‘Cowok Suka Paha atau Sayap Ayam Cenderung Feminim’ tersebut diuraikan
bahwa pria yang sering mengkonsumsi sayap dan paha ayam dari gerai
fast food<http://www.tunardy.com/tag/fast-food/>memiliki kecenderungan
untuk lebih bersifat feminim. Hal ini disebabkan
karena sayap dan paha merupakan tempat disuntikkannya
hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>
insulin <http://www.tunardy.com/tag/insulin/> X, yang merupakan
hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>kewanitaan. Saya kaget dan
tidak percaya ketika membaca artikel ini. Lalu
saya melakukan penelusuran di Google. Apakah sobat sukses tahu apa yang saya
peroleh dari penelusuran tersebut?

Didalam melakukan penelusuran, saya menggunakan dua kalimat kunci, yaitu ‘
hormon <http://www.tunardy.com/tag/hormon/> ayam’ dan ‘bahaya ayam
broiler<http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/>’.
Lalu saya menemukan berbagai silang pendapat mengenai aman tidaknya
mengkonsumsi ayam broiler <http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/>. Ada
yang mengatakan berbahaya, dan ada juga yang mengatakan artikel-artikel
tersebut hoax belaka.

Menurut sobat sukses kita harus berada di mana? Apakah di pihak pro atau
kontra? Apakah sobat sukses percaya bahwa mengkonsumsi ayam
broiler<http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/>berdampak buruk bagi
kesehatan? Saya sendiri memilih untuk pecaya bahwa
mengkonsumsi ayam broiler <http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/> itu
berbahaya bagi kesehatan. Namun saya tetap berani untuk mengkonsumsi ayam
broiler <http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/>. Mengapa? Baca terus
artikel ini ya.

Masyarakat Indonesia sudah berkali-kali dibuat ketar-ketir dengan ketamakan
para peternak dan pedagang ayam
broiler<http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/>dalam mencari
keuntungan. Sudah tak asing di telinga ibu rumah tangga bahwa
mengkonsumsi ayam broiler <http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/> dapat
mengancam kesehatan. Mulai dari ayam berformalin, ayam tiren, ayam yang
disuntik air hingga ayam yang disuntik
hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>.
Semuanya merugikan kesehatan konsumen. Untuk saat ini, saya memfokuskan
penelusuran pada ayam potong yang diberi suntikan
hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>.
Karena dari keempat ancaman di atas, hanya suntikan pada ayam potong yang
seolah-oleh dilegalkan oleh pemerintah. Sedangkan ketiga ancaman lainnya
telah mendapat upaya pemberantasan dari pihak terkait. Dari beberapa artikel
yang saya baca, pemberian hormon <http://www.tunardy.com/tag/hormon/> pada
ayam potong tidak dilarang, yang penting mengikuti prosedur yang berlaku.

Kita mulai dari pihak yang kontra, yakni pihak yang menyatakan bahwa
mengkonsumsi ayam broiler <http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/> itu
aman bagi kesehatan. Sebuah artikel berjudul ‘Daging Ayam Pakai Hormon.
Fakta atau 
Mitos?<http://akuinginhijau.org/2007/08/28/daging-ayam-pakai-hormon-fakta-atau-mitos/>‘
dari situs AkuInginHijau. com mewakili pihak pro. Pengelola situs ini
mengatakan bahwa suntik hormon <http://www.tunardy.com/tag/hormon/> pada ayam
broiler <http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/> adalah mitos belaka.
Karena saat ini ayam broiler <http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/> yang
kita temui di pasaran merupakan ayam potong yang membawa gen-gen yang
berkualitas. Di dalam artikel tersebut disebutkan bahwa genetika ayam
broiler <http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/> sebenarnya berasal dari
ayam yang sekarang kita sebut sebagai ayam kampung. Ayam kampung yang
berkondisi baik lalu dipilih dan dibiakkan supaya bisa mendapatkan bibit
unggul. Bibit unggul ini kemudian dibiakkan, lalu dipilih lagi anakan yang
terbaik, demikian seterusnya, hingga diperoleh ayam potong yang benar-benar
unggul. Ayam yang benar-benar unggul ini makannya sedikit, tapi cepat
gemuk.. Itulah yang menyebabkan harga ayam potong per kilogramnya jauh lebih
murah dibanding harga daging lain.

Pendapat ini ditangkis oleh pihak pro. Dikatakan bahwa proses pembesaran
ayam potong dari telur hingga siap dipotong hanya memakan waktu dua bulan.
Hal ini dimungkinkan karena adanya penyuntikan
hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>steroid yang dilakukan
secara berkala ke tubuh ayam. Ini benar-benar terjadi
di Indonesia. Peternak yang melakukan praktik seperti ini adalah peternak
yang menjadi rekanan dari restoran fastfood. Tampaknya ini adalah
‘teknologi’ terbaru yang dibawa oleh pengelola restoran cepat saji dari luar
negeri ke Indonesia. Ini berarti cepat atau lambat apa yang dialami oleh
konsumen makanan cepat saji di luar negeri juga akan dialami oleh konsumen
di Indonesia. Dan ini juga berarti peelitian yang dilakukan di luar negeri
patut untuk dipertimbangkan.

Nah, hasil penelitian di luar negeri seperti ini:
Di luar negeri, konsumen pria menjadi gay
<http://www.tunardy.com/tag/gay/>karena kebanyakan mengkonsumsi ayam
dari restoran fast
food <http://www.tunardy.com/tag/fast-food/>. Hal ini disebabkan karena
ayam-ayam yang menjadi bahan bakunya berasal dari ayam-ayam betina yang
disuntik dengan hormon <http://www.tunardy.com/tag/hormon/> yang membantu si
ayam untuk cepat tumbuh besar. Ayam betina dipilih karena lebih cepat tumbuh
besar dan dagingnya lebih empuk Yang sangat disayangkan adalah
hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>
-hormon <http://www.tunardy.com/tag/hormon/> tersebut ternyata menumpuk di
daging ayam. Nah, ini kuncinya mengapa konsumen pria bisa menjadi
gay<http://www.tunardy.com/tag/gay/>.
Ternyata hormon <http://www.tunardy.com/tag/hormon/> yang disuntikkan adalah
hormon <http://www.tunardy.com/tag/hormon/> yang diperuntukkan bagi ayam
betina. Jadi ketika seorang anak laki-laki terlalu banyak mengkonsumsi
daging ayam di restoran fast food <http://www.tunardy.com/tag/fast-food/>,
dia mengakumulasi hormon
<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>-hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>ayam
betina di badannya.
Hormon 
<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>-hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>ini
tidak dapat keluar dari tubuh manusia melalui sistem pencernaan atau
urin. Setelah anak laki-laki itu menjadi dewasa, testis dan penisnya tidak
tumbuh besar dan dia menunjukkan minat seksualnya pada sesama pria.

Lebih lanjut lagi, di Jakarta, dilakukan sebuah penelitian oleh salah satu
staff BPOM, Rusiana. Meskipun tidak berkaitan dengan penyuntikan
hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>,
hasil penelitian ini tetap patut untuk dipertimbangkan. Penelitian tersebut
mengamati sampel hati dan paha ayam
broiler<http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/>yang diambil dari
berbagai tempat pemotongan ayam di Jakarta. Ternyata
didapati bahwa di hati ayam terdapat antibiotik penisilin. Hal ini terjadi
karena hati berfungsi untuk menyaring zat-zat kimia yang masuk ke dalam
tubuh. Sedangkan di daging paha, jumlahnya tidak banyak. Dari 160 sampel
yang ada, ternyata sampel yang berasal dari peternakan besar bebas dari
residu. Dan ternyata, peternakan besar ini memasarkan ayamnya ke
swalayan-swalayan. Sehingga sudah pasti ayam-ayam
broiler<http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/>yang terdapat di
pasar swalayan bebas residu.

Dari tulisan ini dapat disimpulkan bahwa:

   1. Meskipun ada pihak yang mengatakan bahwa penyuntikan
hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>terhadap ayam potong hanya
mitos, namun ternyata tetap saja ditemukan
   peternak yang menggunakan hormon <http://www.tunardy.com/tag/hormon/>.
   2.

   Sebagian besar peternak yang menggunakan
hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>adalah rekanan restoran fast
   food <http://www.tunardy.com/tag/fast-food/>. Maka, sebisa mungkin batasi
   konsumsi ayam dari restoran fast food<http://www.tunardy.com/tag/fast-food/>
   .
   3.

    Bagian tubuh ayam yang disuntikkan
hormon<http://www.tunardy.com/tag/hormon/>adalah sayap dan paha. Jadi
hindarilah bagian ini.
   4.

   Di hati ayam terdapat tumpukan antibiotik penisilin. Itulah sebabnya
   konsumen di luar negeri sangat menghindari bagian ini. Ada baiknya Anda juga
   tidak mengkonsumsi jeroan ayam.
   5.

   Membeli ayam broiler <http://www.tunardy.com/tag/ayam-broiler/> di pasar
   swalayan aman.
   6.

   Bila Anda membeli ayam di pasar tradisional, sebaiknya memilih ayam
   kampung.
   7.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
thanks for joinning this group.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: clip_image002.jpg>>

Kirim email ke