===============================
CATATAN MODERATOR: Berikut adalah jawaban balik
Ahmad Yanuardi atas Klarifikasi Eko Kuswanto.
Jika kata sepakat tak juga ketemu, kami bersedia
menjadi penengah. Silahkan bikin janji dan kita
ketemu di markas Agromania. Salam: Moderator!
===============================


Yth. Moderator Agromania, 

Jika Moderator ingin cross check, silahkan hubungi orang2 di Bandar 
Lampung:
1. Bpk. Wira Hp. 0811795634 (pemilik dan pengelola gudang pinang).
2. Bpk. Hafid Zubaidi Hp. 085279900084 (sebagai Marketing Bpk. Wira 
sampai  2 bulan yg lalu).
3. Bpk. Iwan Syarif Hp. 081977964461 (XL) dan 0721-7426203 (pengelola 
dan marketing gudang pinang, kayu manis, lada dll dan juga teman 
sekolah/kuliah YN).

Perlu Moderator ketahui, pak Iwan sempat di SMS oleh YN dan di ancam 
jika membantu saya (padahal saya belum pernah membicarakan hal ini ke 
pak Iwan sebelumnya).
Karena SMS YN ke pak Iwan itu, beberapa kali telpon saya ke pak Iwan 
tidak pernah diangkat (saya mengetahui hal ini dari teman saya di 
Bandar Lampung dan saya bisa mengerti kondisi pak Iwan).

Mengenai binis saya dgn EK dan YN yang belum pernah deal, apa itu 
masalah ?

Mengenai iklan di web, silahkan cross check sendiri di 
indonetwork.co.id
Jika ada iklan saya di web site yang tidak ada hubungannya dgn hasil 
bumi (rempah2 atau spices) dan menawarkan hasil tambang (mineral) 
memang benar. 

Berdasarkan "Form Isian Direktori Agrobisnis" yang saya email tgl 12 
Februari 2008 ke [email protected] , saya sebutkan bahwa:
Bidang Bisnis : Spices and Herbs Raw Materials, Extract and Powder, 
Pertambangan (Iron Ore, Zircon Sand).
Tipe Bisnis     : Perdagangan, Exportir.
Komoditi Bisnis :
Spices and Herbs ( Pinang bulat/belah, Lada, Jahe, Kencur, Kunyit, 
Buah Pala, Pasak bumi, Kayu Manis, Kapulaga, Adas, Kacip Fatimah, 
Daun Pegagan, Daun kumis kucing, Others).
Komoditi yang dijual : Spices and Herbs
Komoditi yang dicari : Spices and Herbs
Nama Anda (yg mengisi form ini): Ahmad Yanuardi
HP/Ponsel : 081805992450 

Moderator bisa check email saya tersebut.

Sumpah demi ALLAH SWT. Saya tidak pernah bohong ke Moderator, EK, YN 
dan yang lain. Sampai sekarangpun spices, herbs dan pertambangan 
(Minerals) masih saya jalankan.
Untuk spices dan herbs saya aktif bertransaksi, memakai dana, nama 
dan surat-surat perusahaann saya sendiri dan bekerja sama dgn pihak 
lain. 
Untuk Minerals, saya hanya sebagai mediator saja, karena dananya 
besar (jutaan USD) dan sudah saya jalankan sejak th 2003-2005, sempat 
vacum di Minerals karena saya mau focus di spices dan herbs.
Sekarang saya jalankan keduanya, spices/herbs dan Mineral, karena 
saya mendapat kepercayaan dari buyer lama saya (buyer menghubungi 
saya, bukan saya yang menghubungi buyer) utk minerals dan saya diberi 
surat MANDATE BUYER dari buyer Iron Ore dr China (kantor di Hongkong).
Saya juga di berikan surat kuasa SPK oleh Miner (pemilik tambang) 
Iron Ore di Palu, Sulawesi Tengah utk mencarikan investor bagi Mining 
mereka.
Perlu di ketahui, saya tidak pernah meminta surat MANDATE BUYER dari 
buyer dan SPK dari Miner, mereka yang memberikan dan menunjuk saya.
Selain di Iron Ore, saya juga bergerak di Steam Coal, Lead Ore, 
Manganese. 

Saya akan kirimkan ke moderator (dalam email yang terpisah) :
Company Profile, SIUP, TDP, NPWP, Kartu Nama dan Passport/KTP milik 
saya ke moderator dan bisa langsung di cross check ke Instansi 
terkait.

Perlu juga di ketahui, bahwa SIUP, TDP, NPWP dan KTP selalu di cross 
check oleh marketing Kartu Kredit dan Bank ke Bank Indonesia (BI) 
apakah saya termasuk daftar hitam di BI dan mereka info balik ke saya 
bahwa tidak ada masalah dgn saya dan perusahaan saya. Saya bisa 
mengajukan kredit atau membuka rekening dan buka cek di manapun bank 
di Indonesia.

Sekarang, coba moderator tanyakan ke YN dan EK, apa mereka juga punya 
dan bisa kirimkan ke Moderator Agromania Company Profile, SIUP, TDP, 
NPWP, Kartu nama dan Passport atau KTP asli mereka ? Saya tidak yakin 
tuh.....

Mengenai nama,
Nama saya di Passport/KTP, SIUP, TDP, NPWP, Kartu Kredit (saya 
memiliki 5 kartu kredit sampai hari ini) dan akte-akte yang lain 
adalah YANUARDI.
Saya mencantumkan tambahan nama AHMAD atau MUHAMMAD didepan nama asli 
saya, dgn alasannya sbb:
Saya banyak berhubungan dengan orang dari Luar Negeri (LN) yang nota 
bene mereka selalu meiliki 2 (dua) suku kata, nick name dan family 
name. Mereka selalu menanyakan nama saya yang lain selain Yanuardi, 
maka saya kasih nama Ahmad (sebelumnya Muhammad dan karena saya 
merasa nama Muhammad terlalu besar bagi saya, maka saya gunakan nama 
Ahmad). Nama Ahmad juga sebagai identitas agama saya yaitu Islam, 
jadi buyer LN akan tahu sendiri bahwa saya adalah Muslin (Islam).
Sampai sekarang, di kartu nama saya adalah AHMAD YANUARDI, dan saya 
selalu menjelaskan ke buyer dan supplier untuk menghindari salah 
paham nantinya.

Hal-hal seperti diatas (bisnis saya di Spices/herbs, Minerals dan 
juga mengenai nama) SUDAH SAYA JELASKAN KE YN DAN EK WAKTU KAMI 
PERTAMA KALI BERTEMU DAN MEREKA BISA MENGERTI WAKTU ITU. Jika 
sekarang EK dan YN memasalahkan nama saya dan aktifitas saya, berarti 
kalian waktu saya jelaskan hal itu ke mereka, mereka tidur ya atau 
mencoba mengalihkan inti permasalahan.

Mengenai kunjungan saya ke Lampung pada awal tahun sbb:
Sejak saya dan buyer Bangladesh sampai di Lampung, saya sudah 
jelaskan ke YN dan EK bahwa saya hanya ingin bisnis dgn mereka 
(karena hanya EK dan YN yang saya kenal waktu itu) dan tidak ingin 
bisnis dgn orang lain. 

Hari pertama, 
Siang hari menjelang waktu Ashar, saya+buyer sampai di Lampung.
Dari airport kami langsung di bawa EK dan YN ke "gudang mereka" dan 
waktu itu yang ada di gudang tersebut beberapa karyawan yang sedang 
bekerja mengolah pinang.
Sore hari (magrib) kami ke hotel dan booking kamar untuk menginap.
Sebelum EK dan YN keluar dari hotel, saya memberitahukan bahwa saya 
ada 2 (dua) titipan.
Pertama, dari kakak ipar saya (utk datang ke gudang pak Oyon).
Kedua,  dari supplier Daun Kumis Kucing saya yang ada di Bogor 
(LSM "TELAPAK" PT. POROS NUSANTAR, gedung alumni IPB dekat Terminal 
Baranangsiang Bogor) memberikan refrensi gudang pak Wira dan Hafid 
sebagai supplier pinang di Lampung dan orang Bogor meminta saya utk 
mengambilkan beberapa sampel hasil bumi dari pak Hafid). 

Saya tanyakan hal diatas ke YN dan EK, mereka bilang tidak masalah 
dan bersedia utk mengantarkan kami ke gudang pak Oyon dan Hafid. 

Malam harinya, pak Oyon datang menemui saya di hotel (rupanya pak 
Oyon sudah diberitahu oleh kakak ipar saya) dan pak Oyon menjelaskan 
posisi dia di gudang yang akan di kunjungi dan sudah menyediakan 
mobil jemputan. 
Sesudah pak Oyon pulang dari hotel, saya sekali lagi info ke YN dan 
YN bilang tidak masalah dan YN+EK akan mengantarkan kami dgn "mobil 
mereka" ke gudang pak Oyon dan Hafid.

Hari Kedua,
Pagi hari jam 7.30 EK +  YN datang ke hotel, saya tanyakan lagi apa 
mereka tidak keberetan mengantarkan kami ke gudang orang lain, mereka 
bilang  tidak masalah, lalu saya tlp pak oyon utk tidak usah 
menjemput kami di hotel.
Sesudah sarapan pagi dan check out dari hotel (buyer saya tidak ingin 
kembali ke hotel dan ingin langsung pulang ke Jakarta siang hari itu 
juga, kami sudah punya tiket pesawat utk pulang ke Jakartai yang kami 
pesan di Airport Cengkareng sebelum berangkat ke lampung, tiket PP).
Kami berangkat ke gudang pak Oyon yang ternyata adalah gudang pak 
Iwan Syarif dan pak Iwan bilang bahwa pak Oyon adalah teman pak Iwan 
yang suka bantu cari buyer utk gudang pak Iwan.

Sesudah dari gudang pak Iwan, kami pergi ke gudang pak Hafid dan 
ternyata adalah gudang yang hari pertama kami kunjungi dan di akui 
oleh EK dan YN sebagai gudang mereka.
Di gudang pak Hafid kami bertemu dgn pak Wira (sebagai pemilik) dan 
pak Wira menjelaskan siapa pak Hafid (marketing dia) dan tidak 
memiliki ikatan apa-apa dgn EK dan YN, YN dan EK hanya sebagai orang 
yg suka sesekali datang dan tanya2 harga hasil bumi (pinang, kencur 
dll), itu saja.

Justru dari sini semua terlihat jelas bahwa :
CV. SWARNA ALAM INDONESIA (Lampung) diwaliki oleh: Yenny Novianty 
(YN) dan Eko Kuswanto (EK) SAMA SEKALI TIDAK MEILIKI GUDANG. MEREKA 
HANYA BROKER SAJA. Gudang yang ditunjukkan adalah milik orang lain. 
Mereka tidak pernah menjelaskan siapa mereka, posisi dan hubungnnya 
dgn orang lain.

Dengan PL di Medan, silahkan Moderator check sendiri. Saya sudah 
berikan no PL dan email PL di email saya kemarin malam.

Maksud saya hendak menagih janji YN utk transfer cicilan pengembalian 
sisa DP saya ke YN, malah YN marah-marah dan bilang bahwa urusan saya 
dan PL mandeg sehingga harus menagih sisa DP saya yang harus YN dan 
EK balikkan. 
Pake logika apa dan apa dasarnya?

Sekarang, urusan saya dgn PL adalah bisnis. 
Urusan saya dgn YN dan EK adalah hutang pihutang. 

Perlu Moderator ketahui, saya sudah capek dgn pola-pola menghindar 
dari YN dan EK jika saya mebicarakan inti permasalahan.

Eko dan Yenny, mau berapa banyak lagi korban yang akan berjatuhan ?
Ingatlah akan mati dan akhirat. Hutang dibawa mati.
Tidak akan tenang apalagi bisa masuk ke langit roh dari orang yang 
mati tetapi masih memiliki hutang di dunia.

Sekarang maunya kalian Yenny dan Eko apa ?
Mau mengirimkan barang atau mengembalikan sisa DP Rp. 45 jt?
Jika kalian memang orang yang bertanggung jawab, beriman dan ingat 
mati, mari kita bertemu secara baik-baik dan menyelesaikan semua.
Di manapun kalian mau: Semarang, Jakarta, Lampung, Medan atau di 
kantor agromania ? up to you, i am waiting and ready for it.

Wassalam
Ahmad Yanuardi


Kirim email ke