assalamualaikum,
hmmm....
mungkin saya dapat sedikit membantu
kalo boleh tahu, si petugas itu dasar hukumnya apa yah?
setahu saya warnet itu gak termasuk (atau belum) objek pajak hiburan
deh. mungkin enaknya saya attach sedikit perda tahun 1998:
OBJEK pajak hiburan adalah penyelenggaraan hiburan, antara lain :
a. pertunjukan film;
b. pertunjukan kesenian;
c. pertunjukan seni dan tari;
d. penyelenggaraan diskotek, musik hidup, karoke, klab malam,
ruangan musik, (musik room), balai gita (singing hall), pub, ruangan
selesa musik (musik lounge), klub eksekutif (executif club) dan
sejenisnya;
e. permainan biliard dan sejenisnya;
f. permainan ketangkasan, termasuk mesin keping dan sejenisnya;
g. panti pijat, mandi uap;
h. pertandingan olah raga;
i. penyelenggaraan tempat-tempat wisata, taman rekreasi, seluncur
(ice skate), kolam pemancingan, pasar malam, sirkus, komidi putar,
kereta pesiar dan sejenisnya;
j. pertunjukan dan keramaian umum lainnya
menurut saya, sulit untuk menggolongkan warnet atau bahkan online game
center di 9 butir teratas perda tersebut. HANYA huruf j yang rancu,
yang dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda.
kemudian besarnya TARIF pajak hiburan adalah sbb:
a. Pertunjukan kesenian 10 %;
b. Pertunjukan pagelaran musik dan tari 10 %;
c. Penyelenggaraan diskotek, musik hidup, karoke, klab malam,
ruang musik (Musik room), balai gita, (singing hall), pub, ruangan
selesa musik (musik lounge), klub eksekutif (executif club) dan
sejenisnya 30 %;
d. Permainan biliard dan sejenisnya 10 %;
e. Permainan ketangkasan, mesin keping dan sejenisnya 30 %;
f. Penyelenggaraan panti pijat, mandi uap 30 %;
g. Pertandingan olah raga 10 %;
h. Penyelenggaraan tempat-tempat wisata, taman rekreasi,
seluncur (ice skate), kolam pemancingan, pasar malam, sirkus, komidi
putar, kereta pesiar dan sejenisnya 10 %;
i. Penyelengaaraan hiburan insidential lainnya 15 %;
j. Penyeleggarakan hiburan yang seharusnya menggunakan tanda
masuk tetapi tidak menggunakan tanda masuk atau tidak mencantumkan
Harga Tanda Masuk tarifnya 35 %;
k. Selain dari hiburan sebagaimana dimaksud pada huruf a s.d. i
pasal ini, tarifnya 15 %;
nah, jika kita mengikuti "penafsiran" warnet adalah objek pajak
hiburan pada huruf j. (pertunjukan dan keramaian umum lainnya), maka
tarifnya adalah tarif huruf k (15% dari dasar pengenaan pajak)
dasar pengenaan pajaknya adalah:
tarif X besarnya harga yang ditarik dari penikmat hiburan
(misalnya Rp 4000/jam X 15% = 600), jadi konsumen membayar Rp 4600
NAMUN...........
dari apa yang saya pelajari pas kuliah dulu, bahwa salah satu filsafat
pajak yang paling penting adalah: unsur KEPASTIAN (tidak menimbulkan
kerancuan)
Jika terdapat kerancuan, maka wajib pajak boleh meminta penafsiran
badan hukum untuk itu.
sekarang ini kan tidak jelas, warnet termasuk mana, tarifnya berapa,
pelaporannya bagaimana, pemungutannya bagaimana, restitusi bagaimana, dsb
untuk itu saya anjurkan rekan2 warnet, jika terjadi penagihan,
tanyakan dahulu dasar hukumnya, karena masih banyak pembuat peraturan2
yang tidak menjelaskan suatu hal secara detail, sehingga
mengelompokkannya dalam satu kalimat rancu, seperti contoh diatas
"pertunjukan dan keramaian umum lainnya" <----- ini keramain umum apa
maksudnya????
(kalo gitu orang lagi makan di warung indomie ramai2 bisa dikenakan
pajak donk???
saya agak heran memang dengan petugas2 itu, yang mengandalkan
kepandaian bersilat lidah (CAPE DEH...)
ada satu alasan lagi. WARNET juga berfungsi sebagai sarana informasi,
dan tidak bisa dikenakan pajak hiburan. jika petugas mengatakan game
adalah hiburan, yah silakan aja dia nge-check tiap hari, mana yang
maen mana yang cari informasi.. (jadi ngelantur deh..heheh)
mungkin cukup membantu,
kalo ada salah mohon koreksi
terima kasih,
wassalam
-Arya-
--- In [email protected], "simarmata" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Halo Pak Zul,
>
> Itu hanya bayar sekali maksudnya Pak ? Atau rutin setiap bulan ?
>
>
>
> --- In [email protected], Zul Herman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > Saya juga pernah mengalaminya ketika membuka di daerah palem, jakarta
> > barat dulu..
> > Dengan asumsi merupakan game station, jadi harus bayar pajak hiburan.
> > Klo misalnya jadi wartel/warnet katanya ga usah, bener ga?
> >
> > Memang seh, awalnya diminta klo legal pajaknya besar..
> > Akhirnya di'negosiasi'kan dan kami bayar 300rb dan urusan kelar.
> > Kelihatannya seh emang permainan oknum tertentu yang lagi nyari
duit...
> >
> > regards,
> >
> > zul
> >
> >
> >
> > Nizar G Bunyamin wrote:
> >
> > >Tapi Rasanya petugas kecamatan gak ada wewenang untuk nanya pajak
> tuh, saya
> > >pikir ijin cukup dengan SIUP dan TDP , terus Urus NPWP badan hokum
> cukup CV
> > >saja. Atau mungkin perorangan dengan NPWP juga bias yah, Ijinnya
> paling SIUP
> > >aja.
> > >
> > >Kalau petugas kecamatan dating mah itu biasa lah, adapt orang
> Indonesia, you
> > >got something I got something too.
> > >
> > >-----Original Message-----
> > >From: Radja [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > >Sent: Thursday, January 13, 2005 8:32 AM
> > >To: [email protected]
> > >Subject: RE: [asosiasi-warnet] Masalah pajak bagi warnet dan game
> center
> > >
> > >
> > >
> > >Hal seperti itu jg pernah saya alami .kita memmang diwajibkan
utnuk itu
> > >,tapi nggak papa anda buat aja NPWP nggak ada salahnya asal sesuai
> prosedur
> > >,dan biayanya gratis kok ,paling biaya tranportasi kok ,dan anda jg
> harus
> > >tahu cara perhitungan pajak jangan sampai terlalu mahal ,sebab dulu
> kita
> > >juga begitu ,ketika di hitung ,pertama ,she pertahunnya kita harus
> bayar 2
> > >jt an lebih tapi setelah kita minta keringanan wong Cuma warnet kok
> segitu
> > >,nah habis kita pinter omong ,kita kena jatah Rp.20.000 perbulan
,coba
> > >negoisasi aja
> > >-----Original Message-----
> > >From: simarmata [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > >Sent: Wednesday, January 12, 2005 9:25 PM
> > >To: [email protected]
> > >Subject: [asosiasi-warnet] Masalah pajak bagi warnet dan game center
> > >
> > >
> > >
> > >Halo rekans,
> > >
> > >Baru2 ini saya didatangi oleh petugas pemda dari kecamatan, dia
> > >menanyakan masalah pajak tempat usaha saya yang menurut dia belum
> > >terdaftar menjadi Wajib Pajak. Dasarnya adalah pajak "tempat hiburan
> > >yang mendatangkan orang banyak", karena saya sangat awam soal pajak,
> > >mohon bantuan rekan2 apa yang sebaiknya saya lakukan.
> > >
> > >NB. lokasi saya di Bekasi TImur,
> > >Terima kasih sebelumnya,
> > >
> > >A. Simarmata
Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/