http://alexarussia.blog.friendster.com/2008/11/persepsi-salah-dalam-menilai-produk-akses-layanan-internet/

Persepsi Salah Dalam Menilai Produk Akses Layanan Internet

November 15, 2008 · Filed under Internet · Edit

Internet dianggap sebagai keajaiban dunia karena pertumbuhannya
cepat,jauh melebihi dari kecepatan penyebarluasan informasi melalui
media elektronik lain seperti TV ataupun radio. Tidak disangkal lagi,
10 tahun sebelumnya Bill Gates sang founder Microsoft setelah membuat
hocus pocus komputer personal ada di segala bidang, maka era
setelahnya adalah era informasi. Era informasi ini tak pelak
didominasi oleh Internet, karena pola persambungannya menganut pola
liberal. Meski demikian ada beberapa negara yang sadar akan bahayanya
Internet sehingga tetap membatasi peran. Internet

Saat ini konsumen dalam berlangganan atau memanfaatkan jasa internet
dari penyedia jasanya telah mengalami kekacauan pemahaman dan makna.
Saat ini satu-satunya ukuran yang lazim digunakan oleh ukuran benda
maya yang dinamakan akses Internet adalah bandwidth. Bandwidth bisa
diartikan dalam bahasa Indonesia adalah lebar pita atau kanal. Sebagai
misal 1 Mbps adalah 1 megabits per second, atau bisa digunakan
untuklewat data/transmisi object sebesar 1024/8 = 128 Kilobytes dalam
1 detik.

Selain faktor lebar pita, maka sebenarnya adalah ada unsur dimensi
waktu atau yang disebut delay time. Sambungan Fiber Optic dari USA ke
Indonesia diukur dengan dimensi waktu menghasilkan kira2 250ms-300 ms.
Sedangkan Satelit, rata2 dari bumi ke orbitnya menempuh dimensi waktu
kira2 600 ms

Dari adanya dua dimensi tersebut, yaitu dimensi lebar atau ruang, dan
dimensi waktu maka menghasilkan suatu output yang merupakan perpaduan
dari kedua dimensi tersebut. Dalam realitanya saat ini terjadi salah
kaprah terhadap sistem pengukuran layanan akses Internet. Ukuran yang
dipakai hanyalah lebar bandwidth.

Lebar bandwidth bisa saya gambarkan sebagai lebar jalan. Misal lebar
jalan tersebut adalah 100 m. Jalan atau infrastruktur tentu digunakan
oleh informasi yang akan lewat, saya gambarkan sebagai mobil. Mobil
ini untuk mencapai tujuan tentu melewati jalan, dan mobil tersebut
mempunyai kecepatan dalam melewati jalan sampai ke tujuan.

Kemajuan teknologi tansmisi data, memungkinkan perkembangan sistem
transmisi data. Infrastruktur jalan yang lebarnya 100 meter, mungkin
bisa diambil sebagai titik absolut, dan kalaupun akan diperlebar tentu
harus membangun perlebaran infrastruktur yang memakan biaya. Namun
perkembangan teknologi transmisi data ke arah efisiensi memungkinkan
sistem transmisi dari lebar jalan absolut 100 meter yang bila diukur
secara standar bisa digunakan oleh 4 truk besar lewat secara bersamaan
dengan dimensi waktu tempuh, bisa menjadi ditempuh 8 truk besar. Hal
ini adalah memperkecil object yang lewat infrastruktur jalan yang
sudah fixed. Dengan kemungkinan ini maka data yang diterima dari
pengirim melalui lebar jalan yang sama akan lebih banyak.

Infrastruktur jalan yang sudah fixed sebenarnya saat ini sudah terlalu
banyak galian pipa baik dari pln, ataupun telkom, dan bahkan banyak
lobang. Dampaknya adalah obyek yang lewat bisa terjerembab dan sampai
tujuan tidak utuh sehingga titik akhir tujuannya menolak ketidakutuhan
ini dan mengembalikan ke pengirim. Hal ini sebenarnya juga seperti
surat yang sampai penerimanya telah sobek sehingga dikirimkan ke
pengirimnya kembali. Hal inilah yang disebut dengan kerusakan sistem tcp.

Tcp adalah Transmission Control Protokol atau sistem transmisi yang
membawa data yang dikirim dari pengirim ke tujuan penerima, kalau isi
data atau kulit pembungkus datanya rusak maka dikembalikan lagi ke
pengirim, dan pengirim berusaha mengirimkannya kembali. Hal ini
menyebabkan ketidakefisiensi.

TCP didesain hanya untuk dimensi waktu tempuh 50 ms, diatas itu telah
terjadi rawan kerusakan dan tingkat kerusakannya akan selaras dengan
semakin jauhnya dimensi waktu tempuh. Dimensi waktu tempuh 300 ms
diperkirakan akan membuat transmisi ulang atau inefisiensi pengiriman
yang memakan lebar jalan kira2 sekitar 30%

Jalan atau bandwidth sendiri tentu akan selalu bertemu jalan lain yang
tidak searah atau bisa berbelok, untuk itu fungsi router adalah
mengarahkan tujuan. Misal mobil a mau ke bandung maka melewati
perempatan, maka routerlah yang akan memberikan jalan terdekat ke
bandung. Pada perkembangannya teknologi telah membuat jalan bersambung
jalan yang diarahkan oleh traffic light router dibuat lebih efisien.
Seolah-olah jalan yang bersambungan dan perempatan2 yang diatur arus
trafficnya oleh router ditutup sehingga seolah2 hanya ada 1 jalan tol
haiway dengan mengabaikan setiap perempatan dan router. Inilah yang
disebut tunnel/vpn/mpls. Teknologi meski sekilas kelihatan simple
karena seperti flyover jalan, namun mempunyai banyak kelemahan, karena
pembungkus datanya membutuhkan ruang lebih banyak, sehingga lebih
boros atau data yang bisa dibawa dalam satu packet lebih kecil. Selian
itu sebenarnya teknologi ini mem-bypas banyak traffic light atau
router sehingga lebih mudah mengakibatkan kekacauan atau tabrakan.

Teknologi yang lebih canggih adalah ibarat seperti kartu lebaran,ada
10 orang ingin mengirim kartu lebaran ke 1 orang, namun teknologi
sortir bisa mendeteksi bahwa isi 10 surat lebaran dari orang yang
berbeda dan isinya sama, karena kartu lebaran biasanya diproduksi
massal/tidak ditulis sendiri sehingga banyak kesamaan kepada satu
tujuan, sehingga teknologi sortir cukup mengirim 1 surat lebaran ke
tujuan dan memberi noticed bahwa surat itu juga dikirim oleh 10 orang
lainnya . Inilah yang dinamakan proxy, efisien. Seseorang yang
mengirim kartu lebaran yang sama dengan tujuan yang sama, akan segera
mendapat respon tanda terima dari kantor pos bahwa kartu lebarannya
sudah sampai tujuan dengan lebih cepat, karena sebelumnya sudah
terkirim mewakili pengirim lain yang isinya sama dengan yang lainnya.

Teknologi Proxy sendiri saat ini berkembang sampai ke level paling
dasar komunikasi data,yaitu bit proxy, sehingga keakuratan isi data
akan lebih besar, dan lebih bisa membedakan mana object yang sama dan
berbeda dalam 1 halaman akses. Teknologi ini juga berkembang ke arah
Intelligent proxy atau server proxy bisa mendeteksi situs2 yang sering
diakses sehingga sebelum pengakses mau mengakses maka sudah distore di
local copy, atau karakter pengakses bisa dideteksi atau diketahui
terlebih dahulu dengan melihat kuantitas atau kecenderungan pengakses
sehingga ketika pengakses mencari sesuatu informasi maka hasilnya juga
akan memunculkan second opinion informasi sesuai yang dibutuhkan
pengakses. Hal ini saya sebut ilmu psikologi proxy/intelligent proxy,
atau juga pre-fetch proxy. Hal ini akan mengakibatkan percepatan
dimensi waktu.

Suatu Internet Service Provider, sebenarnya adalah suatu perusahaan
infrastruktur penghubung jalan, mereka menyambungkan semua perangkat
teknologinya ke suatu jalan yang besar/backbone, dan kemudian
mencabangkannya atau membagi-bagikannya ke dalam unit2 kecil. Apabalia
jalan hi-way yang disambungkan tersebut, misal tol pondok gede jakarta
dan untuk mengecer ke jalan2 kecil disekitas pondok gede jakarta, maka
jelaslah pula bahwa kualitas layanan Internet yang diberikan akan
tidak memuaskan, karena dari backbone-nya atau tol pondok gedenya
sendiri telah macet, sehingga pasti akan mengakibarkan jalan2 kecil
yang tersambung ke jalan tol besarnya pasti juga akan macet. Sumber
yang jelek tentu akan menghasilkan hasil yang jelek juga

Faktor lain yang bisa mengakibatkan ISP mempunyai layanan jelek meski
sudah membeli backbone yang bagus, namun apabila pembagian pengaturan
traffic atau prioritas, maka layanan akses Internetnya juga pasti akan
amburadul. Hal ini bisa saya ibaratkan meski jalan lebar, namun kalau
lampu lalu lintasnya tidak sinkron mengatur prioritas mobil yang lewat
maka akan terjadi kecelakaan yang sering.

Melihat dari semua faktor2 itu yang mempengaruhi suatu kualitas
layanan Intenet maka saya berpendapat bahwa sebenarnya ukutan layanan
Internet tidak selayaknya diukur hanya dari lebar bandwidth.

Apakah tidak mungkin bandiwidth 128k lebih cepat daripada bandwidth 512k?

Jawaban saya sangat mungkin, karena

1. Berapa besar proses retransmisi ulang

2. Bagaimana dengan dimensi waktunya?

3. Bagaimana dengan sistem pengaturan trafficnya? Apakah dedicated
atau shared?

4. Bagaimana dengan backbone atau jalan hi-way lintas negaranya?
Apakah sudah sesak?

5. Bagaimana dengan teknologi2 penunjang lainnya seperti Intelligent
Proxy?

Dari kesimpulan tersebut, saya berpendapat akan lebih jernih jika
suatu layanan akses Internet diukur dari kecepatan transmisi request,
respond tujuan terhadap request, dan kecepatan aliran data dari tujuan
ke pemintanya

Ada beberapa situs benchmarking yang digunakan untuk mengukur kualitas
layanan akses Internet suatu provider yang menggunakan banyak
parameter2 dari yang saya ulas diatas sehingga hasilnya akan lebih
akurat daripada sekedar parameter MRTG yang hanya menunjukkan lebar jalan.

Apakah seorang user Internet sebenarnya lebih mencari kenyamanan
dengan kecepatan data yang bisa diperoleh atau hanya malah senang
memilih dikasih tahu atau dicekoki oleh perusahaan jasa penyedia
internetnya bahwa dirinya sudah dikasih bandwidth 10 Mb?

By Wawan Setiawan

PT. Media Broadband Asia

http://www.mediaselaras.net

yahooid : skywalkerid2000

email: [EMAIL PROTECTED]



------------------------------------

Official Web Site : http://www.awari.or.id
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke