Usulan AWARI menjadi pelopor ENTERPRENEURSHIP DAN INTRAPRENEURSHIP Perlunya organisasi AWARI mengembangkan kegiatan/upaya tertentu secara aktif terkait pengembangan enterpreunership (kewirausahaan) maupun intrapreneurship (profesionalisme) kepada masyarakat umum, khususnya yang ingin memulai berkecimpung di bisnis warnet, baik yang memilih jalur sebagai pemilik/pengelolah warnet maupun yang memilih jalur sebagai profesional (konsultan, analis, teknisi, vendor). Mereka adalah calon anggota yang nantinya akan menjadi anggota AWARI, sehingga perlu di kelola dengan baik, dengan harapan mereka menjadi pebisnis/profesional yang handas, kreatif dan inovatif. Harapannya, bagi calon pebisnis, mereka menjadi tahu bagaimana memulai bisnis warnet (Starting Your Own Warnet), tahu bagaimana mengkaji bisnis yang baik (the comprehensive feasibility study for Warnet), tahu bagaimana proses berbisnis yang baik (Effective and Efficiency Your Business Prosess), dan tahu bagaimana mengembangkan bisnis (Growth/Sustainable Business). Dan yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana berbisnis yang baik (Business Ethic). Sedangkan yang memilih jalur sebagai profesional, tentunya mereka akan menjadi lebih profesional dalam menjalankan perannya sebagai PEMASOK bagi industri Warnet. Jika kaum profesional warnet berkualitas, maka dapat memberikan value kepada warnet sehingga proses bisnis warnet menjadi efisien dan efektif, yang ujung-ujungnya meningkatnya pendapatan, menurunnya biaya operasional bisnis warnet. Saya optimis, bibit-bibit calon pebisnis yang memahami bagaimana berbisnis, akan berani dan survive dalam berbisnis meskipun mereka mereka harus mengeluarkan investasi untuk menghargai hak cipta dengan membeli lisensi software original, membatasi akses pada situs-stus tertentu, karena mereka mampu mengefisienkan proses bisnisnya, kreatif dan inovatif memberikan penawaran service yang diharapkan customer, tidak kuatir kucing-kucingan dengan aparat karena mereka memahami aspek legal, dan tidak perlu kuatir saat ada sweeping, karena konten komputer mereka adalah legal. Mengapa harus AWARI sebagai pelopor? Secara masing-masing pribadi kan bisa belajar berbisnis sendiri tanpa bergantung pada AWARI? Saya merujuk artikel bpk. Irwin Day yaitu 1+1+1+1=12. Dari pada kita jalan sendiri-sendiri berusaha, efek yang ditimbulkan 1+1+1+1=4. tapi dengan adanya AWARI sebagai fasilitator dari bentuk kerjasama antara stakeholder industri warnet, maka efek yang ditimbulkan adalah 1 x 1 x 1 x 1 = 24. nah lho, kok bisa? Secara filosofis, daripada kita bersaing saling mematikan, mengapa sesama sebagai pesaing dan para pendukung (vendor hardware dan software) bergandengan tangan menguasai pasar secara efisien dan efektif. Sedangkan secara logikanya begini, jika secara normal misalnya (data hipotesis, alias kira-kira yang sifatnya hanya simulasi saja) anggota AWARI sebanyak 400 dengan kemampuan bisnis rata-rata mereka hanya mampu memberikan iuran membership Rp. 75.000,-/bln. Maka dalam setahun terkumpul Rp. 360.000.000,-. Apa yang bisa diperbuat dengan uang Rp. 360 juta? Hanya pengurus lah yang tahu pengalokasiannya. Oke lah dengan adanya donator, dibulatkan menjadi Rp. 400 juta/thn. Fasilitas apa yang bisa dinikmati oleh member? Menurut hemat saya, dana tersebut sangat kurang untuk suatu organisasi sebesar AWARI, karena kita ketahui biaya lobbying bukan lah sedikit. Bagaimana mungkin AWARI bisa memberikan fasilitas pelayanan tambahan dengan dana seperti itu misalnya. Ok, kita berandai-andai, dari 400 member tersadarkan, dan mau ikhlas membagi pendapatannya yang meski masih kecil dengan meningkatkan iuran membership menjadi Rp. 100.000,-, sehingga terkumpul dalam 1 tahun Rp. 480.000.000.- Kemudian asosiasi supplier (vendor) hardware komputer, mau menyumbangkan misalnya Rp. 300.000.000,- (itu jumlah kecil bagi mereka), karena mungkin mereka berpikir kalau bisnis warnet berkembang, maka akan meningkatkan pendapatan member mereka, akibat meningkatnya permintaan periperal komputer dari member AWARI. Bisa dibuat kerjasama, member vendor yang menyumbang, AWARI memberikan rekomendasi dan diskon pembelian kepada member AWARI untuk membeli periperal member vendor tersebut. Berarti sudah terkumpul dana Rp. 680.000.000,-/tahun. Lalu Microsoft dan vendor software lainnya, sadar untuk perlunya berperan serta dengan Rp. 700.000.000,- (lagi-lagi itu jumlah kecil bagi mereka), karena berpikir daripada mereka menurunkan harga software agar tidak dibajak, mending mereka ikut peran serta karena penurunan harga, jauh berkali-kali lipat daripada Rp. 700 juta. Total Rp. 1.480.000.000 atau kita bulatkan Rp. 1.500.000.000/thn. Dengan uang sebesar itu, AWARI tentunya lebih leluasa untuk beraktivitas yang lebih produktif, meskipun mungkin itu masih minim. Maka dibuat lah program AKSELERASI ENTERPRENUERSHIP dan INTRAPRENEURSHIP, dimana biayanya dialokasikan 30% saja dari Rp. 1,5 Milliar pada tahun pertama yaitu Rp. 450.000.000. Dana tersebut itu diupayakan untuk misalnya: sosialisasi, seminar, workshop, tentang ENTERPREUNERSHIP dan INTRAPRENEURSHIP. Tujuannya: Meningkatnya jumlah peminat yang ingin berbisnis warnet. Disatu sisi (sisi customer warnet), perlunya sosialisasi, seminar, workshop tentang arti penting INTERNET sebagai pusat informasi dalam mengembangkan kualitas diri individu dalam masyarakat, yang nantinya mereka lah akan menjadi pengguna warnet. Apabila usaha tersebut berhasil meningkatkan kuantitas pebisnis warnet dan kualitas berbisnis mereka, sehingga anggota member akan meningkat menjadi 800 member dengan penghasilan yang meningkat, dimana mereka secara ikhlas meningkatkan iuran member mereka (semoga mereka tidak seperti kacang lupa kulitnya) menjadi Rp. 200.000. Karena biasanya, orang jika sudah kaya tidak terlalu sensitif terhadap harga, he..he.. Tentunya, meningkatnya proses bisnis mereka, merupakan trigger bagi peningkatan permintaan terhadap hardware dan software. Sehingga asiosiasi supplier dan software tidak sia-sia memberikan support dana diawal. Sebagai simulasi: 800 member x iuaran Rp. 200.000 = Rp. 160.000.000/bln ~ Rp. 1.920.000.000/thn. Dari dana yang terkumpul Rp. 1.920.000.000 dapat dialokasikan 30% à Rp. 576.000.000,- untuk pengembangan member dan calon member 50% à Rp. 960.000.000,- untuk pengembangan software open source 20% à Rp. 384.000.000,- untuk pengembangan organisasi Itu untuk hitungan untuk 1 tahun. Anda bisa bayangkan, jika stakeholder berkomitmen hingga 10 tahun, akan terasa besarnya multifier effect yang ditimbulkan. Jika skenario tersebut telah terbentuk, apakah pihak Bank masih tidak melirik bisnis Warnet sebagai industri yang tidak profitable? Hasanuddin
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

