Yth Bapak Yanuardi , belum lama ini saya kirim tulisan mengenai " kejanggalan " yg anda dan rekan bisnis anda alami , sayangnya saya baru baca sekarang jawaban anda mengenai " kejanggalan " tsb , tapi saya jadi jelas sekarang , dengan Cermat sudah anda jelaskan semuanya ,hanya saja sayang sekali kalau hal2 spt ini harus menjadi POLEMIK berkepanjangan di kancah Agromania yg kita sayangi , Agromania hanyalah "tempat" untuk berbagi , berdiskusi , bersilaturahmi dan mungkin juga sebagai perantara untuk berdagang , tetapi kan mereka semua melakukan nya di " Luar " Agromania , apakah Agromania juga ikut di " Dalamnya " bila suatu transaksi " berhasil" ?,Belum tentu !, memang , Agromania layak tahu "mereka2" yg ber "Main" didalam nya , agar bila suatu ketika terjadi hal2 yg merisaukan atau bahkan merugikan bagi para Millist yg suka "main" di Agromania , mereka akan menjadi waspada ataupun menjaga jarak "aman" Terima kasih buat anda pak Yanuardi , semoga anda lebih jeli lagi dalam setiap transaksi , terima kasih juga buat Moderator Agromania untuk dimuat nya jawaban saya ini , semoga kita semua makin rajin belajar dan teliti dalam setiap pekerjaan .
Wassalam j.kiky soebekti --- On Sun, 8/3/08, infokita2 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: infokita2 <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [agromania] Jawaban Ahmad Yanuardi atas Klarifikasi Eko Kuswanto To: [email protected] Date: Sunday, August 3, 2008, 10:03 PM =============================== CATATAN MODERATOR: Berikut adalah jawaban balik Ahmad Yanuardi atas Klarifikasi Eko Kuswanto. Jika kata sepakat tak juga ketemu, kami bersedia menjadi penengah. Silahkan bikin janji dan kita ketemu di markas Agromania. Salam: Moderator! =============================== Yth. Moderator Agromania, Jika Moderator ingin cross check, silahkan hubungi orang2 di Bandar Lampung: 1. Bpk. Wira Hp. 0811795634 (pemilik dan pengelola gudang pinang). 2. Bpk. Hafid Zubaidi Hp. 085279900084 (sebagai Marketing Bpk. Wira sampai 2 bulan yg lalu). 3. Bpk. Iwan Syarif Hp. 081977964461 (XL) dan 0721-7426203 (pengelola dan marketing gudang pinang, kayu manis, lada dll dan juga teman sekolah/kuliah YN). Perlu Moderator ketahui, pak Iwan sempat di SMS oleh YN dan di ancam jika membantu saya (padahal saya belum pernah membicarakan hal ini ke pak Iwan sebelumnya). Karena SMS YN ke pak Iwan itu, beberapa kali telpon saya ke pak Iwan tidak pernah diangkat (saya mengetahui hal ini dari teman saya di Bandar Lampung dan saya bisa mengerti kondisi pak Iwan). Mengenai binis saya dgn EK dan YN yang belum pernah deal, apa itu masalah ? Mengenai iklan di web, silahkan cross check sendiri di indonetwork.co.id Jika ada iklan saya di web site yang tidak ada hubungannya dgn hasil bumi (rempah2 atau spices) dan menawarkan hasil tambang (mineral) memang benar. Berdasarkan "Form Isian Direktori Agrobisnis" yang saya email tgl 12 Februari 2008 ke [email protected] , saya sebutkan bahwa: Bidang Bisnis : Spices and Herbs Raw Materials, Extract and Powder, Pertambangan (Iron Ore, Zircon Sand). Tipe Bisnis : Perdagangan, Exportir. Komoditi Bisnis : Spices and Herbs ( Pinang bulat/belah, Lada, Jahe, Kencur, Kunyit, Buah Pala, Pasak bumi, Kayu Manis, Kapulaga, Adas, Kacip Fatimah, Daun Pegagan, Daun kumis kucing, Others). Komoditi yang dijual : Spices and Herbs Komoditi yang dicari : Spices and Herbs Nama Anda (yg mengisi form ini): Ahmad Yanuardi HP/Ponsel : 081805992450 Moderator bisa check email saya tersebut. Sumpah demi ALLAH SWT. Saya tidak pernah bohong ke Moderator, EK, YN dan yang lain. Sampai sekarangpun spices, herbs dan pertambangan (Minerals) masih saya jalankan. Untuk spices dan herbs saya aktif bertransaksi, memakai dana, nama dan surat-surat perusahaann saya sendiri dan bekerja sama dgn pihak lain. Untuk Minerals, saya hanya sebagai mediator saja, karena dananya besar (jutaan USD) dan sudah saya jalankan sejak th 2003-2005, sempat vacum di Minerals karena saya mau focus di spices dan herbs. Sekarang saya jalankan keduanya, spices/herbs dan Mineral, karena saya mendapat kepercayaan dari buyer lama saya (buyer menghubungi saya, bukan saya yang menghubungi buyer) utk minerals dan saya diberi surat MANDATE BUYER dari buyer Iron Ore dr China (kantor di Hongkong). Saya juga di berikan surat kuasa SPK oleh Miner (pemilik tambang) Iron Ore di Palu, Sulawesi Tengah utk mencarikan investor bagi Mining mereka. Perlu di ketahui, saya tidak pernah meminta surat MANDATE BUYER dari buyer dan SPK dari Miner, mereka yang memberikan dan menunjuk saya. Selain di Iron Ore, saya juga bergerak di Steam Coal, Lead Ore, Manganese. Saya akan kirimkan ke moderator (dalam email yang terpisah) : Company Profile, SIUP, TDP, NPWP, Kartu Nama dan Passport/KTP milik saya ke moderator dan bisa langsung di cross check ke Instansi terkait. Perlu juga di ketahui, bahwa SIUP, TDP, NPWP dan KTP selalu di cross check oleh marketing Kartu Kredit dan Bank ke Bank Indonesia (BI) apakah saya termasuk daftar hitam di BI dan mereka info balik ke saya bahwa tidak ada masalah dgn saya dan perusahaan saya. Saya bisa mengajukan kredit atau membuka rekening dan buka cek di manapun bank di Indonesia. Sekarang, coba moderator tanyakan ke YN dan EK, apa mereka juga punya dan bisa kirimkan ke Moderator Agromania Company Profile, SIUP, TDP, NPWP, Kartu nama dan Passport atau KTP asli mereka ? Saya tidak yakin tuh..... Mengenai nama, Nama saya di Passport/KTP, SIUP, TDP, NPWP, Kartu Kredit (saya memiliki 5 kartu kredit sampai hari ini) dan akte-akte yang lain adalah YANUARDI. Saya mencantumkan tambahan nama AHMAD atau MUHAMMAD didepan nama asli saya, dgn alasannya sbb: Saya banyak berhubungan dengan orang dari Luar Negeri (LN) yang nota bene mereka selalu meiliki 2 (dua) suku kata, nick name dan family name. Mereka selalu menanyakan nama saya yang lain selain Yanuardi, maka saya kasih nama Ahmad (sebelumnya Muhammad dan karena saya merasa nama Muhammad terlalu besar bagi saya, maka saya gunakan nama Ahmad). Nama Ahmad juga sebagai identitas agama saya yaitu Islam, jadi buyer LN akan tahu sendiri bahwa saya adalah Muslin (Islam). Sampai sekarang, di kartu nama saya adalah AHMAD YANUARDI, dan saya selalu menjelaskan ke buyer dan supplier untuk menghindari salah paham nantinya. Hal-hal seperti diatas (bisnis saya di Spices/herbs, Minerals dan juga mengenai nama) SUDAH SAYA JELASKAN KE YN DAN EK WAKTU KAMI PERTAMA KALI BERTEMU DAN MEREKA BISA MENGERTI WAKTU ITU. Jika sekarang EK dan YN memasalahkan nama saya dan aktifitas saya, berarti kalian waktu saya jelaskan hal itu ke mereka, mereka tidur ya atau mencoba mengalihkan inti permasalahan. Mengenai kunjungan saya ke Lampung pada awal tahun sbb: Sejak saya dan buyer Bangladesh sampai di Lampung, saya sudah jelaskan ke YN dan EK bahwa saya hanya ingin bisnis dgn mereka (karena hanya EK dan YN yang saya kenal waktu itu) dan tidak ingin bisnis dgn orang lain. Hari pertama, Siang hari menjelang waktu Ashar, saya+buyer sampai di Lampung. Dari airport kami langsung di bawa EK dan YN ke "gudang mereka" dan waktu itu yang ada di gudang tersebut beberapa karyawan yang sedang bekerja mengolah pinang. Sore hari (magrib) kami ke hotel dan booking kamar untuk menginap. Sebelum EK dan YN keluar dari hotel, saya memberitahukan bahwa saya ada 2 (dua) titipan. Pertama, dari kakak ipar saya (utk datang ke gudang pak Oyon). Kedua, dari supplier Daun Kumis Kucing saya yang ada di Bogor (LSM "TELAPAK" PT. POROS NUSANTAR, gedung alumni IPB dekat Terminal Baranangsiang Bogor) memberikan refrensi gudang pak Wira dan Hafid sebagai supplier pinang di Lampung dan orang Bogor meminta saya utk mengambilkan beberapa sampel hasil bumi dari pak Hafid). Saya tanyakan hal diatas ke YN dan EK, mereka bilang tidak masalah dan bersedia utk mengantarkan kami ke gudang pak Oyon dan Hafid. Malam harinya, pak Oyon datang menemui saya di hotel (rupanya pak Oyon sudah diberitahu oleh kakak ipar saya) dan pak Oyon menjelaskan posisi dia di gudang yang akan di kunjungi dan sudah menyediakan mobil jemputan. Sesudah pak Oyon pulang dari hotel, saya sekali lagi info ke YN dan YN bilang tidak masalah dan YN+EK akan mengantarkan kami dgn "mobil mereka" ke gudang pak Oyon dan Hafid. Hari Kedua, Pagi hari jam 7.30 EK + YN datang ke hotel, saya tanyakan lagi apa mereka tidak keberetan mengantarkan kami ke gudang orang lain, mereka bilang tidak masalah, lalu saya tlp pak oyon utk tidak usah menjemput kami di hotel. Sesudah sarapan pagi dan check out dari hotel (buyer saya tidak ingin kembali ke hotel dan ingin langsung pulang ke Jakarta siang hari itu juga, kami sudah punya tiket pesawat utk pulang ke Jakartai yang kami pesan di Airport Cengkareng sebelum berangkat ke lampung, tiket PP). Kami berangkat ke gudang pak Oyon yang ternyata adalah gudang pak Iwan Syarif dan pak Iwan bilang bahwa pak Oyon adalah teman pak Iwan yang suka bantu cari buyer utk gudang pak Iwan. Sesudah dari gudang pak Iwan, kami pergi ke gudang pak Hafid dan ternyata adalah gudang yang hari pertama kami kunjungi dan di akui oleh EK dan YN sebagai gudang mereka. Di gudang pak Hafid kami bertemu dgn pak Wira (sebagai pemilik) dan pak Wira menjelaskan siapa pak Hafid (marketing dia) dan tidak memiliki ikatan apa-apa dgn EK dan YN, YN dan EK hanya sebagai orang yg suka sesekali datang dan tanya2 harga hasil bumi (pinang, kencur dll), itu saja. Justru dari sini semua terlihat jelas bahwa : CV. SWARNA ALAM INDONESIA (Lampung) diwaliki oleh: Yenny Novianty (YN) dan Eko Kuswanto (EK) SAMA SEKALI TIDAK MEILIKI GUDANG. MEREKA HANYA BROKER SAJA. Gudang yang ditunjukkan adalah milik orang lain. Mereka tidak pernah menjelaskan siapa mereka, posisi dan hubungnnya dgn orang lain. Dengan PL di Medan, silahkan Moderator check sendiri. Saya sudah berikan no PL dan email PL di email saya kemarin malam. Maksud saya hendak menagih janji YN utk transfer cicilan pengembalian sisa DP saya ke YN, malah YN marah-marah dan bilang bahwa urusan saya dan PL mandeg sehingga harus menagih sisa DP saya yang harus YN dan EK balikkan. Pake logika apa dan apa dasarnya? Sekarang, urusan saya dgn PL adalah bisnis. Urusan saya dgn YN dan EK adalah hutang pihutang. Perlu Moderator ketahui, saya sudah capek dgn pola-pola menghindar dari YN dan EK jika saya mebicarakan inti permasalahan. Eko dan Yenny, mau berapa banyak lagi korban yang akan berjatuhan ? Ingatlah akan mati dan akhirat. Hutang dibawa mati. Tidak akan tenang apalagi bisa masuk ke langit roh dari orang yang mati tetapi masih memiliki hutang di dunia. Sekarang maunya kalian Yenny dan Eko apa ? Mau mengirimkan barang atau mengembalikan sisa DP Rp. 45 jt? Jika kalian memang orang yang bertanggung jawab, beriman dan ingat mati, mari kita bertemu secara baik-baik dan menyelesaikan semua. Di manapun kalian mau: Semarang, Jakarta, Lampung, Medan atau di kantor agromania ? up to you, i am waiting and ready for it. Wassalam Ahmad Yanuardi ------------------------------------ DAFTAR JADI ANGGOTA MILIS AGROMANIA: Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Posting Pesan: [email protected] Kontak Moderator: [EMAIL PROTECTED] SMS Moderator: 0811-18-5929 TIPS PENCARIAN DI GOOGLE: daftar alamat pembeli agrobisnis / agribisnis, daftar alamat penjual dan pembeli Indonesia dan mancanegara, diskusi dan teori agribisnis, cara melakukan ekspor, buah-buahan, sayur-sayuran, ternak, kebun, taman, tanaman, tanaman obat (herbal), mesin pengolahan, mesin pertanian, makanan, minuman, ikan hias, hutan, pupuk, ikan, ikan laut, benih, biji, kacang-kacangan, daging, rempah-rempah, budidaya, hidroponik, hortikultura, sapi, ayam, burung, kambing, sawit, minyak sawit, bonsai, walet, anggrek, minyak atsiri, udang, kayu, lada, vanili, kopi, coklat, kacang, nilam, markisa, durian, lebah madu, pisang, bekicot, salak, ubi kayu, jagung, karet, eksportir / importir, penjual / pembeli, waralabais (pengusaha waralaba), produsen, wiraswasta, petani, informasi jasa, iklan produk agribisnis, informasi lowongan bidang agrobisnis, forum diskusi, konsultasi, daftar alamat, informasi harga, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, agroindustri, agro indonesia.Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed]

