Hello Taufiq, Tuesday, July 19, 2005, 1:36:08 AM, you wrote:
TAR> dari industri musik, yang jatahnya "GAK PANJANG" khan cuma si TAR> pencetak (label) seperti Musica, Aquarius, Sony Musik, dll...... TAR> yang artisnya mah anteng aja maaaaaan...... bgoyang..... lha memangnya si label sendiri juga nggak "membajak"? hehehe ... banyak praktek, pihak label menggandakan lagi produksinya tanpa sepengetahuan si artis dan diedarkan di pasar gelap. seringkali juga dilakukan untuk menekan konsekuensi pajak. hal yang kurang lebih sama juga terjadi di industri penerbitan buku. malah kalo di industri penerbitan, yang bener2 dikadali ya pengarangnya. karena kalau mereka memakai konsep royalti, maka bukunya tak akan pernah bisa mencapai level cetak ulang. karena penerbitnya nakal, cetakan gelap lebih banyak dari yang resmi. sementara uang royalti diterimakan dengan konsep termin, jangka waktunya lama, mengikuti distribusi buku. pengarang lebih susah dari artis, karena pengarang jarang mendapat undangan manggung ;-) malah gak pernah kale. itu sebabnya, kenapa banyak pengarang, terutama yang menuliskan buku populer (misalnya teknologi komputer) yg lifetimenya pendek, memilih kontrak bayar putus, katakanlah 10 juta per buku. atau dia bergabung dengan penerbitan indie. ditangani sendiri, cetak ditungguin sendiri. -- Best regards, Pataka mailto:[EMAIL PROTECTED] Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

