Salam,                                                    H. Asep Mulya         
                     Distanak Prov. Banten                                      
                     M +62811120331 

-----Original Message-----
From: Imron Mulyana <[email protected]>
Date: Sun, 28 Mar 2010 11:37:59 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>
Subject: Ribuan orang hadiri Haul Kiayi Agung Tubagus Ahmad Kadzim Asnawi

PANDEGLANG, Ribuan orang Jamaah dari Majelis Dzikir Al-Qodariyah 
Wannaqsyabandiyah hadiri haul Kiayi Agung Tubagus Kadzim Asnawi yang digelar di 
Kampung Kadu Bongkok Desa Cigandeng Kecamatan Menes hari Sabtu (27/03). Jamaah 
yang datang berbondong-bondong sejak sore ini, datang secara bergelombang 
dengan menggunakan berbagai kendaraan baik roda dua maupun roda empat.Menurut 
penuturan seorang warga yang menghadiri acara tersebut, biasanya jamaah akan 
terus berdatangan sampai menjelang malam, mereka datang dari berbagai daerah 
baik dari Pandeglang maupun luar Pandeglang diantaranya Sumatera, Kalimantan 
dan bahkan dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapur pun tumpah ruah 
menghadiri acara ini.Seorang jamaah yang berasal dari Kampung Halimun Desa 
Banjarnegara Kecamatan Pulosari yang bernama Abdurrohman (70 Tahun) menuturkan, 
”Dirinya pernah belajar langsung dari mama kiayi selama hampir kurang lebih 20 
tahun bersamanya. Dan setiap acara haul ini
 digelar dirinya tidak pernah absen untuk mengikuti acaranya sampai dengan 
selesai, bahkan untuk haul kali ini, dia telah menginap hampir empat hari 
ditempat ini. ”Mama Kiayi Tb Kadzim ini memiliki 4 orang murid yang sampai saat 
ini sangat dihargai oleh murid-muridnya yang lain, diantaranya KH. Sukanta dari 
Kaduparasi, KH. Jupri dari Sukacai, KH. Anda dari Renggasdengklok Karawang dan 
Bahrudin dari Kadubaleor. Biasanya acara haul ini akan dilanjutkan dengan 
Dzikir Bersama yang dipimpin oleh salah seorang dari ke empat orang tersebut” 
tuturnya.Kiayi yang mempunyai kharismatik yang luar biasa ini adalah merupakan 
salah seorang anak dan murid dari kiayi besar di Banten yaitu K.H. Asnawi.  
Kyai Tb. Kadzim, yang merupakan putra K.H. Asnawi telah menjadi 
seorang mursyid dari Tarekat Qodariyah wa Naqsabandiyah dan memiliki silsilah 
guru-guru tarekat yang memang diakui oleh kyai-kyai lain yang seangkatan 
dengannya.Makomnya yang terletak tepat dipinggir
 jalan di Kampung Kadubongkok ini sering ramai dikunjungi oleh para jamaah yang 
hendak berziarah kemakamnya. Makamnya yang disekat dengan ukiran kayu sangat 
menampakan suasana religius yang sangat kental. Diatas sekat terpampang 
silsilah Nasab yang menggambarkan riwayat dari Kiayi Agung Tubagus Ahmad Kadzim 
Asnawi ini, Silsilahnya diawali dengan Sayyid Muhammad Ainul Yaqien yang 
dikenal dengan Sunan Giri, kemudian Nyi Ageng Giri Kidul, Ki Ageng Selo Demak, 
Ki Ageng Nis, Ki Ageng Pamanahan, Sultan Suta Wijaya atau Mataram I atau 
Panembahan Senopati, Sultan Raden Mas Jolang (Mataram II / Pangeran Hanyokro 
Kesumo, Sultan Agung Mataram, Pangeran Adiningrat, Raden Syafan Bumi Agung, 
Raden Indra Manggala, Raden Wira Daha, Raden Arya Rahantika, Ki Ageng Shohib 
dari Jasinga, Syekh Daud dari Cigondang, Syakh Ajib dari Sangkan, Syekh Mahdi 
dari Caringin, Syekh Afifudin, Syekh Qodla Abdurahman,, Kiayi Agung Asnawi dari 
Caringin dan Kiayi Agung Tubagus Ahmad Kadzim
 Asnawi.Bupati Pandeglang H,Erwan Kurtubi yang didampingi AA.Chaer penasehat 
DPD Golkar Kabupaten Pandeglang yang turut hadir dalam acara ini, dalam 
sambutanya mengatakan bahwa ” Semua kekuatan yang ada di masyarakat harus 
bekerja sama membangun daerah ini, termasuk menjaga hubungan baik antara umaro 
dan ulama. Jika kedua kekuatan ini bersatu, program-program yang diarahkan 
untuk membangun daerah akan semakin mudah dilakukan. Hubungan ulama dan umaro 
harus sinergis. Ulama adalah tiang umat, umaro adalah tiang negara. Umat-ulama 
dan umaro harus bersatu,” paparnya. (iim-humas)


      Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? Temukan jawabannya di Yahoo! 
Answers! http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke