usulan bagus dan berbobot.opini saya,lembaga mana ya yg bisa diserahi tanggung jawab utk men-sertifikasi nya ?berarti lembaganya musti "berkedudukan hukum" kuat,karna kan nantinya berurusan dengan orang tua dan pulisi soal legalitas dan cybercrime.kalu cuman lembaga tanpa kejelasan hukum,ya bagaimana bargaining positionnya?di depan meja hukum jugak gak ada taringnya. dan tentu saja selain itu juga harus independen, tidak bias, dan tidak bisa disuap dan tidak bisa digoyang pihak manapun.
namun,apa efeknya ya seritifikat ini utk konsumen warnet (bukan utk pengusahanya) ? apakah nantinya konsumen warnet akan terpengaruh oleh sertifikatnya,misalnya hanya akan memilih warnet yg suda disertifikasi?maap saja Bapak-Bapak,saya gak singgung siapapun jugak,saya bukan bicara soal SARA,saya sekali lagi minta maap sebelonnya. kan masi menyinggung soal sertifikasi spt seritifikasi halal MUI. coba aja siang ini Bapak-Bapak makan siang di mall mana saja di jakarta ini, dan coba telusuri restoran yg ada, baik yg berupa stall di food court (bila ada food courtnya di mall tsb), maupun yg berupa outlet. hitung kira-kira ada berapa jumlahnya semua,dan hitung pula berapa yg pakek sertifikat halal MUI. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Saya itung di Gading Mall,paling-paling cuman franchise asing macam KFC,TExas,Pizza Hut,dsb. Lalu Bakso Afung kalu gak salah,Gokana Teppan dan resto Platinum. lantas apa ya kesimpulannya?banyak pengusaha resto yg kurang menganggap sertifikat MUI penting,karna toh umat muslimnya jugak kurang peduli.banyak aja tuh nyang makan di resto-resto nyang ada di mall tsb tanpa peduli ada sertifikat halal ato tidak. saya perna dapet inpo bahwa salah satu restoran teppanyaki di mall tsb haram karna ada unsur alkoholnya.pernah saya iseng ke stall tsb dan tanya sama duty manager yg sedang bertugas saat itu, dan beliau pun membenarkan. sampe hari ini,masih aja saya suka liat nyang berjilbab muslim makan di situ.salah satu resto jepang terkenal lainnya jugak pernah diterpa isu haram berbarengan dengan resto bakmi terkenal.bedanya,si resto bakmi gak lama kemudian bersertifikat halal MUI,sementara si resto jepang sampek detik ini gak punya tu sertifikat.dan,same story goes here,masi banyak tuh nyang jilbab-jilbab makan di resto tsb.temen saya aja nyang muslim gak peduli tuh,tetep aja doyan makan di situ.maap,kalu saya terlihat menyudutkan pihak tertentu dan maap kalu saya ada salah. beda dgn di MAlaysia,kira-kira 3 minggu lalu saya ke sana,makan di food court di salah satu mall di sana,98% "menyandang" sertifikasi halal dari pemerintahnya,jadi enak,makan tinggal pilih.:) di brunei , kawan saya menginpokan bahwa hal tsb serupa terjadi, pemerintah care dengan soal halal,mirip lah sama Malaysia.saya pernah ke singapore, mau makan di salah satu restoran di tempat wisata,saya tanya, halal tak? dia jawab, no pork, no lard, tapi can't confirm soal halal or haram. karna halal cuman bisa di confirm oleh lembaganya, MUI juga namanya, tapi Majelis Ugama Islam. apakah hal sertifikasi halal MUI spt yg saya liat itu jugak akan berulang di sertifikasi warnet?gak tau saya. sekali lagi mohon maap kalu ada salah. --- Yusuf Caesar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Jangan sertifikasi, sebab batasannya seolah-olah > ditentukan komunitas > sendiri. Kalau sertifikat MUI kan dibatasi halal > haram yang ditetapkan > Allah langsung. > > Mungkin yang enak bukan sertifikasi tapi akreditasi. > Jadi ada warnet > dengan akreditasi A, B, C, D dan E. > > Salam, > Yusuf Caesar > > On 11/4/06, yamin el rust <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > Beberapa waktu lalu sempat terlintas ide dari > beberapa anggota milis ini untuk melakukan > sertifikasi warnet. Singkatnya seperti yg dilakukan > MUI melalui sertifikasi halal dgn bukti selembar > sertifikat. Untuk warnet mungkin sertifikat tersebut > dapat bertuliskan Warnet Yang Baik dan Benar. > > > > Tahapan untuk memperoleh sertifikat yang baik dan > benar dapat dimulai dari (1) penggunaan software > yang legal dan perijinan yang lengkap; kemudian > diikuti (2) dengan penataan perangkat warnet untuk > mencegah perbuatan maksiat dan kriminal; selanjutnya > (3) pengaturan bagi pengunjung warnet berupa > pembatasan waktu penggunaan untuk di bawah umur dan > pencatatan identitas pengunjung. > > > > Seandainya sertifikasi untuk warnet berjalan dgn > baik, warnet tidak perlu lagi memikirkan ada > tidaknya neon box yang bertuliskan LegOS -- baik > yang diberikan secara gratis untuk warnet yang > menggunakan software berbayar ataupun yang diperoleh > dengan membeli untuk warnet yang menggunakan > software tidak berbayar. Tidak perlu lagi > memperhatikan siapa pelanggan yang bertandang dan > apa yang dilakukannya di warnet. Tidak perlu lagi > mengkhawatirkan kunjungan mendadak dari orang tua > yang mencari anaknya. Tidak perlu lagi was-was > menunggu panggilan dari aparat kepolisian atas > tuduhan cybercrime. > > ____________________________________________________________________________________ Low, Low, Low Rates! Check out Yahoo! Messenger's cheap PC-to-Phone call rates (http://voice.yahoo.com) Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

