Tommi Berebut Ketum Golkar Untuk Jadi Presiden 2014
Kalo JK banyak jegalannya, kalo Akbar Tanjung juga banyak jegalannya, maka
Tommi Suharto dipastikan tidak ada yang berani jadi jegalannya. Kasus Jaksa
Syarifudin yang mati ditembak anak buah Tommi merupakan contoh yang menjadi
jaminan tidak ada yang mau jadi korban seperti sang jaksa tolol ini. Biarlah
kebenaran, keadilan, dan hak boleh dikorbankan, asal jangan jiwa kita yang
dikorbankan gara2 kebentur Tommi.
Kalo jalan menjadi ketum Golkar sudah mulus, nantinya ditahun 2014 juga
jalanannya jadi mulus untuk membuka orde baru jilid 7 artinya sampai 7 generasi.
Memang Golkar ini partai yang dimodali Suharto sekeluarga sejak turunnya
Sukarno. Kita harus belajar dari Suharto yang berani mendongkel Sukarno
padahal pengikut dan pendukung Sukarno ujubilah banyaknya. Tapi jangan takut
menghadapi banyak, kalo kita kejam, berani bunuh, dan tidak mengenal kasihan,
pasti mereka yang mau menentangnya ketakutan malah akan mendukungnya.
Betul, kebanyakan orang adalah kayak Sukarno, menganggap kalo banyak
pendukungnya kita akan kuat. Sayang Sukarno salah memahami anggapannya, dia
juga bukan pemain catur yang cuma kekuatan Raja dan Menteri saja, mampu
mengalahkan Raja lain yang banyak sekali didukung pion2nya. Apa artinya
didukung 8 serdadu dibandingkan melawan rajay yang didukung satu menteri saja.
Memang tergantung posisi, tetapi dengan cuma Raja dan Menteri dipastikan lebih
mampu mengolah posisi. Demikianlah, Sukarno akhirnya tumbang terguling bersama
puluhan juta pendukungnya jadi mayat sia2. padahal Suharto bermodalkan kejam,
bantai, dan tak mengenal ampun ternyata berhasil hanya bermodalkan sekelompok
pasukan khusus saja.
Demikianlah, Tommi dengan Golkarnya nantinya tidak ada yang berani jadi
opposisinya untuk menghadang, juga tidak bisa menghadang dengan cara sembunyi2
dan pasti kena tembak dan tidak ada jaksa yang berani nuntut dan tidak ada
hakim yang berani menyalahkan.
Ny. Muslim binti Muskitawati.