Bandwidth, kenyamanan, pelayanan, kelengkapan dan lokasi adalah faktor tak terpisahkan. Teorinya melepas satu dari faktor tersebut akan mengusik faktor lainnya. Ini diterapkan oleh salah satu warnet di daerah Blok-M. Dengan kapasitas 10 MB IIX dan 2 MB Int. via fiber optic (cmiiw), pemisahan ruangan game (smoking dan non-smoking area) dan non-games (smoking dan non-smoking), hot-spot, operator yang ramah, handal dan tanggap, fasilitas lengkap, cafe yang murmer, lokasi strategis dan buka 24 jam, adalah jawaban atas pertanyaan mengapa warnet tersebut selalu ramai meskipun tarifnya di atas tarif rata-rata warnet di sekitarnya.
Apakah warnet tersebut melakukan survey professional? Sepertinya tidak. Satu pertanyaan survey oleh lembaga profesional dalam skala nasional dihargai paling kurang Rp 5 jt dan untuk survey warnet dibutuhkan setidaknya 20 pertanyaan terarah. Jika lingkup diperkecil menjadi skala kotamdaya, mungkin tarif menjadi lebih murah -- katakanlah Rp 1 jt per pertanyaan. Maukah warnet mengeluarkan biaya sekitar Rp 20 jt untuk sebuah survey? tabik, Yamin --- In [email protected], "Sadyy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], "Taufiq A. Rachman" > <mpiq.0511@> wrote: > > > > > Sekedar shared...... > > > > Apakah warnet hanya mengutamakan sisi bandwith semata ? > > > > Dahulu memang beberapa pengusaha warnet meng-klaim bahwa bandwith > > adalah segalanya bagi warnet... kasarannya warnet tempatnya jelek > > sekalipun kalo bandwith kenceng tetap akan rame.... > > > > Nah, apakah sekarang seperti itu ?? > > > > Inilah yang dinamakan pergeseran dari dinamika tadi.... pemikiran > > bahwa bandwith adalah segalanya harus mulai dicermati baik2... namun > > bukan artinya kita harus menurunkan kualitas bandwith.... > > > > Sebuah pertanyaan.... > > Berapa besar sih rasio orang yg dateng ke warnet karena emang butuh > > bandwith gede dibandingkan dengan orang yg dateng ke warnet hanya > > untuk sekedar have fun ?? > > > Saya setuju dengan mas MPIQ. Kayaknya emang ada pergeseranan pemikiran > orang yang datang ke warnet. Bandwidth sepertinya bukan segalanya. > Tapi kayaknya perlu ada survey proffesional, menentukan tujuan orang > datang ke warnet. Apakah emang hanya sekedar nge NET, atau having dll. > Kalo sekedar nge NET, apakah mereka tidak memiliki infrastruktur > internet dikantor/rumah mereka sendiri. Perlu ada survey. Hasil survey > ini akan menentukan kebijakan bisnis warnet kedepan. Apakah > mengandalkan jualan bandwidth sbg core bisnisnya masih menguntungkan > atau tidak. Atau perlu jualan2 yang lain. Sy merasakan bisnis > warnet/bandwidth saat ini sangat berat. > Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

