setuju.capek,speechless,buang-buang bandwidth aja (pinjem istilahnya mbak
mia)ribut-ribut kita di sini jugak yg di sana adem ayem enak-enak kurupsi,kita
yg kena getahnya.dari dulu jugak di neagra kita kan begitu?apa ada yg
robah?kita mah masi mending,cuman urusan perut,masi ada peluang.
itu yg urusan nyawa,udah ilang di peristiwa mei 98, ilang ada jugak di taon
2000,sampek sekarang emang diurusin?
tinggal pasrah doang kita mah,jangankan kita yg ukm,yg gede-gede macam
pengelola mal teriak-teriak jugak gak didenger,yg jait mulut karna sutet aja
dicuekkin.
Sandi Irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bukan nggak ada suara masss....
capeeeeek....
bunyi nggak bunyi juga nggak di tanggapi kok....
orang yang diributin anteng-anteng aja tutup kuping....
yaaa mending hemat tenaga aja.... tinggal ngitung hari sampai kapan gue bisa
bertahan.....kalo tutup ya dijual aja komputernya terusss nganggur..... syukur2
dapet dana BLT :-p kalo nggak ya jadi maling aja masss...... resikonya paling
bonyok dihajar masssa, lha wong pemerintahnya aja nggak ngurus, ngapain kita
ikut-ikut pusiing ????? mereka pusing enaaak dibayar tiap bulan .... kalo kita
pusiiing sapa yang bayar ????
[EMAIL PROTECTED] wrote:
> yang lain ada ide ?
> atau yang merasa susah dengan PLN naik hanya segelintir saja sehingga
> tidak ada suara ?
> atau mungkin para warneters sudah makmur ya sehingga kenaikan TDL
> tidak ada dampak nya P ~~
>
> jms
---------------------------------
Bring words and photos together (easily) with
PhotoMail - it's free and works with Yahoo! Mail.
[Non-text portions of this message have been removed]
Official Web Site : http://www.awari.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/