*
* <http://muslim.or.id/al-quran/tafsir-ayat-kursi.html>*Ayat Kursi
*<http://muslim.or.id/al-quran/tafsir-ayat-kursi.html>
*
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ, لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ
وَلاَ نَوْمٌ, لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ, مَنْ ذَا
الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِه,* *
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ, وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ
مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ, وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ
وَاْلأَرْضَ* *
وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا, وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ* *
* <http://muslim.or.id/al-quran/tafsir-ayat-kursi.html>*
Artinya :*
*
“Allah, tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) selain Dia Yang hidup
kekal serta terus menerus mengurus (makhluk).”, “Dia Tidak mengantuk dan
tidak tidur.”, “Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.”, “Tiada yang
dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.”, “Dia mengetahui apa
yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.”, “Dan mereka tidak
mengetahui apa-apa dari ilmu Allah kecuali dengan apa yang
dikehendaki-Nya.”, “Kursi Allah meliputi langit dan bumi.”, “Dan Allah tidak
terberati  pemeliharaan keduanya.”, “Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.”*
*
(QS. Al-Baqoroh : 255)*



*
Tafsir Ayat Kursi*
(Penulis, *Ustadz Anas Burhanuddin, MA*., saat ini sedang menempuh program
S3 Universitas Islam Madinah fak. Syari'ah)

*
Keutamaan Ayat Kursi*

Semua surat dalam al-Qur’an adalah surat yang agung dan mulia.  Demikian
juga seluruh ayat yang dikandungnya. Namun, Allah ta’ala dengan kehendak dan
kebijaksanaanNya menjadikan sebagian surat dan ayat lebih  agung dari
sebagian yang lain. Surat yang paling agung adalah surat  al-Fatihah,
sedangkan ayat yang paling agung adalah ayat kursi, yaitu di surat
Al-Baqarah, ayat 255. Yang akan kita pelajari bersama dalam  kesempatan ini
adalah ayat kursi.

Ubay bin Ka’b radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alahi wa
sallam bersabda:

“Wahai Abul Mundzir (gelar kunyah Ubay), tahukah engkau ayat mana di kitab
Allah yang paling agung?”

Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”

Beliau berkata, “Wahai Abul Mundzir, Tahukah engkau ayat mana di kitab Allah
yang paling agung?”

Aku pun menjawab,
*
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوم**ُ*

Maka beliau memukul dadaku dan berkata, “Demi Allah, selamat atas ilmu (yang
diberikan Allah kepadamu) wahai Abul Mundzir.” (HR. Muslim no. 810)

Dalam kisah Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dengan setan yang mencuri harta
zakat, disebutkan bahwa setan tersebut berkata,

“Biarkan aku mengajarimu beberapa kalimat yang Allah memberimu  manfaat
dengannya. Jika engkau berangkat tidur, bacalah ayat kursi.  Dengan
demikian, akan selalu ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan  tidak akan
mendekatimu sampai pagi.”

Ketika Abu Hurairah menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa
sallam, beliau berkata,

“Sungguh ia telah jujur, padahal ia banyak berdusta.” (HR. al-Bukhari no.
2187)

Dalam kisah lain yang mirip dengan kisah di atas dan diriwayatkan Ubay bin
Ka’b radhiallahu ‘anhu, disebutkan bahwa si jin mengatakan:
*
مَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُصْبِحَ ، وَمَنْ قَالَهَا
حِينَ يُصْبِحُ أُجِيرَ مِنَّا حَتَّى يُمْسِيَ*

“Barangsiapa membacanya ketika sore, ia akan dilindungi dari kami sampai
pagi. Barangsiapa membacanya ketika pagi, ia akan dilindungi  sampai sore.”
(HR. ath-Thabrani no. 541, dan al-Albani mengatakan bahwa sanadnya bagus)

Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
*
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ
يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْتُ*

“Barangsiapa membaca ayat kursi setelah setiap shalat wajib, tidak ada yang
menghalanginya dari masuk surga selain kematian.” (HR. ath-Thabrani no.
7532, dihukumi shahih oleh al-Albani)

Disunnahkan membaca ayat ini setiap (1) selesai shalat wajib, (2) pada
dzikir pagi dan sore, (3) juga sebelum tidur.
*
**Tafsir Ayat Kursi* <http://muslim.or.id/al-quran/tafsir-ayat-kursi.html>
*
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ*

“Allah, tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) selain Dia Yang hidup
kekal serta terus menerus mengurus (makhluk).”

Allah adalah nama yang paling agung milik Allah ta’ala. Allah  mengawali
ayat ini dengan menegaskan kalimat tauhid yang merupakan  intisari ajaran
Islam dan seluruh syariat sebelumnya. Maknanya, tidak  ada sesembahan yang
benar untuk disembah selain Allah. Konsekuensinya  tidak boleh memberikan
ibadah apapun kepada selain Allah.

Al-Hayyu dan al-Qayyum adalah dua di antara al-Asma’ al-Husna yang Allah
miliki. Al-Hayyu artinya Yang hidup dengan sendirinya dan selamanya.
Al-Qayyum berarti bahwa semua membutuhkan-Nya dan semua tidak bisa berdiri
tanpa  Dia. Oleh karena itu, Syaikh Abdurrahman as-Sa’di mengatakan bahwa
kedua nama ini menunjukkan seluruh al-Asma’ al-Husna yang lain.

Sebagian ulama berpendapat bahwa al-Hayyul Qayyum adalah  nama yang paling
agung. Pendapat ini dan yang sebelumnya adalah yang  terkuat dalam masalah
apakah nama Allah yang paling agung, dan semua  nama ini ada di ayat kursi.
*
لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ*

“Dia Tidak mengantuk dan tidak tidur.”

Maha Suci Allah dari segala kekurangan. Dia selalu menyaksikan dan
 mengawasi segala sesuatu. Tidak ada yang tersembunyi darinya, dan Dia
 tidak lalai terhadap hamba-hamba-Nya.

Allah mendahulukan penyebutan kantuk, karena biasanya kantuk terjadi sebelum
tidur.

Barangkali ada yang mengatakan, “Menafikan kantuk saja sudah cukup  sehingga
tidak perlu menyebut tidak tidur; karena jika mengantuk saja  tidak, apalagi
tidur.”

Akan tetapi, Allah menyebut keduanya, karena bisa jadi (1) orang  tidur
tanpa mengantuk terlebih dahulu, dan (2) orang bisa menahan  kantuk, tetapi
tidak bisa menahan tidur. Jadi, menafikan kantuk tidak  berarti otomatis
menafikan tidur.
*
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ*

“Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.”

Semesta alam ini adalah hamba dan kepunyaan Allah, serta di bawah
 kekuasaan-Nya. Tidak ada yang bisa menjalankan suatu kehendak kecuali
 dengan kehendak Allah.
*
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ*

“Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.”

Memberi syafaat maksudnya menjadi perantara bagi orang lain dalam
 mendatangkan manfaat atau mencegah bahaya. Inti syafaat di sisi Allah
 adalah doa. Orang yang mengharapkan syafaat Nabi shallallahu ‘alahi wa
sallam berarti mengharapkan agar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam
mendoakannya di sisi Allah. Ada syafaat yang khusus untuk Nabi  Muhammad,
seperti syafaat untuk dimulainya hisab di akhirat, dan syafaat bagi penghuni
surga agar pintu surga dibukakan untuk mereka. Ada yang  tidak khusus untuk
Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, seperti  syafaat bagi orang yang berhak
masuk neraka agar tidak dimasukkan ke  dalamnya, dan syafaat agar terangkat
ke derajat yang lebih tinggi di  surga.

Jadi, seorang muslim bisa memberikan syafaat untuk orang tua, anak,  saudara
atau sahabatnya di akhirat. Akan tetapi, syafaat hanya diberikan kepada
orang yang beriman dan meninggal dalam keadaan iman. Disyaratkan dua hal
untuk mendapatkannya, yaitu:
1.        Izin Allah untuk orang yang memberi syafaat.
2.        Ridha Allah untuk orang yang diberi syafaat.

Oleh karena itu, seseorang tidak boleh meminta syafaat kecuali kepada Allah.
Selain berdoa, hendaknya kita mewujudkan syarat mendapat  syafaat; dengan
meraih ridha Allah. Tentunya dengan menaatiNya  menjalankan perintahNya
semampu kita, dan meninggalkan semua  laranganNya.
*
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ*

“Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.”

Ini adalah dalil bahwa ilmu Allah meliputi seluruh makhluk, baik yang ada
pada masa lampau, sekarang maupun yang akan datang. Allah  mengetahui apa
yang telah, sedang, dan yang akan terjadi, bahkan hal  yang ditakdirkan
tidak ada, bagaimana wujudnya seandainya ada. Ilmu  Allah sangat sempurna.
*
وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ*

“Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah kecuali dengan apa yang
dikehendaki-Nya.”

Tidak ada yang mengetahui ilmu Allah, kecuali yang Allah ajarkan.  Demikian
pula ilmu tentang dzat dan sifat-sifat Allah. Kita tidak punya  jalan untuk
menetapkan suatu nama atau sifat, kecuali yang Dia kehendaki untuk
ditetapkan dalam al-Quran dan al-Hadits.
*
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ*

“Kursi Allah meliputi langit dan bumi.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu menafsirkan kursi dengan berkata:
*
الكُرْسيُّ مَوْضِعُ قَدَمَيْهِ*

“Kursi adalah tempat kedua telapak kaki Allah.” (HR. al-Hakim no. 3116, di
hukumi shahih oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi)

Ahlussunnah menetapkan sifat-sifat seperti ini sebagaimana ditetapkan Allah
dan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, sesuai dengan kegungan dan kemuliaan
Allah tanpa menyerupakannya dengan sifat makhluk.

Ayat ini menunjukkan besarnya kursi Allah dan besarnya Allah. Dalam sebuah
hadits, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
*
مَا السَّمَاوَاتُ السَّبْع مَعَ الكُرْسِيِّ إِلاَّ كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ
بِأَرْض فَلاَةٍ*

“Tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali laksana lingkaran anting
yang diletakkan di tanah lapang.” (HR. Ibnu Hibban no.361, dihukumi shahih
oleh Ibnu Hajar dan al-Albani)
*
وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا*

“Dan Allah tidak terberati  pemeliharaan keduanya.”

Seorang ibu, tentu merasakan betapa lelahnya mengurus rumah  sendirian.
Demikian juga seorang kepala desa, camat, bupati, gubernur  atau presiden
dalam mengurus wilayah yang mereka pimpin. Namun, tidak  demikian dengan
Allah yang Maha Kuat. Pemeliharaan langit dan bumi  beserta isinya sangat
ringan bagi-Nya. Segala sesuatu menjadi kerdil dan sederhana di depan Allah.

*
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ*

“Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Allah memiliki kedudukan yang tinggi, dan dzat-Nya berada di  ketinggian,
yaitu di atas langit (di atas singgasana). Dalam sebuah  hadits, Nabi
shallallahu ‘alahi wa sallam bertanya kepada seorang budak perempuan: “Di
mana Allah?”

Ia menjawab, “Di langit.”

Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bertanya, “Siapa saya?”

Ia menjawab, “Engkau adalah Rasulullah.”

Maka, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam berkata kepada majikannya (majikan
budak perempuan tersebut -ed), “Bebaskanlah ia, karena sungguh dia beriman!”
(HR. Muslim no. 537)

Jelaslah bahwa keyakinan sebagian orang bahwa Allah ada dimana-mana
bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Hadits.

Demikian pula Allah memiliki kedudukan yang agung dan dzatnya juga  agung
sebagaimana ditunjukkan oleh keagungan kursiNya dalam ayat ini.
*
Kesimpulan:*
1.        Semua ayat al-Qur’an agung. Adapun ayat yang paling agung adalah
ayat kursi.
2.        Disunnahkan untuk membaca ayat ini setiap selesai shalat wajib,
pada dzikir pagi dan sore, dan sebelum tidur.
3.        Penegasan kalimat tauhid.
4.        Arti al-Hayyu dan al-Qayyum yang menunjukkan seluruh nama Allah
yang lain.
5.        Semua bentuk  kekurangan harus dinafikan dari Allah.
6.        Arti syafaat dan syarat memperolehnya.
7.        Ilmu Allah sangat sempurna.
8.        Kita hanya menetapkan untuk Allah nama dan sifat  yang ditetapkan
 oleh Allah dan RasulNya sesuai dengan keagungan dan kemuliaanNya, tanpa
 menyerupakannya dengan nama dan sifat makhluk.
9.        Arti dan keagungan kursi Allah.
10.        Ketinggian dan keagungan Allah dalam dzat dan kedudukan.
11.        Kesalahan orang yang mengatakan Allah ada di mana-mana.
12.        Penetapan banyak nama dan sifat Allah yang menunjukkan kemuliaan
dan kesempurnaan-Nya.

Wallahu a’lam.
*
Referensi:*
1.        Al-Quran dan  Terjemahnya
2.        Tafsir Ibnu Katsir
3.        Fathul Qadir, asy-Syaukani
4.        Taysirul Karimir Rahman, Abdurrahman as-Sa’di
5.        Shahih al-Bukhari
6.        Shahih Muslim
7.        Al-Mu’jam al-Kabir, ath-Thabrani
8.        al-Mustadrak, al-Hakim.
9.        Shahih Ibnu Hibban
10.        Shahih Targhib wa Tarhib, al-Albani
11.        Silsilah Ahadits Shahihah, al-Albani
12.        Fathul Majid, Abdurrahman bin Hasan
13.        Fiqhul Asma’il Husna, Abdurrazzaq al-Badr
14.        Al-Qamus al-Muhith, al-Fairuzabadi

Ibnu Abil ‘Izz al-Hanafi berkata: “…tiada kehidupan untuk hati,  tidak ada
kesenangan dan ketenangan baginya, kecuali dengan mengenal  Rabbnya,
Sesembahan dan Penciptanya, dengan Asma’, Sifat dan Af’al  (perbuatan)-Nya,
dan seiring dengan itu mencintai-Nya lebih dari yang  lain, dan berusaha
mendekatkan diri kepada-Nya tanpa yang lain…” (Syarah al-Aqidah
ath-Thahawiyyah)

***

Penulis: Ustadz Anas Burhanuddin, Lc.
Artikel *www.muslim.or.id*<http://muslim.or.id/al-quran/tafsir-ayat-kursi.html>

----- Forwarded by Aep Saepuloh
FYI


------------------------------
*Dauroh Syar’iyyah Bagi Para Penuntut Ilmu* *

InsyaAllah Bersama Narasumber :*
*
1.**     **Ustadz **DR. Ali Musri Semjan Putra**, **MA**.* *
Tanggal 2 – 3 Juni 2011 ( Kamis– Jum’at )* *
- **Segi – segi Pelanggaran TERORIS terhadap Syari’at ISLAM** -* *
- **Kontroversial  tentang Wahhabiy** -*
*
2.**     **Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan, MA.* *
Tanggal 11 – 12 Juni 2011 ( Sabtu – Ahad )* *
- Syi’ah dan Penyimpangannya –* *
- Aqidah dan Manhaj Imam as Syafi’I -*
*
3.**     **Ustadz Abu Islama Imanuddin Syamsuri, Lc.* *
Tanggal 29 Juni 2011 ( Rabu )* *
- Indahnya Bacaan al – Qur’an –*
*
4.**     **Ustadz Abu Hani Kholid Maulana, Lc.* *
Tanggal 29 Juni 2011 ( Rabu )* *
- Sumber Aqidah dan Manhaj Salaf, serta sebab-sebab Penyimpangan -*

       *Tempat    :       Masjid Nuur ‘Alaa Nuur* *


Jl. Buwek Raya No. 2B Sumber Jaya, Tambun – Bekasi.* *
Waktu  :        Pagi            :  08.30 – 12.00 WIB* *
Sore            :  15.30 – 17.45 WIB* *
Malam             :  19.30 – 21.30 WIB* *
Info         :       Panitia DKM Masnan* *
                      0813 81944 674, 0813 99409 524,* [image: 8-Point Star:
DAUROH GRATIS UNTUK IKHWAN & AKHWAT]
















-- 
*".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and SOUL !!!
...." *
**
*- Aga Madjid -*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image/gif>>

Kirim email ke