Selasa, 14 Juni 2005 09:02 WIB
Warnet Akan Diminta Naikkan Harga 

JAKARTA, Investor Daily Online 

Untuk mengubah warung Internet (warnet) jadi bisnis yang
menguntungkan, Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) akan meminta
warnet untuk menaikkan harga, tidak banting-bantingan harga seperti
yang terjadi sekarang. Hal itu sebagai konsekuensi masuknya komponen
biaya lisensi peranti lunak yang asli ke dalam komponen biaya operasi
warnet.

"Kalau jual jasa di bawah Rp 5.000 itu tidak sehat, bisnis akan
stagnan tapi tidak menguntungkan. Penghasilan mereka tidak bisa lagi
hanya untuk bayar bandwidth, bayar listrik dan pegawai. Bisnis warnet
juga harus menguntungkan," ujar Ketua Dewan Presidium Awari Judith
Monique Samantha, pada konferensi pers program Microsoft Indonesia
untuk warnet, di Jakarta, Senin (13/6).

Menurut Judith, selain karena 'perang harga', pengusaha warnet juga
tidak untung karena selama ini hanya memperhitungkan komponen biaya
operasional dari peranti keras, bandwidth, listrik, dan gaji pegawai
itu. Akibatnya, 90% warnet berubah jadi game center yang biaya
operasinya dipandang lebih murah.

"Kita akan ubah cara bisnis mereka agar ke depan warnet harus jadi
tempat yang menguntugkan. Nantinya juga akan ada standar harga untuk
anggota Awari," tandas Judith.

Berkenaan dengan hal itu, PT Microsoft Indonesia menggelar program
untuk bisnis warnet di Indonesai menyusul dikeluarkannya Microsoft
Software Rental Agreement for Internet Caf� (MSRAIC) bulan April lalu.
Program itu mencakup pembelian lisensi produk Microsoft secara
bertahap, pelatihan teknologi Microsoft, pelatihan untuk mengenal dan
mengerti pemakain lisensi yang legal, dukungan pemasaran, dan
pengakuan sebagai pengguna peranti lunak legal Microsoft melalui
program promosi bersama.

Meski kontribusi warnet terhadap bisnis Microsoft di Indonesia diakui
kecil, tapi pihak Microsoft juga mengakui warnet sebagai jenis usaha
yang penting.

"Warnet berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan digital dan kami
ingin membantu warnet dengan lisensi yang benar, kesiapan pemasaran,
dan administrasi bisnis mereka. Program ini memiliki tiga pilar, yaitu
pemenuhan lisensi yang legal, edukasi, dan masalah citra," tutur
Megawaty Khie, direktur small and midmarket solutions and partners PT
Microsoft Indonesia.

Bantu Warnet

Microsoft juga akan menggandeng beberapa penyedia teknologi lainnya
untuk berkontribusi menyediakan keuntungan tambahan bagi warnet dengan
sistem tukar poin pembelian lisensi Microsoft dengan beberapa produk
teknologi yang disediakan.

Megawaty mengatakan, program untuk warnet itu berlaku untuk semua
warnet di Indonesia, termasuk yang bukan anggota Awari.

Untuk pembelian lisensi secara bertahap, ia mengatakan itu akan
dilakukan dalam waktu enam bulan.

"Misalnya warnet punya 10 PC (personal computer, red), mereka bayar
50% di muka, sisanya dicicil selama enam bulan. Begitu pula kalau
misalnya lima PC pakai open source, lima lagi pakai produk Microsoft,
itu bisa dibayar bertahap," ujar Megawaty.

Sedangkan untuk MSRAIC yang membolehkan warnet menyewakan komputer
berlisensi Microsoft asli akan berjangka waktu satu tahun tanpa biaya
tambahan dan bisa diperpanjang lagi.

Warnet bisa menghubungi reseller dengan cara membeli peranti lunak
asli Microsoft atau men-download-nya dari situs Microsoft Indonesia.

Tidak Minta Potongan Harga 

Judith mengatakan, kerjasama Awari dengan Microsoft ini untuk
menjembatani ratusan warnet yang ingin tetap menggunakan produk
Microsoft. Dari awal diskusi, ujar dia, Awari tidak pernah meminta
potongan harga karena itu merupakan kebijakan Microsoft sebagai sebuah
entitas perusahaan.

"Harga itu kebijakan perusahaan. Yang Awari lakukan adalah kampanye
legal di mana bisnis warnet jangan memakai peranti lunak bajakan. Ini
untuk menjembatani mereka yang memakai Windows, kalau tidak, warnet
bisa memakai alternatif peranti lunak yang lain," tegas Judith.

Judith menambahkan, Awari sudah menyampaikan kepada Microsoft kalau
jumlah warnet yang banyak di Indonesia merupakan potensi pasar yang
besar bagi Microsoft. Tapi, Awari tidak akan menyentuh kebijakan harga
Microsoft.

"Keputusan di tangan warnet. Kami tidak pro salah satu peranti lunak
tapi gunakanlah peranti lunak yang legal. Bagi saya, tidak bijak untuk
mengutak-atik kebijakan harga perusahaan," ujar dia.

Megawaty menambahkan, kebijakan harga Microsoft itu berlaku untuk
seluruh dunia. "Kita berikan usaha yang semaksimal mungkin. Hal
seperti ini tidak diberikan untuk jenis usaha lain dan tidak di semua
negara ada program seperti ini," tutur dia.

Untuk kampanye edukasi bisnis warnet yang menguntungkan itu, Awari dan
Microsoft akan menggelar roadshow di enam kota di Indonesia, yaitu
Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, Surabaya, dan Medan.

Pengelola Warnet Login di daerah Tebet Jakarta Selatan Roy mengatakan,
pihaknya tetap menggunakan produk Microsoft karena keinginan
pelanggannya meski itu ia akui tidak murah. "Tidak murah untuk beli
lisensi untuk usaha kecil dan menengah seperti kami. Tapi dengan jalan
ini usaha kita bisa aman," ujar dia, yang warnetnya memiliki 13 PC dan
mengeluarkan Rp 9,6 juta untuk lisensi Windows XP Home Edition.

Di Luar Kontrol Microsoft

Mengenai sweeping warnet yang sudah memiliki lisensi peranti lunak
asli Microsoft, Megawaty mengatakan hal itu sudah di luar kontrol
Microsoft.

"Itu yang rancu karena bukti apa lagi yang harus diberikan. Yang pasti
kalau semua beli yang asli mestinya aman karena itu terjamin. Kita
juga tidak bisa kontrol pihak ketiga untuk berikan bukti yang lain,"
tutur dia.

Megawaty mengatakan, Microsoft sangat peduli dengan masalah itu tapi
juga tidak bisa apa-apa terhadap tindakan kepolisian karena juga bukan
Microsoft yang menyuruh tindakan sweeping itu.

Sedangkan Judith sekali meminta pihak kepolisian untuk menghentikan
sweeping selama proses migrasi warnet ke open source atau kerjasama
dengan Microsoft untuk warnet yang ingin menggunakan produk Microsoft.

"Kami minta sweeping di Semarang itu yang terakhir. Dan jangan melebar
dari substansinya. Kami rasanya sangat jauh dari terorisme. Kami hanya
jalankan satu jasa. Biarkan kami migrasi dan cari solusi dalam waktu
tiga bulan. Karena ternyata sweeping untuk penegakan hukum tapi
berakhir dengan pemerasan," ujar Judith. (one)


Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke