Mas Moko, Sedikit koreksi yah ..... bisnis warnet itu boom-nya sekitar 1998 - 2000, pada saat itu banyak orang Indonesia yang dapet pesangon karena krismon dan akhirnya warnet-nya rontok satu per satu karena seleksi alam seperti yang mas Moko sebutkan.
Saat ini, yang jadi topik pembicaraan bukan bisnis warnet yang sedang boom, tetapi keluh kesah pemilik warnet atau prospek pemilik warnet untuk bisa menjalankan bisnis warnet di masa depan. Kalau menurut catatan saya, keluhan ini sudah merupakan yang ketiga kalinya sebagai thread ramai, sekali posting ditimpali dengan puluhan posting lagi, sampe "lieur" bacanya .... hehehehehe. Opa At 09:26 AM 12/27/2007 -0800, you wrote: >Ramai masalah prospek bisnit warnet, jadi ingat sekitar tahun 1998 dimana >orang lagi booming mendirikan wartel karena pada saat itu telp masih >susah. Bisnis warnet sekarang ini sama dgn wartel pada tahun 1998, orang >berlomba2 mendirikan wartel, tapi akhirnya gimana, seleksi alam...mati >satu per satu, sama dengan bisnis warnet ini pada akhirnya. peluang bisnis >warnet paling tinggal 2-3 tahun kedepan, karena koneksi saat ini udah >semakin murah. > >Nizar Bunyamin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Apapun jenis bisnisnya menurut >saya bukan di masalah prospektif atau tidak >prospektifnya, melainkan dari sisi bisnis modelnya, Air ASia berdiri dimasa >keruntuhan airlines tapi mampu menjadi entitas bisnis yang taking profit >from day one of operation. Menanyakan apakah suatu bisnis prospektif atau >tidak sama saja dengan berniat menjadi follower, di semua jenis bisnis >akan selalu ada yang berjaya dan ada yang runtuh, walau di bisnis yang >sifatnya konsesi seperti minyak, ataupun di bisnis yang persainganya secara >regulasi diatur untuk sedikit, tetap saja selalu ada yang jatuh. Jadi >menurut saya feeling dan hitungan pribadi lah yang akan menjawab pertanyaan >ini. > >On Dec 27, 2007 10:46 PM, wadi wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > secara prospek target pasar memang menjanjikan. > > negara berpenduduk banyak seperti Indonesia memang lahan bisnis yg sangat > > bagus, apapun itu industri dan produknya. > > opini saya, yg perlu lebih mendapat perhatian adalah iklim bisnisnya. > > Kayaknya sich persaingan makin lama makin ketat, ada persaingan yg kurang > > sehat pula. Juga ini adalah kecenderungan bisnis UKM, bukan skala > > raksasa-internasional macam telko dan airline, di mana struktur > > permodalannya bisa dapat suntikan dari mana-mana. > > > > salam sukses > > -wadi- > > > > Irwin Day <[EMAIL PROTECTED] <irwin.day%40gmail.com>> wrote: Mengapa > > warnet masih prospek? > > > > silahkan dipikirkan sendiri angka-angka di bawah: > > > > 1. Jumlah pendudu 250 juta > > 2. Jumlah pengakses internet 20 juta > > 3. Jumlah komputer di indonesia kurang lebih 6 juta > > 4. Tingkat penghasilan yang rendah menyebabkan komputer masih menjadi > > "barang mewah" > > 5. Walaupun dibeberapa kota harga akses internet sudah ada di kelas > > 200ribu/bln, tapi disebagian besar wilayah Indonesia harga akses masih > > terhitung (sangat) mahal. Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

