daripada nyeselin diri sendiri lebih baik cari solusi terbaik: PLN dari dulu berubah berorientasi pada keuntungan/laba bagi pemegang saham (alih-alih sebagai perusahaan negara yang mengutamakan rakyat). Sejak 10 tahun lalu dari perum berubah menjadi PT. PLN(perusahaan persero). Tul gak. Yang aneh kita mau aja dibohongi dari dulu. Berikut saya copy paste-fakta seputar kenaikan TDL.====> Kenaikan TDL bagi masyarakat Indonesia bukan barang baru. Pada bulan Oktober 1994, rezim Orde Baru mengumumkan kenaikan TDL untuk ke-11 kalinya dengan kenaikan rata-rata TDL 7-68% dari TDL lama. Selanjutnya Mentamben waktu itu, IB Sudjana, mengatakan bahwa Pemerintah mulai menerapkan kenaikan tarif listrik berkala tiga bulan sekali. Tingkat kenaikannya akan mengacu pada harga bahan bakar dan tenaga listrik yang dibeli, inflasi, serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. (Republika, 22 Oktober 1994).
Sepuluh tahun lalu fraksi "partai penguasa" (FKP) di DPR melalui ketua fraksinya Mustahid Astari, mengatakan bahwa kenaikan TDL ada kaitannya dengan perubahan status PLN menjadi PT (Persero) Listrik Negara, yang memunculkan tuntutan bagi perusahaan untuk menjadi lebih mandiri. Ia menambahkan, salah satu syarat agar PLN mendapatkan dana pembangunan-baik yang bersumber dari perbankan dalam dan luar negeri maupun dari masyarakat melalui penjualan saham dan obligasi-adalah tingkat laba yang memadai, yang besarnya ditentukan oleh tarif dan ongkos produksi. Dalam analisisnya (Kompas, 24 Oktober 1994), Kwik Kian Gie yang waktu itu menjadi pengamat ekonomi, melihat adanya keanehan-keanehan pada perubahan kebijakan Pemerintah tentang kelistrikan, dari kebijakan harga terjangkau oleh rakyat banyak-dengan risiko PLN selalu merugi dan disubsidi APBN-menjadi kebijakan harga listrik sebagai barang dagangan biasa yang harus mendatangkan laba. Ia mengatakan, dalam kebijakan seperti itu, harga ditentukan berdasarkan harga pokok plus laba; artinya tanpa peduli apakah harganya dirasakan berat atau tidak oleh konsumen. Komponen pembentuk harga yang dirasakannya aneh adalah harga beli listrik dari swasta, perubahan tingkat inflasi, dan perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dalam komponen harga beli listrik dari swasta, akan muncul pola pikir kolusi antara penguasa (PLN) dan swasta penghasil listrik, bahkan-mengingat listrik sebagai barang vital yang menguasai hajat hidup orang banyak-semua produsen listrik swasta dan PLN akan menjadi kartel ofensif yang sangat jahat dan merugikan kepentingan rakyat banyak. Kebijakan yang memberatkan tersebut ternyata terus berjalan hingga hari ini, lebih dari 10 tahun kemudian. Entah sudah berapa persen kenaikan tarif hari ini dibandingkan dengan TDL 10 tahun yang lalu. ==> solusi untuk mengurangi inefesiensi PLN mending buat aja PLN jadi tidak laba (laba jadi nol). Subsidi PLN tetap. Bahkan kalau perlu ditingkatkan. Sehingga harga TDL akan murah bahkan gratis. (sangat mungkin lho). > setuju.capek,speechless,buang-buang bandwidth aja (pinjem istilahnya mbak mia)ribut-ribut kita di sini jugak yg di sana adem ayem enak-enak kurupsi,kita yg kena getahnya.dari dulu jugak di neagra kita kan begitu?apa ada yg robah?kita mah masi mending,cuman urusan perut,masi ada peluang. > itu yg urusan nyawa,udah ilang di peristiwa mei 98, ilang ada jugak di taon 2000,sampek sekarang emang diurusin? > tinggal pasrah doang kita mah,jangankan kita yg ukm,yg gede-gede macam pengelola mal teriak-teriak jugak gak didenger,yg jait mulut karna sutet aja dicuekkin. > yaaa mending hemat tenaga aja.... tinggal ngitung hari sampai kapan gue bisa bertahan.....kalo tutup ya dijual aja komputernya terusss nganggur..... syukur2 dapet dana BLT :-p kalo nggak ya jadi maling aja masss...... resikonya paling bonyok dihajar masssa, lha wong pemerintahnya aja nggak ngurus, ngapain kita ikut-ikut pusiing ????? mereka pusing enaaak dibayar tiap bulan .... kalo kita pusiiing sapa yang bayar ???? > Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

