................yah, bicara diatas kertas is always good-lah
tapi realitanya .....................semoga aja ya................
tidak seperti segede gaungnya dengan program jarak kepyar beberapa waktu lalu
yang gagal total-tal, coba lihat petani jarak yang kalah
gara-2 gak bisa jual hasil jaraknya plus mesin pemeras biji jarak
yang masih ditutup rapat karena tidak bisa menjalankannya
(or ndak da biayanya dst...........dan ato malah da karatan smua pra dipakai)
palagi jelang pemilu, pada jualanlah......................
but always optimism for all agromania ya.............
daripada tidak sama sekali, ini aku tulis semata-mata
karena kecintaanku pada komunitas agromania
yang begitu origin, idealis dan harus tetap mengakar

(jadi teringat waktu era suharto, dalam perjalanan pulang naik bus
dari jakarta to oslo duduk disampingku dosen sebuah PTN terkenal
yang pulang dari NEW ZEALAND dari studi banding,.....................
ngalor ngidul ngobrol beliau heran kenapa negeri surga seperti INDONESIA ini
penduduk/petaninya seperti anak ayam yang mati ditengah-2 lumbung padi
petani tidak bisa jadi raja dan bahkan berada pada kasta terendah dinegeri ini
tidak seperti NEW ZEALAND walo dengan wilayah segitu bisa memakmurkan
rakyatnya hanya dari ekonomi agro-industrinya yang begitu terintegrasi rapi.....
tidak seperti negri kita dimana para pelaku pengambilan keputusan birokratnya 
salah memprioritaskan program PELITA waktu itu yang klo nda salah
menjadikannya Indonesia sebagai negara industri........yang 
semu.....dst.....dst)

nah sekarang siapa lagi kalo bukan kita-2...................
yang walo jadi korban tapi tetap ja harus sgra benahi untuk masa depan (kali 
ya...)
kembali ke bio etanol/ bbn, seandainya ja..................
semoga ja birokrat tetap ja konsisten pada yang mereka tulis
dan rencanakan diatas kertas kerja mereka...................
semoga ja this dream was come true,.............ya nak
...................................kegelisahanku......................
---------------------------------------
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
INFORMASI:http://www.agromania.co.cc
FORMULIR:http://www.formulirabc.co.cc
DIREKTORI:http://www.direktoriabc.co.cc
---------------------------------------


--- On Wed, 11/12/08, Amritsjar Hasaruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Amritsjar Hasaruddin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [agromania] Workshop Nasional BBN (Biofuel) Bogor 11/11/08
To: [email protected]
Date: Wednesday, November 12, 2008, 9:39 AM











            Dear All,



Atas info SMS dari mas Wiryawan, kami menghadiri acara Workshop

Nasional Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) pada sektor

transportasi.



Dilaksanakan oleh Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan,

Direktorat jenderal Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan RI



Diadakan di Ballroom, Botani Square IPB Bogor.



Karena diadakan oleh orang orang dari pemerintahan, sangat terasa

kesan birokrat nya, sangat kontras dengan kesan kekeluargaan saat

pertemuan Bioethanol Agromania di Kalibata minggu lalu.



Pembicara rata rata dari pemerintahan, dan yang mungkin paling menarik

bagi kami, (Pak Roni dan Pak Ferry-Magetan) adalah presentasi dari pak

Roy Hendroko tentang Peluang Pengembangan BBN.



Topik pembicara lain diantara nya :



1. Kebijakan dan program pemanfaatan bbn sebagai bahan bakar

alternatif di sektor transportasi darat



2. Dampak penggunaan bbn pada mesin kendaraan bermotor dan lingkungan

global



3. Pemanfaatan Minyak Jelantah pada moda transportasi di kota Bogor



Hasil akhirnya yang dapat saya simpulkan, sepertinya semua sudah siap

untuk menerima bbn dan mendukung semua program bbn ...



Kemudian ... / Saya juga bingung ... ?



Ada ide dari kawan kawan Agromania ?



Thanks,



Amritsjar Hasaruddin



------------ --------- --------- ---------

AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)

INFORMASI:http://www.agromani a.co.cc

FORMULIR:http://www.formulir abc.co.cc

DIREKTORI:http://www.direktor iabc.co.cc

------------ --------- --------- ---------





























[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke