He..he..he...
Ikutan nimbrung ah. Kayaknya mas yang komplain emang ga jeli baca aturannya
tuh. Saya sendiri pengguna XL dari jamannya masih proXL. Taon 98. Jaman XL
masih mahal2nya. Cuma saya keukeuh karena nomornya mantab..
XL toh ga nipu, karena memang Rp 0,1/detik. Cuma kapan berlakunya tarif itu,
bisa di cek di "keterangan lebih lanjut". Istri saya kalau menelpon orang
tuanya yang berada di kampung, ampe bingung mau ngomong apa lagi, karena dah
kehabisan bahan pembicaraan. Lha wong bicara 30 menit ga sampai 2000 perak.
Cuma sayangnya tarif promo ini berlaku hingga akhir maret 2008.
Untuk komunikasi lokal ( Jadetabek ), sebaiknya menggunakan flexi. Karena
Flexi to Flexi, Flexi to PSTN murah meriah.
Thks,
Sam.
D e s k a <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kalo dari sisi harga sih karena saya banyak nya nelp di dalem kota
CDMA lah, pertama starone, flexi. kalo esia, fren aku lom coba
kalo gsm aku pake Xplor dan matrix, 3 dan telkomsel gak make
kalo aku perhatikan, sepertinya untuk kualitas layanan xl lebih baik
dari yang lain ( gsm ).
opini ku ya,
dulu aku pernah pake simpati nomor nya waktu itu 081373482222
dari sisi harga ya lebih mahal di banding provider yang lain waktu itu
dari sisi jaringan standart lah ibarat nya jaringan speedy, astinet gitu
gak baik baik bener, juga gak buruk buruk bener.
kemudian ganti ke xplor, sampe sekarang, dan ternyata aman aman saja sampe
pada masa ada promosi seperti ini. dulu xl kalo melakukan panggilan gak
berapa detik ( dibawah 10 detik udah ada bunyi nada sambung, sekarang
malah banyak connection fail nya dan kadang2 drop call. jadi kelihatan
bener kalo promosi dengan kenyataan sangat lah berbeda, kalo xl bilang
infrastruktur mereka udah bagus, aku bilang belum sama sekali. tidak ada
infrastruktur telekomunikasi di indonesia ini yang bagus, liat aja pas
lebaran, pada sibuk. sms pada nyangkut, telp pada gak konek semua. apalagi
sekarang jalanin 3G dengan video call dan layanan yg berjalan di atas nya.
aku rasa sangat lom cocok lah di jalan kan, mungkin baru cocok untuk di
test lab aja. jual layanan intenet up to 2 mbps lah dsb, mana ada backbone
besar. kalo ada 100 orang konek ke sebuah bts gimana jadi nya kalo memang
dikasih 2 mbps. semua operator memang gak pernah transparan, mungkin cocok
kalo pemerintah menetapkan aturan QOS terhdap usaha telekomunikasi. baru
roboh semua hehehe
kedua indosat dengan slogan sinyal kuat, sampe sekarang sepertinya bener
kalo sinyal kuat, tapi tidak untuk koneksi nya. sinyal kuat karena banyak
bts, tapi interkoneksi nya seperrti nya payah, jadi balek balek lagi
seperti yang di miliki xl tadi
kemudian telkomsel, gak jauh api dari panggang lah, dan menurut penilaian
ku sih, antara indosat dan telkomsel ini satu ilmu satu guru jangan saling
ganggu. dan untuk saat ini xl sepertinya mandiri idup merantau dari
malaysia ke indonesia buka lapak telekomunikasi.
kalo 3, fren, esia saya lom coba , lagi gak ada modal mau beli hp lagi :D
untuk cdma antara flexi dan starone
kalo saya menilai sama saja, bedanya kalo starone disini masih sepi
penggunanya jadi masih aman aman saja, dan tarif lumayan murah
kalo si flexi ini, kalo bisa jangan di jadikan telp utama atau telp
mobile, karena sering drop call, salah salah kita di bilang macem2 sama yg
nelp kita. udah banyak sekali kasus kena marah dan salah sangka akibat
telkom flexi yang memang bener bener bukan telpon biasa. karena kalo
telpon biasa drop call dan masalah masalah lain nya lebih dikit. lah kalo
flexi banyak masalah nya, tapi enak nya dia murah ke sesama dia sendiri
dari beberapa provider yang saya pake
kalo masalaah tarif saya kurang begtu paham detailnya
karena tiap bulan ada tagihan aja yang besar nya macem2
tapi yang gak pernah besar tagihannya adalah
1. starone
2. matrix
3. xl
4 . flexi
kalo layanan kalo di kasih binttang skala 5 bintang
1. xl bintang 3
2. starone bintang 2
3. matrix bintang 2
4. flexi bintang 1
saya menilai bintang itu dari layanan dan seberapa sering saya kesel,
marah ,dan sumpah serapah saya ke provider itu
semakin dikit kesel, marah, dsb, maka bintangnya makin banyak :D
semua itu pasca bayar, saya lom coba kalo yang pra bayar apakan beda
layanan nya atau tidak, tapi saya berharap sih mestinya beda, kalo dalam
jaringan munkin di bedain vlan nya lah jadi antara pasca dan pra gak
saling ganggu walau satu guru satu ilmu gitu :D
btw, ini hanya cerita saya saja, dan tidak ada niat untuk menjatuhkan atau
menaikan apa apa, sebagai konsumen mestinya kita tanggap dan kritis biar
layanan bagus, cuma kalo kita kritis dan tanggap, kita harus nya tidak
berapa disini ( indonesia) karena kalo disini keluh kesah orang kecil gak
pernah di tanggapin, gak percaya ? coba lah jadi orang kecil seperti saya
atau nyamar jadi orang kecil pasti beda layananan walau menggunakan
layanan yang sama. artinya hakikat ( penghargaan hidup) disini menurut
saya rendah, saya juga belum melihat kalo di luar gimana, tapi dari
literatur, dan media media lain :
--
Salam,
Deskapahendri
Universitas Sriwijaya
Network Division
YM : deskadcc
deska ini cowok loh :D
On Mon, February 18, 2008 5:51 pm, Yusuf Caesar wrote:
> Resikonya pakai pra bayar om, selau dijadikan kambing percobaan
> harga-harga
> oleh operator manapun. Makanya pake yang pasca-bayar, harga lebih stabil.
>
> Tapi biar bagaimana, XL memang tetap yang termurah di bandingkan operator
> lain. Jauh lebih murah ketimbang Indosat atau Telkomsel yang sahamnya
> sudah
> banyak dikuasai Singapura. Cuma Esia saja kali yang 100% asli Indonesia.
> Sayangnya, punya keluarga yang sudah menyengsarakan warga Sidoarjo dengan
> lumpur Lapindo-nya (read: Bakrie cs).
>
> Salam,
> Yusuf Caesar
>
>
>
> On Feb 18, 2008 3:41 PM, teguhris <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>> Sebuah forward messages dari teman...jangan tersinggung ya kalau ada
>> yang merasa kesinggung......
>>
>> Beberapa teman akhir-akhir ini sering miss call ke HP saya. Setelah saya
>> sms atau telepon balik, banyak yang berkata "telepon dong, khan XL
>> termurah saat ini, karena hanya 0,1 rupiah saja per-detik ke semua
>> operator"
>>
>> Sesaat saya tertegun?dan memang sih di beberapa tempat di Jakarta banyak
>> bertebaran iklan tersebut, baik dalam bentuk baliho, plakat dan spanduk.
>>
>> Malam ini saya mencoba mengetes hal tersebut?
>>
>> Pertama-tama, saya mencoba untuk menelepon salah seorang teman yang
>> kebetulan menggunakan IM3. Setelah menelepon selama 21 menit 29 detik,
>> saya lihat pulsa saya berkurang 17 ribu rupiah?
>>
>> Kalau menggunakan hitungan sesuai promosi, maka seharusnya saya hanya
>> membayar sebesar 128,9 rupiah (1289 detik x 0,1)
>>
>> Karena penasaran, saya kemudian membuka web site xl tersebut di
>> http://www.xl.co.id <http://www.xl.co.id>
>>
>> Pada halaman awal, tidak ada petunjuk apapun, malah slogan yang sama
>> masih tetap muncul pada bagian kiri bawah. Capture gambar situs tersebut
>> dapat dilihat disini.
>>
>> Nah, setelah mengklik gambar tersebut, akhirnya terlihat jelas
>> aturan-aturan yang sebenarnya berlaku untuk tarif promo itu, yang jauh
>> dari "kesan" murah.
>>
>> Saya coba tuliskan disini dan untuk melihat gambar, silakan langsung
>> klik pada tiap-tiap lokasi.
>>
>> 1. Untuk daerah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah (kecuali Semarang),
>>
>> Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Lombok
>> 2. Untuk daerah Semarang
>> 3. Untuk daerah Sumatera
>> 4. Untuk daerah Sulawesi
>> 5. Untuk daerah Kalimantan
>> 6. Untuk daerah Nusa Tenggara Timur, Ambon dan Papua
>>
>> Naahhhhh, dari link di atas terlihat bahwa sebenarnya tarif 0,1 rupiah
>> per-detik itu baru berlaku setelah berbicara selama 2 menit, dan berlaku
>> setiap kelipatan 2 menit berikutnya.
>>
>> Jadi, misalnya anda berbicara 6 menit, maka dari seharusnya hanya
>> "berpikir" membayar Rp. 180 rupiah {(6 x 60) x 0,1)} malah anda akan
>> membayar {(2 x 60 x 25)+(2 x 60 x 0,1)+(2 x 60 x 25)} =
>> 3000+12+3000=6012 rupiah :)
>>
>> Yang parah, hal ini tidak disebutkan di iklan-iklan tersebut, malah di
>> web sendiri, penjelasannya baru diperoleh setelah 2 kali klik.
>>
>> Iklan yang ukurannya besar, justru ada pada halaman berikutnya.
>>
>> *Iklan XL*
>>
>> Jadi, kesimpulannya, anda baru bisa menikmati "tarif" 0,1 rupiah
>> per-detik setelah anda "merogoh" kocek anda Rp. 3.000 untuk 2 menit
>> pertama. Malah, anda hanya "menikmati" tarif 0,1 rupiah tersebut selama
>> 2 menit dan selanjutnya kembali ke tarif Rp. 25 per-detik
>>
>> Sekarang, silakan menilai sendiri iklan ini?
>>
>> Ingat XL adalah product Malaysia
>>
>> Masih ingat kan Malaysia sudah Membantai para TKI kita, malah pejabat
>> kita aja di perlakukan tidak adil..
>>
>> Sudah mahal menipu lagi
>>
>> Hati-hati....
>>
>>
>>
>> Official Web Site : http://www.awari.or.id
>>
>> Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> Official Web Site : http://www.awari.or.id
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
Official Web Site : http://www.awari.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/