Kl trmasuk tmpt hiburan memang trmasuk urusan dinas pariwisata pak, tp 
masalahnya utk warnet saya rasa blum ada undang2 yg jelas ttg itu, mengenai 
izin berususan dgn dinas pariwisata, tp konten berhubungan dgn kominfo. Pasti 
makin bingung aturan mana yg jd dasar usaha warnet.. Tp krn ini negara 
demokrasi dan hasilnya adalah "me-Lanjutkan" jadi selamat menikmati aja 
birokrasi yang katanya semakin baik.. :D hehehehe.. 

Kl udah bgitu langkah yg mau dijalanin jd serba salah, ksh 500rb tp kita rasa 
itu cuma pungli, kl ga dikasih (mungkin) warnet bisa ditutup.. Menurut saya 
cuekin aja dulu & coba urus surat izin entah itu berurusan dgn bagian manapun 
(pariwisata/kominfo/lurah) yg penting jalankan semua sesuai aturan, insyaAllah 
lancar.. Tp kl hasilnya ga sesuai harapan ya mending kita beralih buka warteg 
aja, paling para bikrokrat cuma minta "suap" nasi aja.. Lbh murah drpd 500rb.. 
:D
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: dodi hendra <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 10 Nov 2010 13:01:32 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [asosiasi-warnet] Perizinan Warnet kenapa sama dinas pariwisata ya

selamat deh, gimana rasanya di kerjain aparat bangsa sendiri...

2010/11/10 iwan <[email protected]>

>
>  [Attachment(s) <#12c342d23e297624_TopText> from iwan included below]
>
> minta pendapat dari rekan rekan sekalian saya didatangi oleh pihak dinas
> pariwisata kota administrasi jakarta barat yang sedang memantau dan evaluasi
> industri pariwisata di daerah jakarta barat, yang kemudian menanyakan surat
> surat izin warnet saya seperti surat domisili, surat izin tetap usaha
> pariwisata, undang undang ganguan, dsb kemudian karena saya tidak memiliki
> surat izin tetap usaha pariwisata dll maka saya di undang ke camat untuk
> diproses, berhubung ke camat nya hari kamis tanggal 11 november 2010 , saya
> hari rabunya mau perpanjang surat domisili tetapi saya diminta biaya sebesar
> Rp 500.000 ,untuk membuat surat domisili yang barunya. nah yang saya bingung
> itu dinas pariwisata kenapa bisa mengurus warnet dalam perizinannya bukannya
> setahu saya itu kominfo bidanngya. dibilang warnet saya tempat permainan
> ketangkasan saja, padahal warnet saya bisa internetan, game online , print ,
> bukan hanya permainan game saja. bagaiman menurut pendapat rekan rekan
> sekalian, apa emang seharusnya buat izin sama dinas pariwisata atau itu
> hanya ujung ujung duit saja. warnet saya dah berjalan kurang lebih 5 tahun
> dan belum pernah diminta izin seperti ini,
>  
>

Kirim email ke