‘Allah berfirman, ‘Semua amal anak cucu Adam adalah untuknya kecuali puasa,
ia adalah untukKu, dan Aku yang membalasnya. Puasa itu adalah perisai, jika
salah seorang diantara kalian berpuasa hari itu, maka jnganlah berucap kotor
dan jangan mengumpat. Jika seseorang mencelanya atau memusuhinya, maka
hendaknya dia berkata,’Aku sedang berpuasa, aku sedang sedang berpuasa. Demi
Dzat yang jiwa Muhammad berada di TanganNya, sungguh bau mulut orang yang
berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak wangi kesturi.
Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan, yaitu jika berbuka maka dia
berbahagia dan jika dia bertemu Tuhannya maka dia berbahagia dengan (pahala)
puasa-nya” (HR Bukhari dan Muslim)
*Sumber: Kitab Puasa Shahih Attarghib Wa Attarhib karya Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albany*

Kirim email ke