On Tue, 15 Mar 2005 20:09:09 -0800 (PST), Adri Febrianto
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Rada repot , iya.
> Tapi, repot banget, ngga.
> 
> Toh, di beberapa warnet, pengunjung harus "mendaftar" dulu , buat dapet 
> password.  Buat yg ngga, toh ngga ada salahnya juga titip KTP, kalo buat 
> alasan keamanan.


untuk "mendaftar" atau mendapatkan password biasanya itu di berlakukan
untuk yang ingin menjadi member (apabila di warnet tersebut
ada/diadakan fasilitas member), tapi tidak semua pelanggan ingin
menjadi member.


 
> Rada repot memang, tapi kalo demi kemanan ?
> kurang lebih sama lah dengan sekarang yg di gedung2 dan hotel2, serta mall2, 
> ........mobil2 yg mau masuk diperiksa dulu..........repot sich, tapi kalo aja 
> ini sudah diberlakukan sejak dulu, mungkin bom Marriott bisa lain ceritanya 
> ............. :-))


untuk keamanan dari sisi warnet, mau gak mau memang bisa/harus
diterapkan seperti itu, tapi warnet tersedia/disediakan untuk umum.
dan untuk pelanggannya sendiri dalam kebanyakan hal dalam berinternet
lebih mengutamakan kenyamanan dan "privacy", apalagi yang namanya
kecepatan akses internet. karena gak semua orang mau/rela apabila data
nya sampe bisa di lihat oleh orang lain, bagaimana apabila data yg
sedang dia buka (di email) adalah data penting (perusahaan/kantor)
tempat dia bekerja sedangkan orang tersebut tidak mempunyai akses
internet di rumah (saya pernah menemukan hal yang seperti ini ketika
menjadi operator di salah satu warnet di bdg). sedangkan dari sisi
pemilik warnet, lebih mengutamakan "bagaimana" agar pelanggan bisa
merasa nyaman ketika ber-internet sehingga warnet bisa tetap laris.



> Saya di spore juga gitu. Waktu itu masih jamannya CS, saya cuman mau main CS 
> mesti tinggalin ID........... untung bawa passport kemana-mana, jadi bisa. 
> Itupun masih ditambah "jaminan" SGD 20.


saya bukannya gak setuju apabila pelanggan warnet harus meninggalkan
identitas dirinya ketika akan menggunakan jasa warnet, tapi management
setiap warnet berbeda-beda, begitu juga dengan services yang ada di
setiap warnet gak semua sama. jadi menurut saya saran agar para
pemilik warnet mau melakukan identifikasi terhadap para pengunjungnya
gak akan dijalankan oleh semua pemilik warnet, kecuali itu adalah
perintah dari menristek/dishub/kepolisian (misalnya) dan apabila ada
warnet (atau game center sekalipun) yang tidak melakukan identifikasi
terhadap para pelanggannya akan mendapatkan sangsi yang berat.



salam


Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke