Buat Eka (Tim Sukses Mega-Hasyim),
Ini executive summary yg diminta.

Untuk rekan-rekan semua
mari kita bersama-sama melihat sampai
dimana komitmen Mega-Hasyim untuk membangun
masyarakat telematika!

Kalau sweeping masih di lakukan
sebaiknya jangan coblos tu Mega-Hasyim
+ tuntut DIRJEN POSTEL & KABID Frekuensi-nya untuk mundur aja lah!
Percuma punya birokrat yang tidak bervisi kedepan!

- Onno @ Changi Singapore




Impact Kemerdekaan Internet Wireless

Onno W. Purbo
Rakyat Indonesia Biasa

Pada saat tulisan ini ditulis, rakyat Indonesia khususnya rekan-rekan pengguna 2.4GHz 
& 5.8GHz sedang menderita karena sweeping yang dilakukan oleh aparat & BALMON POSTEL. 
Entah mengapa? Barangkali mereka berusaha untuk memperburuk muka pasangan Mega-Hasyim 
agar tidak dipilih dalam Pemilu Presiden tanggal 20 September 2004 oleh komunitas 
telematika Indonesia. Tampaknya strategi POSTEL untuk memperburuk kredibilitas 
pasangan Mega-Hasyim cukup berhasil!

Dalam kondisi terjepit, ternyata komunitas Internet Wireless mampu membangun mendekati 
10.000 node yang mengkaitkan diri pada sekitar 1000+ Access Point, menurut Didin salah 
seorang tokoh IndoWLI komunitas Wireless Internet Indonesia. Tidak heran kalau saya 
menuntut secara serius pada rancangan Keputusan Menteri agar,

1.Bebaskan ISM & UNII (2.4 GHz, 5.2GHz dan 5.8GHz) band dari lisensi.
2.Pengguna ISM & UNII band tidak perlu lisensi maupun registrasi.
3.Semua peralatan yang digunakan tidak perlu di approve oleh POSTEL / Pemerintah, jika 
sudah di approve oleh FCC & ESTI yang merupakan regulator di negara maju.
4.Pengguna di batasi daya pancar pada EIRP 30-36 dBm agar tidak terjadi interferensi 
yang cukup besar.
5.Koordinasi untuk penggunaan frekuensi bersama (frequency sharing & reuse) maupun 
disain Wireless Metropolitan Area Network dilakukan secara lokal oleh komunitas.

Pertanyaan yang perlu di jawab di sini adalah "apakah negara, pemerintah, maupun 
rakyat akan di untungkan dengan memerdekakan Internet Wireless?". Sebagian besar 
rakyat pengguna Internet pasti akan diuntungkan dengan di merdekakannya Internet 
wireless. Sebetulnya tidak banyak rakyat yang di rugikan dengan pembebasan Internet 
wireless, hanya sekitar 2900 sambungan microwave yang sedang beroperasi dan ini dapat 
dengan mudah di kompensasi dengan keuntungan yang akan di peroleh pemerintah dengan 
pembebasan 2.4GHz.

Pertanyaan yang paling menggelitik adalah bagaimana dengan pemerintah? Apakah 
pemerintah dirugikan dengan pembebasan ISM band (2.4GHz) agar rakyat dapat memakainya 
tanpa ijin sama sekali, tanpa membayar biaya hak penggunaan frekuensi? Jawaban secara 
singkatnya ? pemerintah & negara justru akan di untungkan secara finansial (melalui 
pajak dll), melalui berkembang industri dalam negeri, melalui penambahan drastis 
pengguna Internet Indonesia dan meningkatnya orang pandai di Indonesia. Tidak percaya? 
Silahkan ambil file perhitungan lengkap "impact-ism-unii.xls" di bagian file dari 
mailing list indowli, asosiasi-warnet, indowliformatur, genetika, telematika, 
mastel-anggota di yahoogroups.com.

Memang pemerintah kemungkinan akan kehilangan sekitar Rp. 22 milyard / tahun dari 
Biaya Hak Pemakaian (BHP) frekuensi dari 2900 sambungan microwave yang ada. Padahal, 
pembebasan Internet Wireless akan meningkatkan pengguna yang bertumpu pada Internet 
Wireless tadinya hanya sekitar satu (1) juta orang, menjadi berpotensi mengcover 17,8 
juta pengguna Internet di Indonesia sebuah jumlah pengguna mendekati negara Cina pada 
hari ini. Jika setiap pengguna mengeluarkan uang Rp. 10.000/bulan untuk akses 
Internet, konsekuensinya, pemerintah akan memperoleh kenaikan pendapatan dari Rp. 7 
Milyard/tahun dari PPh Jasa, Rp. 1 Milyard/Tahun untuk BHP Jasa Telekomunikasi 
melonjak menjadi Rp. 128 Milyard/tahun dari PPh Jasa, dan Rp. 21 Milyard/Tahun BHP 
Jasa Telekomunikasi. Jelas jauh lebih menguntungkan dari pada Rp. 22 Milyard dari BHP 
Frekuensi sambungan microwave yang ada saat ini.

Tentunya yang harus dipikirkan adalah bagaimana strategi migrasi ke 2900 sambungan 
microwave penghuni lama 2.4GHz yang saat ini beroperasi. Dengan biaya migrasi 
peralatan yang dibutuhkan sekitar 24.000 dollar AS per sambungan, sehingga membutuhkan 
sekitar Rp. 626 Milyar untuk memigrasi keseluruhan 2900 sambungan yang ada. Hal ini 
dapat dengan mudah di kompensasi oleh negara, karena pembebasan frekuensi 2.4GHz, 
5.2GHz dan 5.8GHz akan berpotensi memberikan masukan pajak kepada negara sekitar Rp. 
600 Milyard dari PPN investasi peralatan Access Point, Client maupun komputer yang 
akan di instalasi; belum masukan PPh Jasa dan BHP Jasa Telekomunikasi yang mendekati 
Rp. 150 Milyard per tahun.

Konsekuensi yang tidak pernah terbayangkan adalah peningkatan luar biasa kebutuhan 
peralatan Access Point Wireless Internet yang mendekati 7000 unit, peralatan client 
sekitar 129.000 unit belum jumlah serapan peralatan komputer yang mendekati dua juta 
unit. Bagi dunia usaha hal ini jelas amat sangat menguntungkan. Adanya demand yang 
sedemikian tinggi jika dilakukan dengan kompetisi yang sangat ketat akan sangat 
menekan harga bagi pengguna akhir.

Dengan kondisi hari ini yang sangat represif, telah menumbuhkan beberapa industri 
kecil di Jakarta, Bandung, Jogya, Surabaya, Malang untuk memberikan servis Wireless 
Internet, memproduksi antenna sendiri, membangun tower maupun peralatan mekanik 
lainnya. Di samping sebuah manufaktur peralatan Wireless Internet smartbridges yang 
berlokasi di Batam. Dengan pembebasan band Wireless internet, adanya kebutuhkan 
140.000 unit peralatan wireless Internet jelas sangat menjustify untuk tumbuhnya 
industri manufaktur pembuat card Wireless Internet. Bayangkan saat ini pembuat chip 
set card Wireless Internet rata-rata menjual chipset yang jumlahnya dua buah chip 
seharga tiga (3) dollar AS dengan minimum order sekitar 10.000 unit. Akan memungkinkan 
tumbuhnya industri manufaktur dengan putaran uangn sebesar 4.5 juta dollar AS, padahal 
modal dasar chipset dan board hanya sekitar 660 ribu dollar AS. Keuntungan yang di 
peroleh jelas sangat menggiurkan bagi siapapun untuk membangun industri manufaktur di 
tanah air; berani bertaruh Departemen Perindustrian dan Perdagangan akan sangat 
gembira melihat hal seperti ini.

Bagaimana dengan pemerintah daerah? Daerah pun akan sangat di untungkan, konsensus 
yang ada di International Telecommunication Union (ITU) sepakat bahwa kenaikan 1% dari 
infrastruktur telekomunikasi akan menaikan pendapatan sebanyak 3%. Pembebasan Wireless 
Internet, akan memungkinkan menaikan menaikan akses Internet sebanyak 35 kali lipat!! 
Hal ini akan menaikan pendapatan asli daerah mendekati 100 kali lipat! Tentunya tidak 
sesederhana itu, tingkat pendidikan manusia, budaya maupun perbaikan mekanisme 
birokrasi yang ada harus berubah untuk melihat tingkat kenaikan yang demikian 
fantastis. Paling tidak perkembangan infrastruktur yang ada akan memungkinkan proses 
perubahan untuk mulai terjadi.

Melihat demikian besar keuntungan yang akan di peroleh dengan pembebasan Wireless 
Internet bagi masyarakat; dengan hanya sedikit pengorbanan di awalnya pada sisi 
pemerintah. Apalagi dengan demikian besar dukungan dari berbagai komunitas masyarakat 
apakah itu dari rekan-rekan Internet Service Provider (ISP), Warung Internet (WARNET), 
IndoWLI, maupun masyarakat telematika untuk membebaskan Wireless Internet. Belum lagi 
kebijakan International Telecommunication Union (ITU) maupun PBB yang menyarankan 
untuk membebaskan band ISM dan UNII untuk keperluan pembangunan Internet di negara 
berkembang. Agak aneh bin ajaib jika pemerintah tidak mau membebaskan band ISM dan 
UNII.






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke