnya juga besar.
Ada yang modal dan resikonya kecil, tapi gainnya besar, namun modal
kepribadian dan sikap sebagai kompensasi yang harus dibesarkan.
Perjelas tujuan keuangan pribadi terlebih dahulu.
Untuk apa uang yang kita cari itu, apa tujuan hidup kita.
Uang tdk akan dibawa mati, tapi uang untuk ditinggalkan, uang juga untuk kita
bisa beribadah dan beramal sebanyak-banyakbnya .
Dengan uang, kita bisa bantu saudara-2 kita.
Yang halal tentunya,
Sedayu <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
bismillah
Sangat penting merencanakan tujuan keuangan pribadi masing-masing kita sejak
sedini mungkin. Terutama jika sudah mempunyai keluarga (istri/suami dan
anak-anak). Ketika sudah mempunyai penghasilan baik tetap(mis :gaji) ataupun
musiman, sebaiknya mulai meyiapkan dana masa depan, sesuai tujuannya.
Umpamakan dari penghasilan bulanan kita sisakan sekian persen sebagai dana masa
depan/simpanan. Mau disimpan sebagai apa ?
1."Dbawah bantal" atau "celengan" di rumah
2.Simpan di bank dalam tabungan atau deposito
Kedua langkah di atas akan terhadang arus inflasi yang biasanya sedikit diatas
bunga deposito, ditambah biaya-biaya dan pajak.
Maka dari itu harus ada simpanan yang bisa bertumbuh, atau menghasilkan lebih
dari modal yg kita tanamkan.
3.Menjadi pengusaha, pedagang, makelar, dsb. Biasanya perlu modal lebih gede.
4.Menjadi investor di pasar modal.
Khusus produk reksadana, bisa dimulai dengan modal < 500 ribu saja. Return yg
akan didapat bisa melebihi tingkat inflasi. Memang mengandung resiko yang
relatif lebih besar juga. Tinggal bagaimana kita mengelola besar kecilnya
resiko tersebut.
salam,
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for
today's economy) at Yahoo! Games.
http://get.games. yahoo.com/ proddesc? gamekey=monopoly herenow
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
---------------------------------
Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows
on Yahoo! TV.
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.