Business model untuk warnet itu sedikit spesifik. Berhasil di satu
tempat belum tentu di tempat lain. Follower itulah yang dicontohkan
oleh Wadi sebagai pemain yang silih berganti datang. Mereka yang
berhasil diandaikan sebagi pilot project yang sukses dan direplikasi
begitu saja oleh follower tanpa melakukan analisa pasar. Learning by
doing menjadi ciri khas padahal rentang investasi yang pendek
mengharamkan ini. Untuk apa bergerombol di ceruk yang semakin sempit
jika hanya menjadi follower? Kuras kreatifitas jika ingin bermain di
ceruk yang sama atau buka relung, celah, pangsa di tempat lain, desa
misalnya. Prospek warnet ada di sana.

tabik,

Yamin
eks follower

--- In [email protected], "Nizar Bunyamin" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Apapun jenis bisnisnya menurut saya bukan di masalah prospektif atau
tidak
> prospektifnya, melainkan dari sisi bisnis modelnya, Air ASia berdiri
dimasa
> keruntuhan airlines tapi mampu menjadi entitas bisnis yang taking profit
> from day one of operation. Menanyakan apakah suatu bisnis prospektif
atau
> tidak sama saja dengan berniat menjadi follower, di semua  jenis bisnis
> akan selalu ada  yang berjaya dan ada yang runtuh, walau di bisnis yang
> sifatnya konsesi seperti minyak, ataupun di bisnis yang persainganya
secara
> regulasi diatur untuk sedikit, tetap saja selalu ada yang jatuh. Jadi
> menurut saya feeling dan hitungan pribadi lah yang akan menjawab
pertanyaan
> ini.
> 
> On Dec 27, 2007 10:46 PM, wadi wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> >   secara prospek target pasar memang menjanjikan.
> > negara berpenduduk banyak seperti Indonesia memang lahan bisnis yg
sangat
> > bagus, apapun itu industri dan produknya.
> > opini saya, yg perlu lebih mendapat perhatian adalah iklim bisnisnya.
> > Kayaknya sich persaingan makin lama makin ketat, ada persaingan yg
kurang
> > sehat pula. Juga ini adalah kecenderungan bisnis UKM, bukan skala
> > raksasa-internasional macam telko dan airline, di mana struktur
> > permodalannya bisa dapat suntikan dari mana-mana.
> >
> > salam sukses
> > -wadi-
> >
> > Irwin Day <[EMAIL PROTECTED] <irwin.day%40gmail.com>> wrote: Mengapa
> > warnet masih prospek?
> >
> > silahkan dipikirkan sendiri angka-angka di bawah:
> >
> > 1. Jumlah pendudu 250 juta
> > 2. Jumlah pengakses internet 20 juta
> > 3. Jumlah komputer di indonesia kurang lebih 6 juta
> > 4. Tingkat penghasilan yang rendah menyebabkan komputer masih menjadi
> > "barang mewah"
> > 5. Walaupun dibeberapa kota harga akses internet sudah ada di kelas
> > 200ribu/bln, tapi disebagian besar wilayah Indonesia harga akses masih
> > terhitung (sangat) mahal.
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.
Try it
> > now.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >  
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke