Taufiq A. Rachman wrote: > > > 2008/1/19 Yogi Saputra <[EMAIL PROTECTED] > <mailto:saputra_biz%40yahoo.com>>: > > > > Memang faktor alam sangat berpengaruh. Hujan dapat menurunkan omset > warnet > > anda hampir 50%. Rasionalnya, walaupun penting, orang akan malas ke wanet > > klo lagi sedang hujan. > > Gak sampe 50% lah... terlalu berlebihan.... > > Andainya pun hujan seharian, orang akan tetap dateng ke warnet kok.... > pake payung, naek angkot, bawa mobil pribadi.... > Rasionalnya, kalo memang penting, apapun akan dilakukan orang untuk > melawan alam.... apalagi kalo urusan penting soal duit.... jangankan > ujan, banjir aja dijabanin...... :-D > > Salam > MPIQ >
Saya kira tergantung daerahnya. Mungkin di Jakarta, banyak orang punya kendaraan pribadi. Atau, kalaupun tidak punya kendaraan pribadi, naik angkutan umum. tapi di daerah lain belum tentu. Bukan karena masalah bagaimana menerabas hujannya, tapi, tergantung motivasi masyarakat terhadap kebutuhan warnet. Nah, ini dia.... di tiap daerah tidak sama motivasinya. motivasi ini terkait dengan tingkat kebutuhan orang, orang jakarta, mungkin, memposisikan kebutuhan akses internet adalah kebutuhan pokok, karena berhubungan dengan nafkah mereka. Atau deadline tugas dosen yang killer he.he.he. Di kota lain, belum tentu seperti itu. Daerah lain, masyarakatnya mungkin memposisikan sebagai kebutuhan sekunder, bahkan tersier (misalnya di irian jaya he.he.). Makassar, saya melihatnya, secara amatan sekilas, secara umum kebutuhan akses internet hanya sebatas kebutuhan sekunder. ciri apakah akses internet telah menjadi bagian dari kebutuhan pokok, adalah, mereka menggunakan internet berkaitan dengan pekerjaan utama mereka. Sedangkan ciri akses internet diposisikan sebagai kebutunan sekunder, umumnya orang lebih suka ke hal-hal yang bersfat bersosialis, hiburan, iseng. Jadi... kematian warnet bukan ditangan "speedy" he.he.he. tapi ada ditangan customer sebagai pengguna. Solusi yang saya kira perlu didiskusikan: "Bagaimana menciptakan kebutuhan baru, sekaligus memperkuat kebutuhan yang telah ada......" Orang ke warnet utk chatting, mungkin saat ini mulai bosan, trend nya tidak seperti dulu, seperti yang telah disampaikan oleh Opa. Sehingga perlu upaya penciptaan kebutuhan baru, yang bersifat solusi (fokusnya bukan lagi pada kualitas infratruktur kayak bandwith dan interior). Misalnya solusi komunikasi dengan memanfaatkan infrastruktur di warnet (merujuk pendapat pak Nizar dan teman2 lainnya). "Aku butuh ngobrol lama dan murah dengan pacarku... di luar kota" itu kebutuhan. "pake VOIP" itu infrastrukur. itu salah satu contoh. Penciptaan kebutuhan (NEED) yang baru, mendorong mereka untuk ingin (WANT), berkomunikasi dengan baik. Sehingga kalau itu disadari oleh masyarakat dan tahu manfaatnya, mereka akan datang ke warnet (DEMAND), sehingga akan meningkat pemasukan warnet (PROFIT). dengan pemasukan warnet yang memadai, warnet akan lebih leluasa mengembangkan usahanya ke usaha lain atau menambah jumalah cabang warnetnya (SUSTAINABLE) jadi alur sederhananya: NEED --> (manfaat) --> WANT --> (upaya pemasaran) --> DEMAND --> (upaya pelayanan) --> PROFIT --> (upaya manajerial) --> SUSTAINABLE --> (upaya bersenang-senang he.he.he.). Hasanuddin Torajanet Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

