Hello ryoken97,

Monday, April 18, 2005, 8:50:08 PM, you wrote:

r>  Sekedar nambahin saja, end user (dalam� hal� ini pengguna warnet)
r>  memang� tidak tau menahu apakah si empunya warnet pake DSL, wireless,
r>  atau apapun jenis koneksinya, tetapi bicara cepat atau lambatnya
r>  koneksi sebenarnya gak lepas dari kualitas link itu sendiri dan berapa
r>  throughput yg memang didapat dari upstramnya� (kalo warnet dalam hal
r>  ini upstreamnya adalah ISP dimana dia berlangganan).

wah, tdk selalu begitu. sekarang ini dlm banyak kasus, sebenarnya yg
jd masalah bukan reliabilitas koneksi isp namun justru karena provider
games online cenderung tdk melakukan capacity planning dg benar dan
mereka tdk transparan menunjukkan kelemahan2nya. yg jd korban isp, lha
coba deh cek dulu, utk akses internet normal apa enggak? kalo normal,
maka kemungkinan memang di sisi penyelenggara gamesnya bermasalah (tp
mereka g bilang2).

apakah pernah ada yg mengetahui tingkat reliabilitas layanan gamse ini
ataukah mereka pernah mengumumkannya scr terbuka? misalnya saat mereka
overload, networknya tersaturasi, utilisasi penuh dsb.

sekarang data:

menurut data IIX, terjadi peningkatan agregat traffic sepanjang 2004
sampai 100%, artinya dr 2 gbps per hari menjadi 4 gbps. lonjakan ini
ternyata sebagian besar disebabkan oleh utilisasi games online. dari
satu sisi ini berita baik utk bisnis tertentu, tp berita buruk bagi
lebih banyak lg strategis pengembangan internet indonesia. misalnya,
peningkatan traffic itu tdk mencerminkan peningkatan penetrasi akses
internet kpd masyarakat scr signifikan. demikian jg tdk mencerminkan
peningkatan content internet dalam negeri serta e-commerce maupun
e-gov, e-learning dan segudang e lainnya. dimana itu adalah objective
yg sangat penting bg industri internet nasional.

lagi, pd kenyataannya, infrastruktur internet yg terbatas, mahal dan
masih belom merata di seluruh indonesia ini menjadi terkuras utilisasi
nya utk kegiatan yg tdk berkaitan dg objective2 strategis tadi. pada
sisi lain, penyelenggara games online ini tdk atau enggan memberikan
kontribusi thd pengembangan infrastruktur dg dalih bahwa mereka ini
sekedar berjualan content hiburan. infrastruktur bukan urusan mereka.
jelas itu sikap anoyying yg tdk bertanggung jawab. krn mereka inilah
yg menghabiskan resource internet indonesia selama ini. padahal kita
tahu iix adalah asset yg dijalankan scr volunteer, terbatas, gratis,
dmei menjalankan objective2 internet nasional td.

lain masalahnya apabila kemudian games2 online ini bersedia memberi
kontribusi, membangun local2 peering dan menambah infrastruktur yg
amat sangat lemah dan terbatas terutama di daerah.

maka, dg bahasa gampangnya, games online ini lebih banyak berperan dlm
melakukan pembodohan. selain sifat hiburan yg berlebihan itu sendiri
yg terus dieksplotasi maupun krn utilisasi mereka yg sangat tinggi itu
mereduksi kesempatan akses dan pengembangan internet utk tujuan2 yg
lebih sesuai dg objective2 internet indonesia di atas.

contoh yg lebih teknis:

kalau misalnya dalam satu sesi games itu per koneksi butuh 10 kbps
bandwidth. coba cek utilisasi server games, per sesi bisa berapa
concurrent connection? katakanlah 10 rb, maka itu sdh setara 100 mbps
teoritis. sementara anda tahu, kapasitas ethernet cuman 100 mbps dan
itupun tdk penuh krn ada latency, utilisasi protocol, degradasi dlm
proses antar komponen dlm server termasuk load software serta osnya.
maka, paling berapa sih ekspektasi reliabilitas troughput servernya?
apakah mencapai 70 mbps? i don't think so.

bagaimana pula dg kapasitas link mereka sendiri ke iix, umumnya hanya
ada jatah 1 port 100 mbps. atau mereka hrs bikin multiple link atau
taruh distributed network dan process (misal, server array) di jantung
iix. atau memakai gigabit ethernet (g yakin jg akan berpengaruh banyak
kalo load mesinnya terlalu tinggi jg).

itu di jakarta. lantas coba bayangkan kondisi infrastruktur di daerah.
ongkos lc dr makassar misalnya, ke iix jkt, itu 2 x lebih mahal dari
biaya akses langsung ke internasional link. kebayang kan resehnya? nah
itupun kapasitasnya beragam, umumnya kecil (makanya pd susah kalo mau
cari link iix loss kl di daerah). sementara mereka hrs jual dg tarif
yg setingkat dg jakarta. maka yg terjadi, pengusaha isp di daerah ini
justru gotong royong rame2 mensubsidi teman2nya di jkt. kebayang?

itu td baru itungan satu games ...

-- 
Best regards,
 Pataka                            mailto:[EMAIL PROTECTED]



Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke