Komentar yang sangat menarik sekali Mas Bas.
Salam dari Bogor,
Sahala
Basuki Suhardiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kalau aku jadi pemerintah
'paksa' saja itu operator operator besar ,
toh mereka punya backbone , mereka punya kapasitas di backbone domestik
dan International , dan punya kapasitas utk menurunkan harga ..
Anda sudah pernah lihat peta backbone mereka belum ?
Sudah pernah lihat backbone International yang lewat di Indonesia belum ?
ada satu 'peta' yg saya pernah lihat ,ada kapasitas 2 X STM-16 dari jkt -
Sg , dan sudah operasional , tapi apa 'perusahaan' tersebut mau menjual
'hanya' $ 1000/mbps (1:1) ?
aku rasa tidak ....itu aja masalah nya ....
kalau mereka mau menjual $ 1000/mbps , saya rasa mereka tidak akan rugi ,
Kalau satelit dengan life time 15 tahun saja bisa untung , apalagi fiber ,
harganya harus jauh lebih murah daripada si satelit (DVB)..
Nah kalau pemerintah mau tender , harus dijelaskan ke masyarkat
berapa harga 'jual' bandwidth nya ke masyarakat ?
kalau tertutup , ya sama aja boong ...:-)
kalau 'bisa' $ 1000/mbps (1:1) atau kurang dari harga tersebut , itu baru
bagus ...
Solusi nya sederhana ,
bikin peta secara terbuka terutama dari telkom , Indosat dan XL
dan harga jual nya sekalian ,
yang penting , persaingan diantara operator tidak membuat oligopoli,
kalau itu terjadi , ya sama saja... penguasaan hanya dimiliki oleh
kalangan tertentu...seperti ular ganti kulit ...
Utk Indonesia , satelit masih jadi utama (backbone) terutama Indonesia
bagian timur.
dan para operator 'satelit' yg tidak bisa menjual 'backbone' nya
menuduh para DVB (receive only) operator sebagai 'spanyol'
heheheh...darimana urusannya ?
:D
Nyatanya pada saat ada pendaftaran utk pengguna satelit two way beberapa
saat yang lalu , yang punya ijin cuma beberapa gelintir ,
sementara yang ribut ribut ngomong soal 'spanyol' ternyata juga tidak
punya ijin juga , heheheh ...
Kalau DVB one way , ngapain di ributin ? dianggap spayol dll ..
itu yang menyakitkan hati , apalagi yg ngomong orang orang yang 'ngerti'
bisnis ISP , dan katanya 'pembela' warnet/UKM ...
Apa yang sudah aku buat negara ?
hehehe ..banyak lah , ndak usah dibicarakan disini ,
termasuk membuat kecamatan 4167 di seluruh Indonesia connect via tcp/IP
sudah aku lakukan ...ini juga berkat telkom/PSN mau 'membuka' akses
mereka ..
membuat warnet pertama kali , menggunakan wireless buat 'last mile'
dan menyebarkannya ke banyak pihak , termasuk di datangi penguasa
orde baru gara gara wireless , juga pernah kita alami ...
Permasalahannya yang aku ingin ungkap , sederhana saja ,
"apakah benar , keputusan membuat backbone tersebut solusi utk 'Internet'
murah ? "
-bsd-
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates
starting at 1ยข/min.
[Non-text portions of this message have been removed]
Official Web Site : http://www.awari.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/