Bicara energi laut, jadi ingat iklan jam tangannya Seiko, Seiko Kinetic.
Kira-kira konsep energinya sama lah dengan seiko kinetic itu.

Untuk bicara politik/teknologi, barangkali kita perlu belajar dari Brazil.
Dulu brazil masih militeristik sudah memahami bahwa mereka sangat terbatas
dalam hal minyak bumi fosil. Karena itu keinginan politiknya besar untuk
menggunakan etanol (yang dari gula, bukan dari jagung). Hambatan-hambatan
tentu ada.

Pernah sekali ketika panen terhambat karena kurang hujan, produksi etanol
terhenti. Akibatnya pemerintah minta produsen untuk membuat mesin yang full
compatible antara etanol dengan bensin biasa. Mulanya tentu banyak yang
skeptis, tapi sekarang semua mobil sudah menggunakan mesin fungsi ganda yang
bisa bolak balik. Kalau bensin murah, maka pakai bensin. Jika etanol lebih
murah, maka tinggal dimasukkan etanol. Perusahaan Volkswagen yang saat itu
pertama mengeluarkan mesin fungsi ganda ini jadi besar. Sekarang Volkswagen
sedang berusaha memasukkan produk mobil kecilnya ke pasar india (entah bisa
saingan atau tidak dengan mobil nano nya)

Salah satu terhambatnya penerapan energi terbaharukan adalah karena adanya
BANYAK alternatif. Justru banyak jadi bingung mau pilih yang mana. Makanya
peneliti perlu memberikan "saran yang paling efisien, efektif, dan cocok
untuk daerah indonesia yang mana. Lalu pemerintah memberi dukungan kuat
untuk satu atau beberapa energi alternatif ini (lain daerah tentu keunggulan
alternatifnya beda, jadi perlu juga di beri kebebasan). Maka kemudian
masalahnya mafia fosil-nya mau membantu atau malah menekan pemerintah?

2009/12/14 Hok An <[email protected]>

> Arus laut cocok untuk skala besar.
> T


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke