Saya setuju Awari segera menetapkan tarif minimal perjam, sesuai dengan OS
yang digunakan. Kalau nggak bisa secara nasional, ya per wilayah juga oke.
Misalnya Awari Jakarta Selatan menetapkan tarif minimal perjam warnet di
kawasan Jakarta Selatan. Sehingga nggak ada perang harga. Soalnya dengan
harus menggunakan software legal (terutama Windows) nggak masuk akal lagi
ada tarif Rp 3000,- per jam. Tarif Rp 4000,- - Rp 5000,- saya pikir masih
oke untuk warnet yang menggunakan software asli. Bila perlu Awari membuat
stiker yang wajib ditempelkan di pintu warnet anggota yang bunyinya: "Warner
Ini Menggunakan Software Legal, Member of Awari." Buat Pak Roy dan
teman-teman di pengurusan Awari Jakarta, saya minta untuk mengambil
inisiatif untuk menetapkan tarif minimal warnet. Bagi pengusaha warnet
seperti saya, yang punya modal pas-pasan, solusi ini paling realistis.
Daripada kita terus diskusi open source atau Microsoft yang nggak ada
ujungnya. Kalau hal seperti ini bisa dijalankan, saya pasti nggak ragu-ragu
lagi menggunakan software legal. Tidak seperti sekarang, mau beli software
asli dengan cicilan aja ragu-ragu, bisa nggak bayarnya tiap bulan dengan
tarif yang hanya Rp 3000,- perjam?

Victor Manahara






Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke