Ihsan <[EMAIL PROTECTED]>,

05 Juni 2005, 11:31:45, Nulis:

> Saya setuju ini!

> Imho, tiap-tiap orang itu ada "maqomm"-nya. Artinya, orang itu
> dibedakan dengan yang lainnya berdasarkan kadar ketinggian ilmunya,
> dan/atau sumbangsihnya kepada orang banyak. Dalam hal pak Haji Onno
> dan ibu Judith, kita semua tahu bagaimana kedua beliau itu.

sebenarnya, maksud saya itu kemaren cuma mau ngejoke,sekalian
ngingatin om onno dll gt lho. (karena siapapun bsia saj alupa
atau salah)
salah kaprah ini om. malah seharusnya yg ilmunya gede itu yang
ngasih tauladan, maklum nya kalau beliau beliau itu lupa, itu
bisa dimaklumi, tapi kalau beliau beliau emang sengaja (misalnya
karena mikir nya repot ah), itu yg
nggak boleh. ini pendapat saya lho. karena apa? karena kalau
ngikutin maqam gt, jd presiden boleh buat salah dunk?
yang namanya hukum itu berlaku secara universal, nggak ada yang
dibedakan, polisi nembak org aja bisa msk penjara kok.
no offence


-- 
Salam,
Freddy "Pedhet" Hernawan



Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke